SAMPIT – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Juliansyah, menyampaikan apresiasi atas pembangunan Jembatan Garuda di Desa Barunang Miri, Kecamatan Parenggean.
Namun di sisi lain, ia juga berharap pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut dapat terus dilanjutkan, termasuk pembangunan jembatan beton di Dusun Tandang yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.
“Dengan adanya kegiatan ini kami sebagai DPRD Kabupaten Kotim mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah membantu memberikan jembatan gantung kepada masyarakat di Desa Barunang Miri, Kecamatan Parenggean,” ujarnya, Senin 6 April 2026.
Menurutnya, keberadaan Jembatan Garuda akan membawa dampak positif bagi masyarakat karena selama ini akses transportasi warga masih terbatas. Banyak warga yang harus menggunakan rakit atau alat penyeberangan sederhana untuk melintasi sungai.
Dengan adanya jembatan tersebut, aktivitas masyarakat diperkirakan akan menjadi lebih mudah, terutama bagi anak-anak yang setiap hari harus menyeberang untuk pergi ke sekolah.
“Dengan adanya jembatan ini tentu akan mempermudah akses anak-anak sekolah dan juga masyarakat yang membawa hasil bumi seperti sayur-mayur dan lainnya untuk menuju tempat penjualan,” katanya.
Selain membantu mobilitas warga, jembatan tersebut juga akan memperlancar hubungan antarwilayah di sekitar Desa Barunang Miri. Beberapa desa di sekitarnya diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dari keberadaan jembatan tersebut.
Ia menyebutkan bahwa akses menuju Desa Bungkus di Kecamatan Tualan Hulu, kawasan desa transmigrasi, serta Desa Baringin Tunggal Jaya akan menjadi lebih mudah dengan adanya jembatan tersebut.
“Dengan adanya jembatan ini hubungan antar desa menjadi lebih lancar, khususnya bagi masyarakat di Desa Barunang Miri dan desa-desa di sekitarnya,” ujarnya.
Meski demikian, Juliansyah menilai kebutuhan infrastruktur di wilayah tersebut masih cukup besar. Salah satu yang dinilai sangat mendesak adalah pembangunan jembatan beton di Dusun Tandang yang berfungsi sebagai penghubung menuju kawasan permukiman dan wilayah transmigrasi.
Menurutnya, jembatan tersebut nantinya akan menjadi akses penting bagi masyarakat yang berada di jalur H, mulai dari SP2, SP3 hingga SP7 yang selama ini masih memerlukan penghubung yang lebih permanen.
“Di wilayah Dusun Tandang masih sangat dibutuhkan jembatan beton sebagai penghubung menuju wilayah-wilayah transmigrasi, terutama jalur H mulai dari SP2, SP3 sampai SP7,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa usulan pembangunan jembatan beton tersebut sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah daerah. Bahkan rencana tersebut sudah muncul sejak masa kepemimpinan Bupati Kotim sebelumnya.
“Usulan itu sudah beberapa kali kita ajukan kepada pemerintah daerah. Bahkan pada masa Bupati terdahulu Supian Hadi juga sudah pernah disampaikan, namun karena keterbatasan anggaran hingga kini belum bisa direalisasikan,” katanya.
Karena itu, pihaknya berharap ke depan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut dapat kembali mendapat perhatian dari pemerintah pusat, termasuk kemungkinan melalui program pembangunan yang melibatkan TNI.
Menurut Juliansyah, dukungan dari pemerintah pusat sangat penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah yang memiliki wilayah luas seperti Kotim.
Ia juga berharap masyarakat dapat ikut menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami berharap setelah jembatan ini selesai dibangun, masyarakat bersama pemerintah desa dan kepala dusun dapat bekerja sama untuk merawatnya sehingga bangunan ini tetap terpelihara dan bisa digunakan dalam waktu yang lama,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post