SAMPIT – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-57 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) Ke-3 Tingkat Kecamatan Baamang Tahun 2026 resmi dibuka di Kelurahan Baamang Hilir, Jumat 19 Juni 2026 malam. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari hingga 22 Juni 2026 itu diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai kelurahan dan desa di Kecamatan Baamang.
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Lurah Baamang Hilir, Reza Aji Maulana Abdi, menyampaikan rasa syukur karena Kelurahan Baamang Hilir mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ dan FSQ tingkat kecamatan tahun ini.
“Alhamdulillah malam ini kita di Kecamatan Baamang sudah melaksanakan pembukaan MTQ dan FSQ tingkat kecamatan. Baamang Hilir mendapat kehormatan menjadi tuan rumah dan kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, anggota dewan, tokoh agama, tokoh masyarakat serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaannya,” ujar Reza, Jumat 19 Juni 2026.
Ia menjelaskan, MTQ dan FSQ merupakan agenda tahunan yang bertujuan memperkuat syiar Islam, meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini kepada generasi muda.
Tahun ini, sebanyak 85 peserta mengikuti cabang MTQ yang terdiri dari tartil Al-Qur’an, tilawah Al-Qur’an, syarhil Qur’an, dan tahfidz Al-Qur’an untuk kategori anak-anak, remaja, hingga dewasa. Sementara itu, sebanyak 27 peserta mengikuti FSQ yang mempertandingkan cabang seni gambus dan bintang vokalis pop religi tingkat anak-anak dan remaja.
“Yang kita harapkan untuk masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur agar lebih bisa menanamkan nilai-nilai agama sejak dini kepada anak-anak kita maupun seluruh masyarakat, khususnya di Kecamatan Baamang, sehingga syiar Islam dan kegiatan keagamaan terus berkembang ke depannya,” katanya.
Reza mengungkapkan, pelaksanaan MTQ dan FSQ tahun ini digelar secara sederhana akibat keterbatasan anggaran serta kebijakan efisiensi belanja pemerintah. Bahkan kegiatan tersebut sempat mengalami penundaan selama satu bulan dari jadwal semula.
Meski demikian, berkat dukungan masyarakat, para donatur, sponsor, tokoh agama, dan berbagai pihak lainnya, kegiatan tersebut akhirnya dapat terlaksana dengan baik. Berdasarkan data panitia, anggaran dari DPA Kecamatan Baamang untuk pelaksanaan kegiatan sebesar Rp49 juta. Selain itu, panitia juga memperoleh dukungan sumbangan masyarakat dan donatur yang hingga saat ini mencapai sekitar Rp32,4 juta.
Namun kebutuhan riil pelaksanaan kegiatan diperkirakan mencapai sekitar Rp45 juta di luar dukungan DPA sehingga panitia masih membuka kesempatan bagi masyarakat dan donatur yang ingin berpartisipasi membantu menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurut Reza, bantuan tambahan sangat diperlukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan sekaligus meningkatkan apresiasi dan penghargaan bagi para juara sehingga dapat memotivasi peserta untuk terus berprestasi.
Selain menjadi sarana syiar Islam, MTQ dan FSQ tingkat kecamatan juga menjadi ajang penjaringan peserta terbaik yang akan mewakili Kecamatan Baamang pada MTQ dan FSQ Tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang direncanakan berlangsung di Kecamatan Mentaya Hulu pada September 2026.
“Untuk MTQ tingkat kabupaten tentunya kita mengharapkan yang terbaik. Sebagaimana disampaikan Pak Camat, selama beberapa tahun terakhir Kecamatan Baamang belum mampu menembus enam besar. Melalui MTQ tingkat kecamatan ini kita akan menjaring peserta sebaik mungkin dengan harapan nantinya mampu masuk tiga besar pada tingkat kabupaten,” tegasnya.
Lebih jauh, para juara yang terpilih nantinya juga akan dipersiapkan secara maksimal agar mampu menjadi wakil Kecamatan Baamang pada MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang dijadwalkan berlangsung di Kota Palangka Raya pada 2027.
Panitia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar, tertib, sukses, dan mampu melahirkan generasi Qurani yang berakhlak mulia serta mengharumkan nama Kecamatan Baamang di tingkat yang lebih tinggi.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post