SAMPIT – Tumpukan sampah yang masih ditemukan di kawasan pesisir menjadi pengingat bahwa ancaman pencemaran lingkungan belum berakhir. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memanfaatkan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai momentum menggerakkan kepedulian masyarakat melalui aksi bersih-bersih di Pantai Ujung Pandaran.
Kegiatan yang dipimpin Wakil Bupati Kotim, Irawati, tersebut melibatkan relawan, komunitas, organisasi masyarakat, hingga instansi pemerintah yang bersama-sama membersihkan sampah di sepanjang kawasan pantai.
“Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Dengan keterlibatan semua pihak, upaya menjaga kelestarian alam dapat dilakukan secara berkelanjutan demi generasi mendatang,” kata Irawati, Jumat 19 Juni 2026.
Menurutnya, persoalan sampah plastik menjadi tantangan yang harus ditangani secara serius karena dampaknya tidak hanya merusak keindahan pantai, tetapi juga mengancam kehidupan biota laut dan keseimbangan ekosistem pesisir.
Kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dinilai menjadi salah satu kunci dalam menekan pencemaran lingkungan.
Irawati menegaskan bahwa Pantai Ujung Pandaran memiliki peran penting, tidak hanya sebagai destinasi wisata andalan daerah, tetapi juga sebagai kawasan yang menyimpan kekayaan hayati yang perlu dilindungi.
Karena itu, menjaga kebersihan pantai merupakan bagian dari upaya mempertahankan keberlanjutan lingkungan sekaligus mendukung sektor pariwisata.
“Pantai Ujung Pandaran bukan hanya destinasi wisata kebanggaan kita, tetapi juga rumah bagi berbagai biota laut yang wajib kita jaga bersama dari pencemaran sampah plastik. Terima kasih kepada seluruh relawan dan pihak yang telah berkontribusi. Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah awal untuk terus konsisten menjaga kebersihan lingkungan demi masa depan generasi penerus,” ujarnya.
Ia menambahkan, perubahan besar dalam menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar.
Kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah rumah tangga, dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dapat memberikan dampak signifikan apabila dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Kotim berharap kesadaran menjaga lingkungan tidak hanya tumbuh saat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, tetapi menjadi budaya yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan lingkungan yang bersih dan terjaga, kualitas hidup masyarakat serta kelestarian sumber daya alam daerah dapat terus dipertahankan untuk generasi mendatang,”tutupnya.
(dia/matakalteng)


















Discussion about this post