SAMPIT – Upaya menanamkan jiwa kewirausahaan dan budaya menabung sejak usia sekolah dasar mulai diperkuat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). SDN 4 Ketapang kini memiliki rumah produksi dan galeri karya siswa hasil kolaborasi sekolah dengan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Kalteng, yang diresmikan Jumat, 13 Februari 2026.
Peresmian fasilitas tersebut dihadiri Wakil Bupati Kotim Irawati, sekaligus menandai pertama kalinya Bank Kalteng membangun rumah produksi sekolah melalui program CSR-nya.
“Hari ini saya hadir di SDN 4 Ketapang dalam rangka meresmikan rumah produksi dan galeri sekolah. Ini adalah CSR dari Bank Kalteng. Kami tentu sangat berterima kasih, karena ini menjadi momen bersejarah,” ujar Irawati saat peresmian, Jumat 13 Februari 2026.
Ia mengapresiasi inisiatif para guru yang mampu menghadirkan inovasi di tengah keterbatasan anggaran pendidikan. Menurutnya, kehadiran galeri sekolah tidak hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga sarana pembelajaran karakter dan kewirausahaan bagi siswa.
“Saya apresiasi kepada guru yang telah berinisiatif membangun galeri ini. Jadi tidak hanya pendidikan akademik yang didapat, tetapi anak-anak juga diajarkan berwirausaha sejak dini,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Irawati juga menyoroti inovasi “Si Gumbung” atau Siswa Gemar Menabung yang telah diterapkan di SDN 4 Ketapang. Program ini mendorong siswa menabung sejak kelas 1 hingga usia 17 tahun sebagai bekal pendidikan di masa depan.
“Tadi saya mendapat masukan bahwa di sini ada inovasi Si Gumbung. Ini sangat bermanfaat, karena kita tahu ada keterbatasan orang tua. Banyak anak yang kadang tidak bisa melanjutkan sekolah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, dengan kebiasaan menabung sejak dini, siswa diharapkan telah memiliki kesiapan finansial ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Anak-anak menabung sedini mungkin dari kelas 1 sampai usia 17 tahun. Jadi saat ingin lanjut sekolah, sudah siap. Sudah ada tabungan yang juga diinisiasi oleh Bank Kalteng,” jelasnya.
Irawati juga menyampaikan apresiasi kepada mitra usaha lain yang turut berkontribusi dalam pembangunan sekolah.
“Terima kasih juga kepada mitra-mitra usaha lainnya seperti Griya Samudera dan Trakindo yang sudah membantu. Inilah pentingnya inovasi,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah pemangkasan anggaran pendidikan yang mencapai Rp90 miliar, kreativitas dan kolaborasi menjadi kunci agar sekolah tetap berkembang.
“Dengan adanya inovasi yang digagas Ibu Asmin, bagaimana guru bisa mencari mitra untuk membangun sekolah, akhirnya ini bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.
Sementara itu, Pimpinan Bank Kalteng Cabang Sampit, Sigit Purnama Aji, menegaskan bahwa pembangunan rumah produksi dan galeri merupakan wujud komitmen Bank Kalteng dalam mendukung program pemerintah melalui CSR Bank Kalteng Peduli.
“Ini merupakan komitmen Bank Kalteng untuk mendukung pemerintah melalui CSR-nya Bank Kalteng Peduli. Awalnya kami sudah lama bekerja sama dengan SDN 4 Ketapang, kemudian kami kembangkan melalui inovasi-inovasi yang dilakukan sekolah, dalam hal ini galeri dan rumah produksi,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan Bank Kalteng tidak hanya sebatas pada pendidikan formal, tetapi juga pada pembentukan jiwa wirausaha siswa.
“Ini wujud kepedulian Bank Kalteng, tidak hanya mendukung pendidikan, tetapi bagaimana murid-murid juga bisa belajar berwirausaha,” katanya.
Sigit berharap fasilitas tersebut dapat dirawat dan dimanfaatkan secara optimal.
“Harapan ke depan, tempat ini dapat dipelihara dengan baik, dirawat dan terus berkembang. Kami juga berharap anak-anak dapat memanfaatkannya untuk belajar mandiri berwirausaha, tanpa melupakan fungsi utama mereka sebagai pelajar,” tuturnya.
Ia juga menegaskan komitmen Bank Kalteng dalam mendukung budaya menabung di kalangan siswa.
“Kami ingin terus bekerja sama dalam membangun kebiasaan siswa gemar menabung. Kami sudah memiliki produk Si Gumbung beserta kemudahan-kemudahannya,” ujarnya.
Kepala SDN 4 Ketapang, Nursinah, menyampaikan rasa syukur atas bantuan pembangunan galeri dan dapur produksi sekolah. Ia berharap fasilitas tersebut memberikan manfaat luas bagi siswa dan mendorong lahirnya inovasi berkelanjutan.
“Pertama kami mengucapkan syukur Alhamdulillah karena sudah dibantu bangunan galeri dan dapur produksi. Mudah-mudahan ini bisa memberikan manfaat yang banyak, khususnya untuk siswa-siswi SDN 4 Ketapang, dan tentunya agar kami bisa lebih berinovasi lagi,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa galeri sekolah menjadi media untuk mempromosikan hasil karya siswa.
“Terutama untuk mempromosikan hasil-hasil dari siswa-siswi kami. Kami berterima kasih banyak kepada mitra kerja SDN 4 Ketapang seperti Bank Kalteng, Griya Samudera, dan PT Trakindo yang setiap tahun selalu mensupport kami,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post