PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Dinas Kesehatan menggelar Pertemuan Pembentukan Pos TB Desa/Kelurahan dalam rangka peningkatan kapasitas kader Tuberkulosis (TB) di Mercure Hotel Pangkalan Bun, Rabu 8 April 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat penanggulangan Tuberkulosis (TB) yang hingga kini masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat.
Pembentukan Pos TB Desa/Kelurahan diharapkan menjadi garda depan dalam mendukung deteksi dini, pendampingan pengobatan, serta edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya TB.
Sebanyak 80 peserta mengikuti kegiatan ini, yang terdiri dari unsur Baperida, DPMD, Bidang P2P, pengelola Program TB se-Kabupaten Kobar, serta kader TB dari wilayah Kecamatan Arut Selatan dan Kecamatan Kumai.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kobar yang diwakili oleh Sekretaris, Arif Susanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa TB masih menjadi tantangan besar dalam bidang kesehatan, baik secara nasional maupun daerah.
“Indonesia masih termasuk negara dengan beban Tuberkulosis yang tinggi di dunia. Oleh karena itu, pemerintah telah menetapkan komitmen nasional untuk mewujudkan eliminasi Tuberkulosis pada tahun 2030. Target ini tentu menjadi tantangan besar bagi kita semua, termasuk bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa upaya penanggulangan TB tidak dapat hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan semata. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, dukungan pemerintah desa dan kelurahan, serta keterlibatan aktif masyarakat.
Menurutnya, Pos TB Desa/Kelurahan diharapkan dapat menjadi ruang gotong royong kesehatan, tempat para kader bergerak dari pintu ke pintu, seperti lentera kecil yang membantu menemukan kasus TB lebih dini, melakukan pelacakan kontak erat, memberikan edukasi, serta mendampingi pasien hingga tuntas menjalani pengobatan.
(lih/matakalteng)






















Discussion about this post