• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Sabtu, 25 Juli 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Refleksi Hari Kesehatan, Mampukah Menjamin Kesehatan Rakyat

Refleksi Hari Kesehatan, Mampukah Menjamin Kesehatan Rakyat

Rabu, 24 April 2024
in Opini
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Safwatera Weny***

Hari kesehatan sedunia diperingati pada tanggal 7 april 2024, ini ditetapkan sejak World Health Organization (WHO) berdiri tahun 1948. Adapun tema yang diusung adalah ‘my health, my right’ yaitu kesehatan kita adalah hak kita. Mantan Direktur penyakit menular WHO Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama mengatakan melalui kampanye hari kesehatan dunia 2024, diharapkan mampu mewujudkan kesehatan bagi semua agar mendapat akses pelayanan kesehatan bermutu.

Baca juga berita lainnya

Pendidikan Tinggi Kian Mahal, Akses Rakyat Kian Terbatas

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Adapun menurut WHO hak untuk mendapatkan kesehatan yang setara masih mendapat tantangan di berbagai belahan dunia. Terjadinya berbagai wabah dan jenis penyakit, berbagai perang, kelaparan, kematian, polusi udara. Lebih dari separuh penduduk dunia belum mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. (Antaranews.com 7/4/2024). Terdapat banyak persoalan kesehatan yang belum tuntas dan menjadi PR besar negeri Indonesia ini.

Terutama dalam hal biaya kesehatan yang begitu mahal dan kualitas pelayanan yang kurang memadai sehingga menjadi problem bangsa ini. Lalu apakah adanya hari kesehatan dunia mampu menjamin kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. Sesungguhnya jaminan kesehatan yang hari ini diterapkan di dunia adalah berdasarkan kapitalisme neoliberal. Sistem kapitalisme menjadikan layanan kesehatan untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya (profit orinted) artinya tidak ada makan siang gratis.

Layanan kesehatan dalam pandangan kapitalis untuk di bisniskan atau dikomersialkan, sebagaimana di negeri ini pemerintah mengklaim sudah memberikan layanan kesehatan yang baik untuk rakyat melalui BPJS kesehatan. Nyatanya masyarakat diharuskan membayar premi, tetapi pelayanan yang diberikan sangat minimalis dan ala kadarnya. Sedangkan layanan hesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat secara umum, layanan kesehatan menjadi hal yang langka dan sulit terjangkau? Seharusnya diberikan secara gratis atau setidaknya berbiaya murah.

Hal ini menunjukan kapitalisasi kesehatan yang diterapkan negeri ini. Sementara itu negara berlepas tanggung jawab sebagai pengurus rakyat sebaliknya negara menjadi regulator. Bahkan subsidi kesehatan dari APBN semakin berkurang, kapitalisasi kesehatan justru menambah kesengsaraan dan penderitaan rakyat serta menjauhkan layanan kesehatan bagi rakyat. Alam kapitalisme mengajarkan segala sesuatu demi meraih keuntungan bukan orientasi pelayanan. Oleh karena itu seruan hari kesehatan dunia hanyalah slogan tanpa makna.

Sedangkan dalam Islam pelayanan kesehatan dengan kualitas terbaik wajib diberikan oleh negara. Negara yang disebut sebagai Khilafah Islam akan bertanggung jawab penuh memberikan jaminan kesehatan untuk seluruh rakyatnya tanpa melihat status ekonomi, sosial, agama maupun yang lainnya. Kewajiban negara khilafah sebagai pengurus rakyat dan hak setiap rakyat mendapat layanan kesehatan yang layak. Setiap warga berhak mendapat pelayanan secara gratis tanpa dipungut biaya.

Administrasi yang sederhana, segera dalam pelaksanaan, dan dilaksanakan oleh individu yang memiliki keahlian dalam bidangnya. Kisah beberapa pelancong asing yang berpura-pura sakit hanya untuk merasakan sedikit kemewahan dirumah sakit khilafah yang bebas biaya. Rumah sakit di dalam khilafah memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi untuk level dunia.

Adapun pembiayaan sektor kesehatan oleh khilafah bersumber dari pos-pos pendapatan negara, seperti hasil hutan, barang tambang, ganimah, fai, kharaj, jizyah dan pengelolaan harta milik negara lainnya. Dengan pembiyaan tersebut khilafah akan membangun sarana prasarana kesehatan diseluruh penjuru negeri. Pelayanan kesehatan ini dipenuhi negara sebagai tanggung jawabnya dalam mengurus rakyat. Sebagaimana dalam hadits Rasulullah Saw bersabda: “Imam (khalifah) adalah pemelihara dan dia bertanggung jawab atas rakyatnya,” (HR. Al-Bukhari).

Wallahu a’lam bi ash-shawab

(Penulis adalah pemerhati sosial masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur)

Share2Tweet1SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Lampu PJU di Jalan Cilik Riwut Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

Next Post

Minim Anggaran, Paskah Nasional Siap Digelar di Palangka Raya 

Berita Terkait

Opini

Pendidikan Tinggi Kian Mahal, Akses Rakyat Kian Terbatas

Minggu, 14 Juni 2026
Opini

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Jumat, 24 April 2026
Opini

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

Minggu, 8 Maret 2026
Opini

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Minggu, 22 Februari 2026
Opini

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Sabtu, 14 Februari 2026
Opini

Menimbang Arah Diplomasi Perdamaian dan Keberpihakan Kemanusiaan

Senin, 9 Februari 2026
Load More
Next Post

Minim Anggaran, Paskah Nasional Siap Digelar di Palangka Raya 

SDN 2 MB Hulu Menangkan Lomba Cerita Bergambar

Ini Pemenang Dalam Lomba Menari Pada FLS2N SD Tingkat Kabupaten Kotim

Gerindra Siap Berkoalisi Bersama Golkar dalam Pilkada Kotim

Bea Cukai Sampit: Tak Ada Rokok Ilegal di Sampit

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Galian C Ilegal di Talekoi, Diduga Ada Ormas Terseret

Sabtu, 25 Juli 2026

PT PIR Diduga Gunakan Material Ilegal untuk Pemeliharaan Jalan Houling Tambang  PT Hasnur

Jumat, 24 Juli 2026

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

Kamis, 23 Juli 2026

Tabligh Akbar Bersama Ning Umi Laila, Irawati Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiyah

Selasa, 21 Juli 2026

Kotim Sepakati Raperda Penanganan Kawasan Kumuh, Perkuat Dasar Hukum Penataan Permukiman

Senin, 20 Juli 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12235 shares
    Share 4894 Tweet 3059
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5952 shares
    Share 2381 Tweet 1488
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4269 shares
    Share 1708 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3807 shares
    Share 1523 Tweet 952
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3618 shares
    Share 1447 Tweet 905
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2790 shares
    Share 1116 Tweet 698
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2367 shares
    Share 947 Tweet 592
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK