PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memberi harapan baru bagi wilayah perkebunan dan lingkungan sekitarnya dengan membentuk satuan tugas (satgas) khusus. Satgas ini bertugas untuk mengatasi konflik sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat akibat perkembangan investasi sektor perkebunan dan lain sebagainya.
Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran mengatakan, satgas akan menyelesaikan berbagai macam permasalahan yang berkaitan dengan konflik sosial, mulai dari kebun plasma hingga persoalan pabrik kelapa sawit tanpa kebun.
“Tujuan utama satgas ini adalah memastikan kelancaran investasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara seimbang,” ujarnya, Rabu, 28 Februari 2024.
Lebih lanjut gubernur mengharapkan langkah ini akan membantu memenuhi kegelisahan yang terjadi di kalangan pengusaha, keadaan sosial, maupun regulasi yang dibuat pemerintah.
Gubernur menyebutkan walaupun investor berdatangan ke wilayah Kalimantan Tengah dan berinvestasi di sektor pertambangan, perkebunan, hingga perhutanan, masih ada masyarakat yang miskin di wilayah perkebunan. Kendati investasi semakin berkembang dan semakin kuat, masyarakat tetap tidak mengalami kenaikan taraf hidup yang signifikan. Oleh karena itu, Gubernur Kalimantan Tengah meminta pemimpin bisnis lokal (PBS) untuk membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah perkebunan tersebut.
“Perusahaan yang berinvestasi di Kalimantan Tengah harus memenuhi kewajiban mereka terhadap tanggung jawab sosial dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, khususnya yang tinggal di sekitar kebun. Investasi sejatinya harus mampu mensejahterakan masyarakat, bukan hanya sekadar mengejar penghasilan,” tegasnya.
Namun, Sugianto Sabran menyadari, kehadiran investasi di Kalimantan Tengah sangatlah penting, tetapi harus seimbang dengan peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat lokal. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta sangatlah penting untuk membangun sarana prasarana di wilayah Kalimantan Tengah. Tujuannya tentu saja agar kehadiran investasi tidak hanya membawa manfaat bagi perusahaan, tetapi juga dapat membawa manfaat bagi kehidupan masyarakat di dalamnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post