• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Hilangnya Naluri Keibuan, Tanggung Jawab Siapa?

Hilangnya Naluri Keibuan, Tanggung Jawab Siapa?

Jumat, 15 Maret 2024
in Opini
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dewi Utami, S.Pd.I ***

Ibu adalah figur orangtua yang sangat mulia. Bahkan dalam Islam, seorang ibu dipandang lebih mulia dari ayah. Ibu merupakan sekolah pertama serta tempat berlindung yang aman bagi anak-anaknya. Namun mirisnya sistem kapitalisme yang saat ini bercokong dalam kehidupan melumpuhkan peran penting seorang ibu. Hal ini nampak pada semakin tingginya kasus perdagangan bayi yang diantara pelakunya merupakan ibu kandungnya sendiri.

Baca juga berita lainnya

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Seto Mulyadi menyebut bahwa terungkapnya kasus perdagangan bayi oleh Polres Metro, Jakarta Barat merupakan fenomena gunung es. Menurutnya, meskipun terdapat lima bayi yang diamankan dalam perdagangan gelap tersebut, masih banyak kasus serupa yang belum terungkap lantaran tidak tercium aparat berwenang. Kak Seto juga mengusulkan agar Pemerintah DKI Jakarta membentuk unit khusus perlindungan anak di tingkat RT. Kak Seto menyebutnya dengan istilah Sparta (Seksi Perlindungan Anak Tingkat Rukun Tetangga)(republika.co.id 24/2/2025)

Kemen PPPA sebut ibu penjual bayi dari kelompok rentan secara ekonomi
Asisten Deputi (Asdep) Perlindungan Khusus Anak dan Kekerasan Kementerian Pemberdaaan Perempuan dan dan Perlindungan Anak (PPPA), Ciput Eka Purwanti saat ditemui usai jumpa pers di Polres Metro Jakarta Barat, Juma Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyebutkan, para ibu yang menjual anak atau bayinya umumnya berasal dari kelompok rentan secara ekonomi.

Sebelumnya, Polres Jakarta Barat telah menetapkan seorang ibu berinisial T (35) asal Tambora, Jakarta Barat sebagai tersangka dalam kasus perdagangan bayi pada 19 Januari 2024. (antaranews.com 23-2-2024). Kasus perdagangan bayi adalah perilaku kejahatan yang harus ditindak tegas dan dibasmi secara tuntas hingga ke akar permasalahannya. Apalagi dalam kondisi kemiskinan seorang ibu dengan mudah menjadi sasaran kejahatan bagi sindikat perdagangan bayi.

Kondisi Inilah tercipta karena sistem sekularisme, yaitu sistem yang memisahkan agama dari ranah kehidupan. Agama diambil hanya sebagai agama yang mengatur masalah ibadah saja bukan sebagai aturan seluruh kehidupan manusia. Sehingga dalam kehidupanpun lahir sistem kapitalisme, yang memberikan kebebasan bertindak berdasarkan asas manfaat materi semata.

Tidak heran jika dalam kehidupan manusia saat ini diliputi dengan berbagai macam problematika kehidupan. Hal ini dipicu karena lemah dan hilangnya keimanan dan ketaatan kepada Allah.  Sehingga menyebabkan keroposnya ketahanan individu, keluarga, masyarakat dan negara yang mana seharusnya elemen tersebut menjadi ujung tombak peradaban, namun sebaliknya dalam sistem sekularisme elemen tersebut justru jauh dari harapan.

Dengan demikian selagi sistem sekularisme, kapitalisme masih diemban dalam kehidupan di negeri, berbagai problematika kehidupan yang meliputi kerusakan-kerusakan, kejahatan, kemaksiatan akan terus menerus tumbuh dengan subur. Karena sejatinya dalam sistem kapitalisme hukum yang diterapkan tidaklah membuat efek jera bagi pelaku. Maka untuk mengatasi segala problematika kehidupan tersebut dibutuhkan sebuah sistem yang mampu mencabut dan mengganti sistem yang sudah terbukti rusak dan menyengsarakan.

Islam Sistem Sempurna

Islam adalah dien yang sempurna dan paripurna. Sepanjang sejarahnya Islam menorehkan tinta keemasan dan kejayaan. Pada masa Rasulullah Saw Islam diterapkan secara total dalam aspek kehidupan. Para sahabat dan masyarakat dibina dengan pemahaman Islamiyah sehingga terbentuk juga pola sikap Islamiyah. Yang mana ketundukan mereka terhadap dien sangatlah kuat.
Rasulullah Saw bertanggung jawab penuh atas segala urusan hidup masyarakatnya.

Termasuk dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sehingga tidak ada masyarakat yang terbelakang perekonomiannya. Selain itu Rasulullah Saw menindak tegas perilaku yang menyimpang dari ajaran Islam. Dalam kasus ini Rasulullah Saw melarang perdagangan orang termasuk bayi. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: Allah Azza wa Jalla berfirman: “

Tiga golongan yang Aku akan menjadi musuh mereka di hari Kiamat; pertama: seorang yang bersumpah atas nama-Ku lalu ia tidak menepatinya, kedua: seseorang yang menjual manusia merdeka dan memakan hasil penjualannya, dan ketiga: seseorang yang menyewa tenaga seorang pekerja yang telah menyelesaikan pekerjaan itu akan tetapi dia tidak membayar upahnya”.

Allah SWT juga menjelaskan dalam ayatnya bahwa setiap anak memiliki rezeki sesuai yang sudah ditentukan. Sehingga seorang ibu dan ayah tidak mengawatirkan kondisi kehidupannya. Firman Allah : “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan,Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”. [Al Isra’/17 : 70].

Hikmah.

Sebagai hamba yang mengimani Allah sebagai Tuhan, maka sudah selayaknya seluruh elemen baik individu, keluarga, masyarakat dan negara harus mengambil Islam secara kaffah (menyeluruh). Yaitu menerapkan hukum Islam baik dalam sistem pendidikan, kesehatan, hukum, ekonomi, sistem pergaulan dll. Islam melarang mengambil hukum hanya secara sebagian saja.

Perintah menjalankan agama Islam secara kaffah (menyeluruh) ini termaktub dalam surah Al Baqarah ayat 208. Allah SWT berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam (kedamaian) secara menyeluruh dan janganlah ikuti langkah-langkah setan! Sesungguhnya ia musuh yang nyata bagimu”.

Untuk itulah negara sebagai elemen pertama yang wajib menerapkan Islam dalam mengatur segala urusan masyarakat. Negara juga bertanggung jawab dalam menciptakan kedamaian, ketenangan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya. Sehingga segala bentuk kesengsaraan dan problematika kehidupan rakyat akan teratasi dengan baik. Wallahu’alam.

(Penulis Merupakan Pemerhati Remaja Kotawaringin Timur)

Share3Tweet2SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Hera Imbau Masyarakat Terdampak Banjir Mengungsi

Next Post

Bappedalitbang Bahas 45 Indikator Target Indonesia Emas

Berita Terkait

Opini

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Jumat, 24 April 2026
Opini

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

Minggu, 8 Maret 2026
Opini

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Minggu, 22 Februari 2026
Opini

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Sabtu, 14 Februari 2026
Opini

Menimbang Arah Diplomasi Perdamaian dan Keberpihakan Kemanusiaan

Senin, 9 Februari 2026
Opini

Ketimpangan Global: Wajah Nyata Kegagalan Kapitalisme

Minggu, 18 Januari 2026
Load More
Next Post

Bappedalitbang Bahas 45 Indikator Target Indonesia Emas

Dinas TPHP Gelar Pasar Tani pada Ramadhan Festival 1445 H

Mempromosikan Keindahan Kalteng melalui Slogan Charming Central Kalimantan

Disdik Targetkan Lulusan SMK Kuasai Tiga Kompetensi Dasar

Memacu Pertumbuhan Ekonomi di Kalteng dengan Program SJK

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK