SAMPIT – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit terus melakukan penguatan layanan kesehatan rujukan dengan menghadirkan berbagai program pelayanan spesialistik. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan rujukan pasien ke luar daerah, khususnya ke Palangka Raya, serta meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Kepala Bidang Pelayanan Medik sekaligus Kepala Instalasi Rawat Jalan RSUD dr Murjani, dr. Anggun Iman Hernawan, Sp.Ok, mengatakan saat ini RSUD Murjani telah menjalankan program KJSU yang mewajibkan dokter-dokter spesialis mengikuti pelatihan sesuai bidangnya.
“Sekarang Murjani sudah ada program KJSU, yang mana dokter-dokternya harus melalui pelatihan. Seperti dokter jantungnya kita latih dan dokter sarafnya juga kita latih,” ujar dr Iman, Minggu 25 Januari 2026.
Ia menjelaskan, selama ini banyak pasien yang harus dirujuk ke Palangka Raya, khususnya untuk kasus stroke. Namun dengan adanya peningkatan kompetensi dokter spesialis saraf, kini pasien stroke sudah bisa ditangani langsung di RSUD Murjani.
“Yang mana selama ini banyak pasien yang kita rujuk ke Palangka Raya, sekarang pasien-pasien stroke sudah tidak kita rujuk lagi, sudah bisa terlayani di Murjani,” jelasnya.
Selain layanan stroke, pelayanan jantung juga terus diperkuat. Dokter spesialis jantung yang sebelumnya sempat tidak aktif kini mulai kembali memberikan pelayanan. Bahkan, ke depan RSUD Murjani ditargetkan mampu melakukan tindakan pemasangan ring jantung secara mandiri.
“Pelayanan jantung juga dokternya sudah mulai kembali lagi. Mudah-mudahan di pertengahan tahun kita sudah bisa melakukan pemasangan ring jantung di Murjani, sehingga pasien tidak lagi harus dirujuk, bisa kita selesaikan di sini,” katanya.
Untuk layanan cuci darah (hemodialisis), dr Iman mengakui saat ini jumlah pasien terus meningkat signifikan. Antrian pasien cuci darah bahkan telah mencapai lebih dari 300 orang, sementara jumlah alat yang tersedia masih terbatas.
“Untuk cuci darah kita juga sudah ada tambahan alat, yang mana sekarang antrian pasien cuci darah sudah sampai 300 lebih. Sementara alat kita terbatas sedangkan antrian cukup banyak, terutama untuk cuci darah ini akan dilakukan terus-menerus seumur hidup,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, dengan keterbatasan tersebut, penerimaan pasien baru cuci darah sangat bergantung pada ketersediaan slot layanan. “Bagaimana pasien bisa masuk, mohon maaf, kecuali ada pasien sebelumnya yang meninggal baru bisa masuk slot pasien baru,” ujarnya.
Meski demikian, dr Iman bersyukur karena RSUD Murjani baru saja mendapatkan tambahan alat hemodialisis. Dengan tambahan tersebut, diharapkan kapasitas pelayanan dapat meningkat secara signifikan.
“Tapi alhamdulillah kemarin kita sudah ada tambahan alat. Mudah-mudahan antrian yang ada kita bisa layani, dalam satu kali pelayanan bisa langsung banyak,” tambahnya.
Sementara itu, untuk layanan kanker, RSUD Murjani sempat mengalami kendala akibat perpindahan dokter spesialis. Namun ke depan, manajemen rumah sakit telah menyiapkan solusi dengan menjalin kerja sama lintas rumah sakit.
“Untuk kanker kemarin dokternya juga sempat pindah, namun ke depan kita akan bekerja sama dengan RSUD Hanau. Dokternya nanti selang-seling bertugas, tiga hari di RSUD Hanau dan tiga hari di Murjani,” jelas dr Iman.
Tak hanya itu, RSUD Murjani juga bersiap menghadirkan layanan bedah saraf. Dalam waktu dekat, rumah sakit ini dijadwalkan akan menerima dokter spesialis bedah saraf, sehingga berbagai tindakan operasi kepala tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah.
“Mudah-mudahan nanti semua bisa kita layani di sini, dan kita nanti juga akan kedatangan dokter spesialis bedah saraf, sehingga mudah-mudahan yang operasi kepala sudah bisa nanti dilakukan di sini,” pungkasnya.
Dengan penguatan layanan spesialistik tersebut, RSUD dr Murjani diharapkan semakin mampu menjadi rumah sakit rujukan andalan di wilayah timur Kalimantan Tengah, sekaligus memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, dekat, dan berkualitas bagi masyarakat Kotawaringin Timur.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post