• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Sabtu, 25 Juli 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Kemiskinan Ekstrim Mengancam Masa Depan Generasi

Kemiskinan Ekstrim Mengancam Masa Depan Generasi

Rabu, 28 Februari 2024
in Opini
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dewi Utami, S.Pd.I ***

Kemiskinan ekstrim menjadi problem dunia, di negeri sendiri diperkirakan kasus ini akan melonjak. Tentu ini menjadi rambu-rambu bagi pemerintah untuk segera mengatasinya dengan cara yang komprehensif. Jika tidak maka kemiskinan ekstrim ini akan berdampak pada masa depan generasi.

Baca juga berita lainnya

Pendidikan Tinggi Kian Mahal, Akses Rakyat Kian Terbatas

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Dikutip dari cnbcindonesia.com, Pemerintah memperkirakan kemiskinan ekstrem bisa melonjak drastis pada penghujung tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, yakni tahun 2024. Ini karena basis perhitungan penduduk miskin yang digunakan secara global berbeda dengan yang digunakan pemerintah selama ini.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan selama ini pemerintah menggunakan basis perhitungan masyarakat miskin ekstrem dengan garis kemiskinan sebesar US$ 1,9 purchasing power parity (PPP) per hari. Padahal secara global sudah US$ 2,15 PPP per hari.

“Satu PR (pekerjaan rumah yang sedang kita hadapi adalah mengenai metode penghitungan kemiskinan ekstrem dan sekarang pemerintah masih menggunakan angka US$ 1,9 PPP,” kata Suharso saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (5/6/2023).

Sementara itu, bila basis perhitungan orang yang bisa disebut sebagai miskin ekstrem dengan perhitungan secara global, yakni US$ 2,15 PPP per hari, maka pemerintah harus mengentaskan 6,7 juta orang penduduk miskin hingga 2024, atau 3,35 juta orang per tahunnya.

Kemiskinan ekstrim menjadi problem dunia, ini menandakan adanya sebuah persoalan sistemik yang tengah dihadapi dunia. Tidak terkecuali dengan negeri ini. Hal ini tidak lain karena diterapkannya sistem kapitalis. Sehingga tidak ayal banyak problem kehidupan yang akan mempengaruhi nasib dunia pada masa yang akan datang. 

Disisi lain, perlindungan sosial negara bertumpu pada ekonomi kapitalisme, yaitu ibarat tambal sulam pada sistem tersebut. Yang mana sistem kapitalisme ini tidak akan pernah mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat khususnya generasi yang akan datang. Sistem inilah yang memberikan karpet merah pada para pemilik modal untuk menguasai hajat hidup rakyat termasuk menguasai sumber daya alam. 

Kondisi inilah yang merupakan konsekuensi dari rainventing goveerment, dimana negara hanya berperan sebagai regulator. Sehingga sangat jelas para pemilik modal akan dengan bebas mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya. Sementara rakyat akan hidup  dalam kemiskinan. Tentu kondisi semacam ini akan menjadi ancaman terhadap keselamatan generasi serta masa depan bangsa.

Di Indonesia sendiri memiliki kekayaan alam, termasuk tambang yang melimpah. Hal tersebut yang membuat perusahaan asing mengincarnya. Banyak perusahaan asing menanamkan investasinya di sektor energi dan mineral tambang, seperti minyak dan gas (migas), batu bara hingga emas di dalam negeri.

Bahkan, perusahaan asing ini sudah berinvestasi puluhan tahun di Indonesia. Dari beberapa perusahaan asing tersebut, ada yang sahamnya tetap milik mereka, namun ada pula yang sebagian atau mayoritas milik Indonesia, seperti PT Freeport Indonesia. (jurnal.com)

Jika mengacu pada Pasal 33 Ayat (3) UUD 1945, sudah sangat jelas bahwa seharusnya hasil kekayaan alam Indonesia dialokasikan semaksimal mungkin untuk kepentingan rakyat, bukan untuk keuntungan pribadi. Sesuai dengan apa yang menjadi amanat Undang-Undang, terkhusus untuk DHE SDA negara memang memiliki hak untuk mengatur dan mengelola kekayaan alam Indonesia dan akan dikembalikan untuk kesejahteraan rakyat. 

Namun justru secara fakta saat ini rakyat tidak sepenuhnya menikmati hasil sumber daya alam tersebut. Yang ada hanya kemiskinan dan kesenjangan yang tengah menyelimuti kehidupan rakyat. Jika demikian apakah negeri ini akan terus menerapkan sistem kapitalisme yang menyebabkan kemiskinan ekstrim terus berkelanjutan?

Teknis Islam Dalam Mengentaskan kemiskinan ekstrim

Islam merupakan agama yang sempurna dan paripurna. Islam adalah sistem yang mampu mengatasi segala problematika kehidupan manusia. Tidak terkecuali dengan kemiskinan ekstrim. Yaitu diantaranya dengan: Pertama, Dalam ekonomi Islam pembagian kepemilikan sangat begitu jelas yaitu, kepemilikan individu, umum dan negara. 

Yang mana sumber daya alam termasuk harta milik umum yang haram dimiliki oleh individu maupun swasta. Seperti barang tambang, gas, minyak bumi, kehutanan, sumber daya air, jalan umum, pelabuhan, bandara dan sebaginya. Kedua, sistem ekonomi Islam mengatur pembangunan serta pengembangan sektor ekonomi riil. Selain itu dalam ekonomi Islam, mewajibkan negara untuk mengelola sumber daya alam secara mandiri tanpa campur tangan asing.

Ketiga, Dalam ekonomi Islam negara wajib mendistribusikan harta kekayaan alam ke seluruh rakyat secara merata. Sehingga kebutuhan berupa sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan dan keamanan terpenuhi dengan baik. Dengan demikian jika segala kebutuhan rakyat terpenuhi dengan baik, semua rakyat terutama generasi akan sejahtera terhindar dari segala macam penderitaan, kesenjangan. Wallahu alam.

(Penulis adah pemerhati remaja di Kabupaten Kotawaringin Timur)

Share4Tweet3SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Jangan Hanya Mencari Untung, Investor Harus Berkontribusi mensejahterakan Rakyat

Next Post

KPU Pulpis Gelar Pleno Terbuka Pemilu 2024

Berita Terkait

Opini

Pendidikan Tinggi Kian Mahal, Akses Rakyat Kian Terbatas

Minggu, 14 Juni 2026
Opini

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Jumat, 24 April 2026
Opini

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

Minggu, 8 Maret 2026
Opini

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Minggu, 22 Februari 2026
Opini

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Sabtu, 14 Februari 2026
Opini

Menimbang Arah Diplomasi Perdamaian dan Keberpihakan Kemanusiaan

Senin, 9 Februari 2026
Load More
Next Post

KPU Pulpis Gelar Pleno Terbuka Pemilu 2024

Wartawan Jadi Duta Literasi di Bidang Keuangan

Kades Diminta Taati Aturan dalam Kelola APBDes

Oknum Lurah di Gumas Diduga Tak Netral

Pemkab dan BPKP Rapat Evaluasi Kualitas Perencanaan dan Penganggaran

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Galian C Ilegal di Talekoi, Diduga Ada Ormas Terseret

Sabtu, 25 Juli 2026

PT PIR Diduga Gunakan Material Ilegal untuk Pemeliharaan Jalan Houling Tambang  PT Hasnur

Jumat, 24 Juli 2026

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

Kamis, 23 Juli 2026

Tabligh Akbar Bersama Ning Umi Laila, Irawati Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiyah

Selasa, 21 Juli 2026

Kotim Sepakati Raperda Penanganan Kawasan Kumuh, Perkuat Dasar Hukum Penataan Permukiman

Senin, 20 Juli 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12235 shares
    Share 4894 Tweet 3059
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5952 shares
    Share 2381 Tweet 1488
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4269 shares
    Share 1708 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3807 shares
    Share 1523 Tweet 952
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3618 shares
    Share 1447 Tweet 905
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2790 shares
    Share 1116 Tweet 698
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2367 shares
    Share 947 Tweet 592
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK