PALANGKA RAYA – Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong peningkatan keterlibatan tenaga kerja lokal di sektor perkebunan. Kepala Dinas Perkebunan Kalteng, Rizky R. Badjuri, menyebut hasil pemetaan terbaru menunjukkan komposisi tenaga kerja kini berada pada kisaran 45 persen tenaga kerja lokal dan 54 persen tenaga kerja non-lokal.
Rizky menilai komposisi tersebut masih perlu dievaluasi agar proporsi pekerja lokal dapat meningkat dan lebih mendominasi. “Kalau melihat data, kurang lebih sudah mendekati 50-50 antara tenaga kerja lokal dan non-lokal. Kenapa bisa begitu? Ini yang kita lihat lagi,” ujarnya, Kamis 20 November 2025.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki komitmen agar perusahaan perkebunan memberi ruang lebih besar bagi tenaga kerja lokal. “Harapan kami tentu penyerapan lokal bisa lebih besar dari non-lokal. Ini bagian dari komitmen bersama,” tegasnya.
Sebagai upaya memperkuat akses tenaga kerja lokal, Disbun menyiapkan aplikasi daya kerja untuk mempercepat proses rekrutmen dan mempermudah perusahaan mendapatkan kandidat sesuai kebutuhan. Terkait kemungkinan SDM lokal belum mampu memenuhi kualifikasi teknis yang diminta perusahaan, Rizky menegaskan bahwa pemerintah siap mendorong peningkatan kompetensi.
“Kalau iya, kita dorong pemenuhan spesifikasi teknisnya. Yang penting ini terbuka. Dari perusahaan juga sudah menyampaikan kebutuhan-kebutuhannya,” katanya. Dia optimistis banyak tenaga kerja lokal yang sebenarnya mumpuni, namun selama ini data mereka tidak terkonsolidasi dengan baik.
“Saya yakin tenaga kerja lokal kita mampu. Banyak yang mumpuni, hanya saja datanya selama ini tercerai-berai,” ujarnya. Untuk memperkuat kompetensi pekerja, Rizky juga menyinggung pentingnya pelatihan yang dilakukan Balai Latihan Kerja (BLK).
Menurutnya, pelatihan perlu disesuaikan dengan kebutuhan industri, bersifat berkelanjutan, dan dapat menjangkau lebih banyak warga. “Kalau terkait pelatihan, itu ranah dinas tenaga kerja. Bisa saja mereka membuat pelatihan khusus yang lebih spesifik sesuai kebutuhan. Tapi pelatihannya harus continue, tidak boleh putus. Karena kebutuhan industrinya juga terus berkembang,” jelasnya.
Dia memastikan peluang kerja bagi tenaga lokal tetap terbuka luas, selama kompetensi yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang diperlukan. “Yang jelas, peluang itu terbuka, sepanjang sesuai dengan kebutuhan kompetensinya,” pungkasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post