SAMPIT – Produk unggulan bawang Dayak hasil inovasi siswa SDN 4 Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), segera diarahkan memiliki hak cipta. Langkah ini dinilai sebagai bukti bahwa program Corporate Social Responsibility (CSR) di satuan pendidikan mampu melahirkan karya bernilai ekonomi sekaligus mendorong perusahaan besar swasta (PBS) lain untuk ikut menyalurkan CSR secara lebih terarah ke sekolah-sekolah.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim Riskon Fabiansyah usai menghadiri peresmian galeri dan rumah produksi SDN 4 Ketapang yang dibangun melalui CSR Bank Kalteng.
“Kita sudah menyaksikan bersama, ada hasil nyata dari CSR Bank Kalteng, salah satunya galeri di SDN 4 Ketapang. Aktivitas di galeri itu menampilkan produk-produk siswa sekolah dasar, kemudian juga ada program menabung untuk siswa melalui kerja sama dengan Bank Kalteng,” ujarnya, Jumat 13 Februari 2026.
Menurut Riskon, program tersebut menjadi percontohan gerakan menabung bagi siswa sejak dini di Kotim. Ia menilai kolaborasi sekolah dengan Bank Kalteng tidak hanya menyentuh aspek pendidikan formal, tetapi juga pembentukan karakter dan literasi keuangan anak-anak.
“Anak-anak kita sejak dini sudah dibiasakan menabung di sekolah ini. Ini menjadi salah satu contoh yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur untuk gerakan menabung bagi siswa-siswi,” katanya.
Ia berharap program yang dijalankan SDN 4 Ketapang dapat menjadi pemicu atau trigger bagi penyaluran CSR perusahaan lain di Kotim. Riskon menegaskan, tidak hanya perbankan daerah, tetapi juga BUMN dan PBS diharapkan mengikuti langkah serupa.
“Harapan ke depannya, ini menjadi gerakan pemicu untuk CSR di Kabupaten Kotawaringin Timur. Bukan hanya Bank Kalteng saja, tetapi kami berharap perusahaan BUMN yang ada di Kotim juga bisa mengikuti jejak program yang sudah dilakukan Bank Kalteng,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Riskon juga menyoroti capaian SDN 4 Ketapang yang telah memiliki produk unggulan hingga dikenal di tingkat nasional, yakni bawang Dayak. Ia menyebut, pihak sekolah telah menyampaikan bahwa produk tersebut akan didorong memiliki perlindungan hak cipta.
“Tadi juga disampaikan oleh panitia sekolah, salah satu produk unggulan yang sudah sampai level nasional adalah bawang Dayak. Bahkan sudah ada konfirmasi dari pembina IKM, nanti akan dibantu untuk pengurusan hak ciptanya, khusus untuk bawang Dayak dari SDN 4 Ketapang,” ungkapnya.
Ia menilai langkah tersebut sebagai wujud nyata keberhasilan CSR yang tepat sasaran. Menurutnya, dukungan terhadap hak cipta produk sekolah menjadi penting agar inovasi siswa terlindungi dan memiliki nilai tambah jangka panjang.
“Ini merupakan wujud nyata. Kita tunggu ke depan bagaimana PBS lain dan perusahaan besar swasta yang ada di Kotim bisa mendorong program-program serupa di satuan pendidikan,” katanya.
Riskon juga membuka peluang agar program gemar menabung yang telah berjalan dapat diperluas dan berkelanjutan. Ia berharap Bank Kalteng terus melanjutkan program tersebut dan diikuti oleh lembaga keuangan maupun BUMN lainnya.
“Tidak menutup kemungkinan program gemar menabung ini akan diteruskan oleh Bank Kalteng. Harapan saya, ini juga bisa diikuti oleh BUMN lain yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post