SAMPIT – Komandan Korem (Danrem) 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko menyampaikan bahwa kehadiran Korem di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih dalam tahap pembangunan. Meski demikian, keberadaan satuan baru tersebut diyakini akan memberikan dampak positif bagi perkembangan daerah, baik dari sisi keamanan, ekonomi maupun peluang bagi generasi muda setempat.
“Keberadaan Korem ini memang masih baru karena proses pergeseran dari Palangkaraya menuju Sampit masih berlangsung. Saat ini kami masih dalam tahap pembangunan sehingga kantor maupun perumahan belum tersedia,” ujar Brigjen TNI Wimoko, Senin 6 April 2026.
Ia menjelaskan, untuk sementara waktu aktivitas Korem masih memanfaatkan fasilitas milik Kodim 1015 Sampit. Karena itu, sejumlah personel yang telah ditempatkan di Kotim juga masih menggunakan sarana yang tersedia di lingkungan Kodim.
“Kami masih menggunakan perkantoran milik Kodim sehingga yang kami tempati saat ini masih fasilitas Kodim,” jelasnya.
Menurutnya, pembangunan markas Korem akan dilakukan secara bertahap sepanjang tahun 2026. Pada tahap awal akan dilakukan proses land clearing sebelum dilanjutkan dengan pembangunan fasilitas utama.
“Untuk tahun 2026 ini masih tahap land clearing. Setelah itu kami targetkan pada akhir 2026 minimal markas komando sudah selesai, termasuk beberapa kantor, perumahan pejabat utama, serta pembangunan masjid,” katanya.
Brigjen TNI Wimoko menambahkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung pembangunan sarana prasarana Korem di Kotim. Termasuk menjalin komunikasi dengan perwakilan anggota DPR RI dari Kalimantan Tengah.
Ia menyebut sejumlah nama anggota DPR yang diharapkan dapat membantu mendorong dukungan pembangunan tersebut, di antaranya perwakilan Komisi I serta Komisi V DPR RI yang berasal dari Kalimantan Tengah.
“Melalui mereka kami berharap bisa menjadi penyambung aspirasi kepada pemerintah pusat, termasuk kepada kementerian terkait untuk mendukung pembangunan fasilitas perumahan bagi prajurit,” ujarnya.
Salah satu rencana yang sedang diupayakan adalah pembangunan rumah susun bagi personel TNI yang bertugas di wilayah Kotim. Usulan tersebut nantinya diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan hunian prajurit.
“Kami berharap bisa mengajukan pembangunan rusun, mungkin untuk Kodim satu unit dan untuk Korem dua unit,” katanya.
Lebih lanjut, Brigjen TNI Wimoko menilai keberadaan Korem di Kotim memiliki sejumlah tujuan strategis bagi perkembangan wilayah tersebut. Salah satunya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan jumlah personel TNI yang bertugas di wilayah tersebut.
Menurutnya, saat ini sudah terdapat ratusan personel baru yang ditempatkan di Kotim sebagai bagian dari penguatan satuan TNI di daerah.
“Sekarang ini sudah ada sekitar 700 personel yang ditempatkan di wilayah Kotim. Mereka tentu membawa gaji dan tunjangan sehingga secara tidak langsung membantu memutar roda perekonomian daerah,” jelasnya.
Dengan adanya tambahan personel tersebut, aktivitas ekonomi di sekitar wilayah penempatan prajurit diperkirakan akan semakin meningkat karena kebutuhan hidup sehari-hari para prajurit juga dipenuhi di daerah setempat.
Selain itu, kehadiran Korem juga dinilai dapat membantu percepatan pelaksanaan berbagai program strategis nasional di daerah. Beberapa di antaranya seperti pembangunan infrastruktur, program ketahanan pangan, hingga kegiatan pembangunan yang melibatkan TNI bersama pemerintah.
“Kami juga berusaha membantu percepatan program strategis nasional, seperti pembangunan jembatan, cetak sawah, optimalisasi lahan pertanian serta program pembangunan lainnya,” ujarnya.
Tidak hanya itu, keberadaan Korem dan Kodam di Kalimantan Tengah juga membuka peluang yang lebih besar bagi putra-putra daerah untuk bergabung menjadi prajurit TNI.
Brigjen TNI Wimoko menjelaskan bahwa sebelumnya proses seleksi calon prajurit dari Kalimantan Tengah harus mengikuti tahapan lanjutan di Kalimantan Barat, sehingga peluang bagi peserta dari daerah lain seringkali lebih besar.
“Dulu kalau ingin menjadi tentara harus mengikuti seleksi hingga ke Pontianak. Sekarang dengan adanya Kodam di Palangkaraya, proses penentuan juga berada di wilayah Kalimantan Tengah sehingga peluang bagi putra-putra daerah semakin terbuka,” katanya.
Ia berharap kondisi tersebut dapat mendorong lebih banyak generasi muda dari Kotim maupun wilayah Kalimantan Tengah untuk bergabung dengan TNI.
Di sisi lain, keberadaan personel TNI yang lebih banyak juga diharapkan mampu memperkuat stabilitas keamanan di wilayah Kotim.
Menurutnya, keamanan dan ketertiban merupakan faktor utama bagi perkembangan suatu daerah, termasuk dalam menarik minat investor untuk menanamkan modal.
“Suatu daerah bisa berkembang jika keamanan dan ketertiban terjamin. Dengan kondisi yang aman, investor tentu akan memiliki keyakinan untuk berusaha dan berinvestasi di daerah tersebut,” jelasnya.
Karena itu, Brigjen TNI Wimoko menilai kehadiran Korem di Kotim tidak hanya berkaitan dengan penguatan pertahanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post