SAMPIT – Dalam rangka mengikuti gelar panen karya se Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), ragam karya dipamerkan oleh sejumlah Sekolah Dasar di wilayah itu. Salah satunya siswa dari SDN 9 Baamang Tengah membuat dan menjual telur asin dalam kegiatan itu.
“Cara membuatnya mudah, pertama siapkan bahah-bahannya terlebih dahulu yaitu bawang putih, cabai dan garam. Siapkan air untuk mencuci telur tersebut supaya pori-porinya terlepas dari cangkang telur. Setelah dicuci tunggu kering dan siapkan air untuk merendam telur dengan garam,”ujar Gilang yang merupakan siswa kelas 5 di sekolah itu, Rabu 31 Juli 2024.
Menurutnya, proses pembuatan telur asin memakan waktu selama 5 hari hingga rasa telur menjadi asin. Per biji telur itu dihargai Rp 6 ribu.
“Membuatnya berkelompok dan membuatnya gampang karena sudah tahu caranya. Insyaallah kedepannya ingin kita kembangkan diluar kegiatan ini,”kata Gilang.
Sementara itu Kepala Sekolah SDN 9 Baamang Tengah Dewi Setiawati mengatakan, dalam panen karya ini sekolahnya mengangkat tema tentang daur ulang kehidupan, sehingga tidak hanya ada yang membuat telur asin saja, namun ada banyak kerajinan tangan juga yang dipamerkan.
“Ada pengelolaan sampah yang bisa dijadikan barang bermanfaat untuk kedepannya, contohnya dari bahan plastik bisa dibuat menjadi pot bunga termasuk untuk tempat menanam sayur, kemudian sampah dari daun kering yang ada si sekitar sekolah dijadikan berbagai macam kerajinan tangan,”ujarnya.
Tambah Dewi, yang membuat kerjainan ini semua dari anak-anak didiknya dengan dibantu oleh guru pembimbing atau guru kelas masing-masing.
“Ini sudah satu tahun kami laksanakan, karena di SDN 9 Baamang Tengah sejak 2023 sudah menerapkan kurikulum merdeka belajar. Harapan kita anak-anak bisa menerapkan ilmu ini nantinya di rumah, pertama agar mengurangi limbah di lingkungan, kedua ini juga bisa bernilai ekonomi jika dilakukan dengan serius,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post