PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran bersama jajaran unsur Forkopimda menyambut kedatangan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama Tim Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di VIP Room Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.
Kedatangan rombongan pejabat tinggi negara ini turut dihadiri sejumlah pimpinan lembaga, di antaranya Agus Subiyanto, ST Burhanuddin, Listyo Sigit Prabowo, Bahlil Lahadalia, Raja Juli Antoni, serta Muhammad Yusuf Ateh, bersama jajaran Satgas PKH.
Kehadiran lintas kementerian dan lembaga tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam mendorong penertiban kawasan hutan serta penguatan tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan di Kalimantan Tengah.
Usai tiba di Palangka Raya, rombongan langsung bertolak menuju Kabupaten Murung Raya untuk meninjau lokasi perusahaan yang saat ini tengah dalam proses penyidikan oleh Kejaksaan Agung. Peninjauan tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap aktivitas di kawasan hutan.
Setelah menyelesaikan agenda di Murung Raya, rombongan kembali ke Palangka Raya sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta melalui Bandara Halim Perdanakusuma pada hari yang sama.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap langkah penegakan hukum yang dilakukan pemerintah pusat, khususnya terkait penanganan aktivitas tambang ilegal.
“Ya intinya begini, kami menghormati apa pun keputusan pusat. Ini kan proses hukum, prosedur hukum, kita hormati,” ujarnya. Dia menambahkan, pemerintah daerah tetap mendukung penuh kebijakan yang diambil pemerintah pusat, sembari menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada kewenangan yang berwenang.
“Sebagai pemerintah daerah, tentu kami mendukung kebijakan pemerintah pusat. Tapi ini masih berproses, jadi kita hormati saja. Karena ini juga kewenangan pusat,” tegasnya. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan upaya penertiban kawasan hutan dapat berjalan lebih efektif, sekaligus menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan pembangunan daerah di Bumi Tambun Bungai.
(nra/matakalteng)





















Discussion about this post