SAMPIT – Fenomena teror ketuk pintu yang saat ini marak terjadi di Kotawaringin Timur (Kotim), khususnya di wilayah Kota Sampit, telah menjadi momok menakutkan dan misteri besar bagi masyarakat setempat sehingga menimbulkan kontroversi dan keresahan.
Menanggapi hal ini, Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain menyampaikan bahwa dalam satu minggu terakhir, pihaknya telah melakukan analisa terhadap teror ketuk pintu tersebut. Namun, hasil analisa ini tidak langsung disampaikan kepada media.
“Kami melihat dulu fakta-fakta di lapangan sebelum mengambil langkah-langkah lebih lanjut,” ujar Resky, Rabu, 31 Juli 2024.
Ia juga menjelaskan bahwa anggotanya telah ditugaskan untuk melakukan analisa, wawancara dengan masyarakat, dan pengecekan rekaman CCTV di berbagai lokasi yang melaporkan kejadian tersebut. Dari hasil analisa tersebut, beberapa kemungkinan penyebab teror ketuk pintu.
“Jadi, ada beberapa hal yang dapat kami sampaikan. Teror ketuk pintu itu bisa saja disebabkan oleh orang yang usil yang tidak terekam kamera. Selain itu, faktor cuaca atau angin juga dapat menyebabkan suara ketukan yang memicu kepanikan,” jelas Resky.
Selain itu, dirinya juga menambahkan bahwa kemungkinan adanya individu yang ingin mencari perhatian (panjat sosial) dengan menciptakan isu negatif di lingkungan masyarakat juga tidak bisa diabaikan.
Resky menegaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada laporan tindak pidana yang berkaitan langsung dengan isu teror ketuk pintu. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang.
Untuk itu pihaknya telah berkoordinasi dengan lingkungan sekitar, polsek jajaran, dan bekerja sama dengan Pamswakarsa untuk mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling).
“Ini juga perlu kita edukasi bahwa untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat. Kami juga sudah imbau, melakukan kerja sama dengan lingkungan sekitar sudah kita sampaikan juga kepada polsek jajaran berkolaborasi dengan pamswakarsa untuk mengaktifkan siskamling,” jelasnya.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat, Kapolres juga mengedukasi warga agar tetap waspada dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya.
Dengan upaya tersebut, diharapkan masyarakat Kotim dapat merasa lebih aman dan nyaman, serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang dapat menimbulkan kepanikan.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post