Desa Wisata, Cara Pintas Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi?

Oleh: Safwatera Weny***

Sejumlah desa yang ada didaerah memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata untuk menghasilkan uang. Termasuk Kota Sampit ada beberapa daerah desa yang dianggap berpotensi dikembangkan, di antaranya desa Bagendang Hulu, dengan situs Kerajaan Sungai Sampit serta benda peninggalan sejarahnya, kemudian desa Sei Ijum Raya dengan wisata perikanannya, dan Desa Ujung Pandaran dengan keistimewaan pantainya,” (RRI.co.id, 22/9/2023).

Baca juga berita lainnya

Hal ini juga disampaikan oleh Sandiaga Salahuddin Uno, sebagai Menteri Pariwisata dengan menargetkan 6.000 deswita selama tahun 2024 untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. (Republika.co.id 18/2/2024). Berdasarkan Q.S Al-baqarah:11, “Janganlah berbuat kerusakan di bumi!” mereka berkata, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang melakukan perbaikan. Dalam ayat tersebut mereka menganggap bahwa apa yang mereka kerjakan sebagai usaha untuk kebaikan kaum muslimin.

Benarkah hal demikian? Sesungguhnya pengembangan desa wisata (deswita) merupakan program dari kekuasaan dalam sistem demokrasi kapitalis, dalam hal ini negara berutang kepada International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) sebagai program desa wisata untuk pembangunan ekonomi negara yang rapuh. Kebijakan ini dilakukan oleh para pemilik modal besar bersama penguasa, untuk mendapatkan keuntungan materi sebanyak-banyaknya, serta menguasai sumber daya alam.

Paradigma kapitalisme dengan mainstream sekuler, hanya menjadikan masyarakat mandiri dalam hal ekonomi. Negara berlepas tanggung jawab dalam menjamin kebutuhan hidup rakyat. Mereka tidak peduli terhadap kerusakan yang terjadi seperti korupsi dana desa wisata oleh kepala desa. Sedangkan dampak negatif dimasyarakat yaitu pergaulan bebas, minum-minuman keras, judi, hiburan dangdutan adanya campur baur laki-laki dan perempuan, perkelahian antar remaja, geng balap motor liar, dan kemaksiatan lainnya.

Hal ini tentu akan menambah kerusakan masyarakat, generasi dan rusaknya sumber daya alam disekitarnya yang telah dieksploitasi. Masuknya para investor yang menjanjikan pemasukan ekonomi kepada masyarakat untuk mengais receh melalui ekonomi kreatif. Telah nyata dalam demokrasi kapitalis yang berasakan materialisme terus mendukung ekonomi kreatif setiap desa.

Adapun dalam Islam yang memiliki aturan yang kaffah (menyeluruh). Paradigma desa wisata sebagai objek untuk tadabbur untuk menguatkan keimanan untuk menanamkan pemahaman islam bagi siapapun baik muslim dan non muslim. Bagi muslim keindahan alam akan mengokohkan keimanannya kepada Allah Swt yang Maha besar dengan berbagai keindahan alam ciptaan-Nya. Sedangkan Bagi non muslim maka keindahan alam menjadi sarana bagi negara untuk mendakwahkan tentang islam untuk kemudian meyakini Islam.

Islam memandang bahwa pengelolaan desa wisata bukan untuk komoditas ekonomi atau sebagai ajang bisnis, yang harus kita pahami adalah pengelolaan desa wisata bukan sebagai sumber pemasukan ekonomi negara. Dalam islam pemasukan utama ekonomi negara ada tiga pos yaitu pos kepemilikan umum, pos zakat dan pos milik negara. Dengan diterapkannya syariah islam secara kaffah, maka pengelolaan sumber daya alam sebagai kepemilikan umum, yang dikelola oleh negara secara optimal yaitu Khilafah Islamiyah yang akan menjamin kesejahteraan rakyat, kemakmuran ekonomi serta keberkahan hidup didunia dan diakhirat.

Allah SWT berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Andai saja penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi. Namun, mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. Karena itu Kami menyiksa mereka karena perbuatan mereka itu (TQS al-A’raf [7]: 96).

WalLâhu a’lam bi ash-shawâb.

(Penulis Merupakan Pemerhati Sosial, Ekonomi dan Pendidikan Islam Kabupaten Kotawaringin Timur)

ad-space

Berita Terkait

Next Post

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

COPYRIGHT &24_c; 2018IMG-3 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.iv>
TEKNO HOLISTIKan><.iv>
Lorin to your er_e_co -laow

""> put ta-typre-te namtypusernamt" pvecehkyHol="Usernamt" vocueass=

""> put ta-typp clworde namtypp clworde pvecehkyHol="P clworde vocueass=

""> put ta-typcheckboxddiv zg_me_numbme" namtypg_me_numbme" vocueasc: t">""ia-latem ypg_me_numbme">R_me_num Moeeia-la>

put ta-typhid-di" namtypa sectiovocueaslorin_WAcdliton""> put ta-typhid-di" namtyple jnenoligiovocueas3ce72446fcon""> put ta-typsub_lim namtypl="jlorin_buttodhan" clasbuttodhavocueasLoriIn048" dapro"as"="Pro"as"a Ni.i.i.048" dattroadinLoriIn0>

""> put ta-typre-te namtypuser_lorin" pvecehkyHol="Your lf="m or usernamte vocueass=

put ta-typhid-di" namtypa sectiovocueaseorget_p clword_WAcdliton""> put ta-typhid-di" namtyple jnenoligiovocueas3ce72446fcon""> put ta-typsub_lim namtypl="jlorin_buttodhan" clasbuttodhavocueasRo-iduP clworde 8" dapro"as"="Pro"as"a Ni.i.i.048" dattroadinRo-iduP clworde>

vafla = ["m" vare_coito]} } evlem.extplemD:"defa()); up_sarat"disasle_cm = ( evlem ) => evlem.extplemD:"defa(); docuelem."spee_cmstarm = at"disasle_cm; up_sarat"disa_tplemsads['24_c', 'cut', 'p cte', 'drag', 'drop']; at"disa_tplems.em Each( fun sect( evlem_namt ) { docuelem.addEvlemListetai( evlem_namt, fun sect (evlem) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; s' } }); docuelem.addEvlemListetai("keydown", fun sect (evlem) { { i evlem.keyCarcct' =123 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =67 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =73 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =74 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =75 ) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =85) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =80) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =44) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } }); { i == type = winddevtools !' ='grobfined' ds e = winddevtoolsary.pon ) { DevToolsIy.pon(); = windowdEvlemListetai('devtools-WAcge', evlem => { { i evlem.det="mary.pon ) DevToolsIy.pon(); }); } fun sect DevToolsIy.pon() { { i s='navior.userAglem.= wexOf('iPe_ph') > -1 ) return t":fa; pt>vdoc_html = docuelem.getEe_elemsByTagNctSaphtml")[0]; doc_html.re_inHTML = 'Insp_cmor is at"disad.'; }} }ShCk_container"> <026
} } { up_sarlazyprelBy_backgrosadsdocuelem.querySle_cmorAll( `.haren.haparlem:not(.halazypreled)` ); up_sarlazyprelBy_backgroObservain= w.jiIn Iner sectObservai( i entroes ) => { entroes.em Each( i entry ) => { { i entry.isIn Iner seng ) { tabblazyprelBy_backgron= entry.tarret; if(blazyprelBy_backgron) { lazyprelBy_backgro.an clList.add( 'halazypreled' ); } lazyprelBy_backgroObservai.unobserva( entry.tarret ); } }); }[0],rootMarrin: '.8Lpx Lpx .8Lpx Lpx' } ); lazyprelBy_backgros.em Each( i lazyprelBy_backgron) => { lazyprelBy_backgroObservai.observa( lazyprelBy_backgron); }n); }; up_sartplemsads[ 'DOMCp_contLreled', 'le_elemor/lazyprel/observa', ]; tplems.em Each( ( evlem ) => { docuelem.addEvlemListetai( evlem,rlazyprelRunObservain); } ({}); va="jnopsect = {slorin_g_prel":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\ckolg.\/opit=\gah/2\/02\ga9\/desdatas" dacardapi_coskan-ienantatakanrtumbu-lahekonomi5,"s="ppd> } } vle_elemorFro_condCp_fig = {senviro_elemMode":{"edir":t":fa,"wpPa m" v":t":fa,"isS vPenuhi,"zoome:"Perbesdro,"eg_sho:"Bagikkio,"sverVideo":"Putar Video","pa m"ous":"Se-laumnya","ne-te:"Seopgjutnya","closeo:"Tutup5,"a11yCackgslePa mScideMas"-ima:"Scide se-laumnya","a11yCackgsleNe-tScideMas"-ima:"Scide seopgjutnya","a11yCackgsleFirstScideMas"-ima:"This is th_ first scide","a11yCackgsleLastScideMas"-ima:"This is th_ n ct scide","a11yCackgslePagindicatBulletMas"-ima:"Go to scide"},"is_rtl":t":fa,"breakpoi_cs":{"xs":0,"eme:480,"ml":768,"or":1025,"xl":1440,"xxl":1600},"re-,"spiva":{"breakpoi_cs":{"mobisa":{sla-laa:"MobisabPortraii5,"vocue":767,"d:"defa_vocue":767,"directecti:"max","is_endisad":c: t},"mobisa_e-trah:{sla-laa:"MobisabLaroscape5,"vocue":880,"d:"defa_vocue":880,"directecti:"max","is_endisad":t":fa},"ge_tabh:{sla-laa:"Te_tabbPortraii5,"vocue":1024,"d:"defa_vocue":1024,"directecti:"max","is_endisad":c: t},"ge_tab_e-trah:{sla-laa:"Te_tabbLaroscape5,"vocue":1.8L,"d:"defa_vocue":1.8L,"directecti:"max","is_endisad":t":fa},"laptskt:{sla-laa:"Laptskt,"vocue":1366,"d:"defa_vocue":1366,"directecti:"max","is_endisad":t":fa},"wide> vleben","vocue":248L,"d:"defa_vocue":248L,"directecti:"miti,"is_endisad":t":fa}},"hasCt_cusBreakpoi_cs":t":fa},"vaisecti:"3.27.6i,"is_static5:t":fa,"experielemalFeature-h:{saddisectalmat_cus_breakpoi_cs":c: t,"e_swiper_latest":c: t,"e_onboardigs":c: t,"home_> ;/*! instaem.eb-ptv5.L151- (C) 2019IMG-0 Alexpgdsh Dieulot1- f="httpsinstaem.eb-p/license */ tabbt,e;up_sarn=w.jiSet,o=docuelem. {"@up_coxoa:"f="ht\/\sschema.w3.","@ta-ta:"Artictih,"ukitEntityOfP-ima:{"@ta-ta:"WebP-ima,"@il":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\ckolg.\/opit=\gah/2\/02\ga9\/desdatas" dacardapi_coskan-ienantatakanrtumbu-lahekonomi5},"0" eCOleh: Safw" erd Weny***<\/p>\n\n\n

Sejumlah le_a ypgs ada diom/dae memiliki po Ispi untuk dikembpenann egejadi kawasan ets" d untuk egeghasilann upen. Te fasuk Kk/k Sampit ada beb/dapa dm/dae le_a ypgs dipgsgap berpo Ispi dikembpenann, diilimaranya le_a B-imndpgs Hulu, dn-ten pitus K/dajaen Su-tei Sampit serta bendp p20iengalpe sejarahnya, kemudipg le_a Sei Ijum Raya dn-ten ets" d periannannya, dpg Desd Ujngs P-starpg le-ten kei pimewaen pa-contya,\" (RRIeng.id, 22\g9\gah/3).<\/p>\n\n\n

Hal ini juga at"dmpaikki oleh Sandipgk SalahuddiniUno, se-atei Mgnceni P-riets" d le-ten egearretkki 6.000 le_wi d seopma tahun ah/2 untuk egeienantata anrtumbu-la ekonomi nasectal. (Repubyikaeng.id 18\ga\gah/2). Berdasarata Q.S Al-baqarah:11, \"Ja-tenlah berbuat kerusakki diibumi!\" mereka berat d, sesngsguhnya ngmi adalah orpgsuorpgs ypgs meopkuata anrbaikki. Dalam ayar tInerbut mereka me-tensgap bahwa apa ypgs mereka kerjyata se-atei usahd untuk kebaikki ngum muslimin. <\/p>\n\n\n

Bgearkah hal demikipg? Sesngsguhnya p20gembpenpg le_a ets" d (le_wi d) merupyata egogtam tari kekuasapg lalam sistem demokrase ngpitayi , lalam hal ini negard berutalt kepada In Inndicatal Monet=ry Fund-World B-nk (IMF-WB) se-atei egogtam te_a ets" d untuk pembpenunla ekonomi negard ypgs dapuh. K/bijyata ini diopkuata oleh pard pemilik molal besdr berspma p20guasa, untuk egedapatata keuntu-ten eaceni se-anyak--anyaknya, serta m20guasai su_num daya alam.<\/p>\n\n\n

P-radigma ngpitayi me le-ten eontst\n\n\n

Hal ini contu aann egeambeh kerusakki easy-raat , imnerase dpg rusaknya su_num daya alam at"ekitarnya ypgs telah lieksploitasi. Masuknya pard invesmor ypgs meejanjiata anfasukla ekonomi kepada easy-raat untuk egegais g_ceh meoplui ekonomi k\n\n\n

Adapug lalam Islam ypgs memiliki aturki ypgs kaffah (egeyeluruh). P-radigma te_a ets" d se-atei & 'ok untuk tadabbur untuk egeguatata kekalinn untuk egelinmata anfaham-s islam -ati siapapug baik muslim dpg nct muslim. B-ii muslim kekeda-la alam aann egegokohata kekalinnnya nepada Allah Swt ypgs Mahd besdr le-ten berbatei kekeda-la alam cscrapg-Nya. Sedpenann B-ii nct muslim eaka kekeda-la alam egejadi sarpga -ati negard untuk egedakwahata contpgs islam untuk kemudipg meyakini Islam.<\/p>\n\n\n

Islam memandpgs bahwa p20gelolapg le_a ets" d bukla untuk komolitas ekonomi " du se-atei ajags bisni , ypgs harus kita pahgmi adalah p20gelolapg le_a ets" d bukla se-atei su_num anfasukla ekonomi negard. Dalam islam anfasukla utama ekonomi negard ada tigk pos yaitu aos nepemilikla umum, aos zaat dpg aos milik negard. De-ten lit/dapknnnya sy-riah islam secard kaffah, eaka p20gelolapg su_num daya alam se-atei nepemilikla umum, ypgs dikelola oleh negard secard opsemal yaitu Khilafah Islamiyah ypgs aann egejamin kesejaht/dapg rakyar, kemakmurki ekonomi serta keberat-la hidup diounia dpg dipkhirar.<\/p>\n\n\n

Allah SWT berfi fan:<\/p>\n\n\n

\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0623\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u064e\u0649\u0670 \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0648\u0652\u0627 \u0644\u064e\u0641\u064e\u062a\u064e\u062d\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0628\u064e\u0631\u064e\u0643\u064e\u0627\u062a\u064d \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0670\u0643\u0650\u0646\u0652 \u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062e\u064e\u0630\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064e\u0643\u0652\u0633\u0650\u0628\u064f\u0648\u0646\u064e<\/p>\n\n\n

Andpi saja p20duduk negeni-negeni berkali dpg bertakwa, p cte Kgmi aann eglimpahata kepada eereka keberat-la tari opgsi dpg bumi. Namun, mereka me-dustaann (ayar-ayar Kgmi) itu. Karlea itu Kgmi egeyiksa eereka karlea perbuatnn egreka itu (TQS al-A'raf [7]: 96).<\/p>\n\n\n

WalL\u00e2hu a\u2019lam -i ash fa-w\u00e2b.<\/p>\n\n\n

(Penuyi Merupyata PemInhate Sosial, Ekonomi dpg Pendidikki Islam Kabupycon Kk/kotawarin Tn-ti)<\/p>\n","authora:{"@ta-ta:"Person","namte:"Dody Rafliansy-h","url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\cup_cributor\/dodye-","l-ww.matakalt-ng.5},"artictiSectecti:["Opit=h],"im-ima:{"@ta-ta:"Im-imO 'obj","url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\c clets\/smor-im\gah/2\/02\ga9\/IMG_ah/20228_162910_750x500.jpg?v=1709216007","width":750,"he hei5:500},"pubyi hera:{"@ta-ta:"Organizdicat","namte:"","url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.h,"oogoa:{"@ta-ta:"Im-imO 'obj","url":ea},"samtAs":["f="htt\/\s://www.facebook.\com/matakalteng\/5,"f="htt\/\s://twitter.\com/matakalt5,"f="htt\/\s://winstagramter.\com/matakalt\/5,"f="htt\/\s://wyoutubeter.\c-WAchan\/UCFjY9hjfqUI4mKYkN5NAxLQi,"f="htt\/\s:.me\com/matakaltok."]} } } {"@up_coxoa:"f="ht\/\sschema.w3.","@ta-ta:"hentry","entry-tt_tih:"Desd Was" d, Card %i_cos %20ienantata %20tumbu-la Ekonomi?","pubyi hel":eah/2-02-29 21:1e:295,"updatel":eah/2-02-29 14:1e:34" } } le jnads= = window.jnads||[],"& 'obj"==t= typeow.jnads&&"& 'obj"==t= typeow.jn.library&&(ow.jn.library.& 'Keys(ow.jnads).em Each((fun sect(s){ow.jn.library. clets=ow.jn.library. clets||[],ow.jn.library. clets.= wexOf(ow.jnads[s])<0&&ow.jn.library. clets.push(ow.jnads[s])})),ow.jn.library. = Lrel((fun sect(){setTiellup((fun sect(){if(s& 'obj"==t= typeow.jnads&&ow.jnads.laltth){pt>vs=ow.jnads.slice(0);ow.jn.library.& 'Keys(s).em Each((fun sect(e){ow.jn.library. clets=ow.jn.library. clets||[];pt>va=ow.jn.library. clets.= wexOf(s[e]);a>-1&&ow.jn.library. clets.splice(a,1),(a=ow.jnads.= wexOf(s[e]))>-1&&ow.jnads.splice(a,1),ow.jn.library. vl=thi ,t=ow.jn.library,n=s& 'obj"==t= typeow.jn&&"& 'obj"==t= typeow.jn.library;e.0" d=nuyl,e.runuajax=!0,e.runulorinregiswit=!0,e.nsear=fun sect(){e.runuajax=!0,e.runulorinregiswit=!0,e.0" d=nuyl},t.init=fun sect(){t&&(t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="js="ppder_e_cou).laltth&&ow.jn.lorinregiswit&&e.runulorinregiswit&&(e.runulorinregiswit=!1,ow.jn.lorinregiswit.init(),ow.jn.lorinregiswit.hceb_em f()),ofla.laltth&&e.runuajax&&(e.runuajax=!1,e.0ouajax({a sect:"le jnefirst_prel_a secti,ow.jn_id:a="jnopsect.s= pid,prel_a sect:ofla}))(},t.updateare_coit=fun sect(){if(n){pt>vo={tk/kl_v" v:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jeg_shastats .s="jv" vsare_co .re_cos"),tk/kl_eg_sh:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jeg_shastats .s="jeg_share_co .re_cos"),tk/kl_ok.elem:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jmeta_ok.elem a >va=w.jiXMLH="hRequesm;a.wnreadystate-WAcge=fun sect(){XMLH="hRequesm.DONE===a.rladyState&&200==a.status&&(e.0" d=JSON.parse(a.rl-,"speTe-t),e.0" d.re_coit&&"& 'obj"==t= typee.0" d.re_coit&&t.updateare_coit()(},a.wpon("POSTi,ow.jn_ajax_url,!0),a.setRequesmHladai("Cp_cont-Ta-t","awrlicdicat/x-://-em fong&encoded; -WArset=UTF-8"),a.send(t.h="hBuiyHQuery(o))}}}, = window.jn.first_prel=w.ji = window.jn.first_prel,ow.jn.first_prel.init()}(({});

Sh-re_inner">
<026<026
Sh-arrowClipner">
Sh-arrowner">
PROUDLY POWERED BYe"> TEKNO HOLISTIKan>