SAMPIT – Juru bicara Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Arsi Saputra menyampaikan, sejumlah catatan kritis kedepan yang perlu diingat pemerintah setempat dalam penyusunan rancangan pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) Kotim.
“Pertama, terkait dengan program kedepan, perlu posisioning dan revitalisasi Kotim sebagai pintu gerbang Kalteng. Yang hari ini pelan-pelan tapi pasti bisa bergeser ketetangga Kabupaten sebelah kalau tidak cepat-cepat sadar mendapat perhatian yang serius dari kita semua,”ujarnya, Rabu 31 Juli 2024.
Kemudian lanjutnya, pembangunan Kualitas Manusia Kotim secara berkelanjutan. Ini juga menjadi acuan utama dalam menyongsong 2045. Menurutnya, masih belum terlambat, kalau pemerintah mulai dengan serius hari ini, dengan membuat cetak biru Pendidikan atau jalan emas Pendidikan Kotim menuju 2025.
“Karena Pendidikan adalah intrumen rekayasa sosial yang sangat efektif untuk memberikan kepastian masa depan secara individu maupun negara dalam mencapai kemakmuran. Dan ini terbukti daerah dan negara yang fokus pada Pendidikan akan menempatkan mereka sebagai daerah maju,”tegasnya.
Tambah Ardi, terkait tatakelola sumber daya alam daerah juga, perlu menjadi perhatian. Mulai hari ini pemerintah harus berhitung kembali, asset dan potensi SDA yang ada sehingga betul-betul memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan public Kotawaringin Timur.
“Jangan sampai kita hanya puas sebagai penonton atas kekayaan sendiri yang dinikmati orang lain. Terutama rebranding dan revitalisasi Kota Sampit sebagai Ibukota Kotim, dengan implementasi pembangunan sesuai dengan tataruang kota yang benar, dan pembangunan prilaku dan budaya bersih, sadar lingkungan. Sehingga kota Sampit menjadi kota yang menarik, punya kesan dan selalu menjadi impian untuk orang berkunjung,”ujarnya.
Tidak seperti saat ini kata Ardi, trotoar menjadi tempat jualan, sampah masih berserakan, drainase tidak berfungsi, banjir selalu terjadi, jalan dalam kota banyak yang rusak. Ini menjadi PR untuk pemerintah kedepan agar tetap konsisten dalam pembangunan kota.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post