SAMPIT – DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mengawal bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk mendukung pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah yang selama ini membutuhkan penanganan.
Anggota DPRD Kotim, Rinie, mengungkapkan pihaknya telah melakukan koordinasi langsung dengan pemerintah provinsi guna memastikan sejumlah usulan perbaikan infrastruktur yang disampaikan daerah mendapatkan perhatian.
“Waktu ke provinsi kami menanyakan sejumlah usulan yang menjadi kewenangan mereka. Dari informasi yang kami terima, ada bantuan untuk wilayah Kecamatam Parenggean, kemudian kawasan Desa Samuda, dan juga Terantang,” ujarnya, Jumat 19 Juni 2026.
Menurut Rinie, salah satu informasi yang diperoleh DPRD adalah adanya alokasi anggaran sekitar Rp10 miliar untuk kawasan Samuda. Selain itu terdapat pula dukungan anggaran untuk wilayah Parenggean dan Terantang yang selama ini juga memerlukan peningkatan infrastruktur.
Ia menjelaskan, koordinasi tersebut dilakukan karena banyak ruas jalan dan fasilitas infrastruktur yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi sehingga perlu dukungan anggaran dari tingkat yang lebih tinggi.
“Memang itu ranahnya provinsi, makanya kemarin kami datang dan menanyakan langsung. Dari informasi yang kami terima, program itu akan dilaksanakan dan tentunya kami berharap dapat segera direalisasikan,” katanya. Selain bantuan dari provinsi, DPRD juga menyoroti pemanfaatan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit yang disebut akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah prioritas.
Rinie menyebut DPRD sempat mempertanyakan keberadaan DBH Sawit dalam rapat dengar pendapat bersama instansi terkait. Dari hasil pembahasan tersebut diketahui terdapat alokasi anggaran yang diarahkan untuk mendukung pembangunan jalan dan akses masyarakat.
Menurutnya, keberadaan bantuan dari pemerintah provinsi maupun pemanfaatan DBH Sawit menjadi peluang penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi aspirasi masyarakat.
“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana anggaran yang ada benar-benar dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama perbaikan jalan dan akses transportasi yang menunjang aktivitas ekonomi warga,” tandasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post