• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Sabtu, 25 Juli 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Jalan Panjang Capai Eliminasi TBC

Jalan Panjang Capai Eliminasi TBC

Sabtu, 2 Maret 2024
in Opini
A A
Share on FacebookShare on Twitter


Oleh: Nur Rahmawati, S.H***

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang banyak merenggut nyawa manusia. Selain penyakit menular, TBC juga butuh waktu panjang untuk disembuhkan. Hal ini menjadi momok menakutkan tersendiri bagi masyarakat, mengingat mereka yang terdeteksi penyakit ini enggan untuk berobat atau menuntaskan pengobatan, sehingga terkesan sulit untuk disembuhkan.

Baca juga berita lainnya

Pendidikan Tinggi Kian Mahal, Akses Rakyat Kian Terbatas

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Bahkan hingga kini, TBC menjadi penyakit berat dan meluas hampir di seluruh negeri. Menurut Erlina yang merupakan dokter spesialis paru menyatakan bahwa Indonesia menjadi negara kedua dengan kasus TB terbanyak. Artinya, Indonesia tidak dalam keadaan baik-baik saja dalam menangani kasus TBC (Liputan6.com, 17-2-2024).

Faktor Penyebab Penularan TBC

Perlunya penanganan serius dan tepat dalam menyelesaikan kasus TBC. Semua ini membutuhkan banyak peran tidak hanya individu, keluarga, dan masyarakat, tetapi yang terpenting adalah peran negara yang memiliki kuasa penuh dalam memenuhi kebutuhan kesehatan warganya.

Indonesia sendiri masih terancam penyakit yang menyerang paru-paru manusia, tidak hanya anak-anak tetapi juga dewasa tanpa pandang usia. Banyak faktor yang berpengaruh terhadap penularan penyakit TBC, di antaranya, kemiskinan dengan segala dampaknya seperti rumah tidak sehat, terlebih mereka yang tinggal di kawasan padat penduduk dan kumuh, tentu berpotensi besar tertular penyakit TBC.

Selain itu, gizi buruk yang sulit dipenuhi sebab keadaan ekonomi yang kurang. Bahkan untuk memenuhi makan tiga kali sehari saja tidak mudah didapatkan oleh kalangan ke bawah. Apalagi, memikirkan biaya kesehatan, bisa jadi tidak masuk dalam daftar pembiayaan kehidupan mereka. Terlebih pengobatan penyakit TBC yang membutuhkan waktu lama, sehingga membatasi ruang gerak mereka untuk memenuhi nafkah hidup keluarga.

Oleh karenanya, kebanyakan dari mereka yang tertular akan abai dan menghentikan pengobatan TBC yang diderita. Tidak sampai di situ, kurangnya sosialisasi dan pemahaman akan bahaya serta cara mencegah penyakit TB, belum gencar dilakukan. Hal ini sebenarnya tidak cukup, jika hanya mensosialisasikan tanpa diimbangi dengan aksi nyata terpenuhinya kebutuhan gizi masyarakat yang sebenarnya tanggung jawab negara.

Sistem Kapitalisme Biang Keroknya

Beberapa faktor tersebut hanya sebagian kecil dari banyak faktor yang lain. Semua ini merupakan buah dari penerapan sistem kapitalisme. Sistem yang menjadikan kesehatan masyarakat sebagai bahan komoditas untuk diambil keuntungannya oleh sebagian orang atau kelompok yang memiliki modal atau para oligarki, sehingga akan sangat terasa kesenjangan antara yang kaya dan miskin.

Bagi kalangan mampu maka mereka akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik dan sebaliknya. Inilah tabiat sesungguhnya dari sistem kapitalisme yang memudahkan pelaku dalam hal ini para elite kapital atau yang memiliki modal bisa berkuasa dan mengatur meski mengabaikan hak rakyat.

Sistem yang mengabaikan kesejahteraan rakyat demi meloloskan kepentingan segelintir orang. Sistem ekonomi kapitalisme inilah, biang keroknya yang menjadi akar dari persoalan kasus TBC tak kunjung usai. Maka, perlu melakukan perubahan sistem untuk menyelesaikan segala problematika yang terjadi pada negeri ini, tanpa terkecuali kasus TBC.

Islam Solusi

Memastikan ketersediaan layanan kesehatan adalah salah satu kewajiban negara. Mewujudkan masyarakat sehat dan terbebas dari penyakit hanya dapat tercapai dengan sistem Islam. Bagaimana tidak, negara dengan menerapkan sistem Islam akan mengupayakan secara serius untuk memenuhinya, termasuk dalam kasus TBC.

Adanya higiene dan sanitasi termasuk riset metode pengobatan dan pencegahan yang efektif, serta eliminasi TBC akan dipenuhi secara maksimal oleh negara yang menerapkan sistem Islam secara komprehensif dan efektif. Islam mewajibkan negara untuk menjamin kesejahteraan rakyat, termasuk penyediaan rumah sehat bagi rakyat secara gratis tanpa terkecuali.

Tidak ada pembedaan antara kaya dan miskin, semua mendapatkan hak yang sama sebagai warga negara Islam. Negara wajib mengupayakan berbagai hal untuk mencegah dan memberantas penyakit TBC, termasuk mendukung riset untuk menemukan pencegahan dan pengobatan yang efektif. Inilah solusi yang ditawarkan oleh Islam.

Selain itu, adanya upaya mengedukasi masyarakat oleh pemerintah tentang bahaya penyakit dan pencegahannya. Hal ini dilakukan untuk memberikan pemahaman masyarakat sehingga tumbuh kesadaran, sehingga dengan senang hati rakyat melakukan pencegahan bersama. Bagi mereka di sistem Islam, upaya pencegahan sebagai bentuk ketaatan tidak hanya kepada Allah Swt. tetapi juga kepada pemimpin. Sebagaimana Allah Subhanahu Wa taala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَطِيْـعُوا اللّٰهَ وَاَ طِيْـعُوا الرَّسُوْلَ وَاُ ولِى الْاَ مْرِ مِنْكُمْ ۚ فَاِ نْ تَنَا زَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَا لرَّسُوْلِ اِنْ كُنْـتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَـوْمِ الْاٰ خِرِ ۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا

“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 59).

Maka, kembali melanjutkan kehidupan yang berasaskan Islam menjadi kewajiban dan kebutuhan masyarakat saat ini dan akan datang. Hanya sistem Islam solusi tepat dan menyeluruh serta tuntas menyelesaikan segala persoalan, termasuk kasus TBC.

Wallahu’alam bishawab!

(Penulis merupakan Praktisi Pendidikan di Kotim)

Share4Tweet3SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Hindari Mobil Lawan Arah, Truk Pertamina Terguling di Gohong

Next Post

Rekapitulasi di Tingkat Kabupaten Kotim Selesai, Ini Nama yang Unggul Menuju DPD RI

Berita Terkait

Opini

Pendidikan Tinggi Kian Mahal, Akses Rakyat Kian Terbatas

Minggu, 14 Juni 2026
Opini

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Jumat, 24 April 2026
Opini

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

Minggu, 8 Maret 2026
Opini

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Minggu, 22 Februari 2026
Opini

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Sabtu, 14 Februari 2026
Opini

Menimbang Arah Diplomasi Perdamaian dan Keberpihakan Kemanusiaan

Senin, 9 Februari 2026
Load More
Next Post

Rekapitulasi di Tingkat Kabupaten Kotim Selesai, Ini Nama yang Unggul Menuju DPD RI

Catat!! Ini 8 Program Prioritas Pemkab Barsel

KPU Kotim Akui Sempat Terjadi Kesalahan pada Aplikasi Sirekap, Waduh...

Kinerja Penyelenggaraan Pemilu di Kabupaten Katingan Diapresiasi

Kunjungi Markas TNI, Anak Paud Dikenalkan Kehidupan Militer

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Galian C Ilegal di Talekoi, Diduga Ada Ormas Terseret

Sabtu, 25 Juli 2026

PT PIR Diduga Gunakan Material Ilegal untuk Pemeliharaan Jalan Houling Tambang  PT Hasnur

Jumat, 24 Juli 2026

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

Kamis, 23 Juli 2026

Tabligh Akbar Bersama Ning Umi Laila, Irawati Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiyah

Selasa, 21 Juli 2026

Kotim Sepakati Raperda Penanganan Kawasan Kumuh, Perkuat Dasar Hukum Penataan Permukiman

Senin, 20 Juli 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12235 shares
    Share 4894 Tweet 3059
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5952 shares
    Share 2381 Tweet 1488
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4269 shares
    Share 1708 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3807 shares
    Share 1523 Tweet 952
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3618 shares
    Share 1447 Tweet 905
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2790 shares
    Share 1116 Tweet 698
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2367 shares
    Share 947 Tweet 592
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK