SAMPIT – Pergantian sejumlah posisi strategis dalam manajemen RSUD dr Murjani Sampit diharapkan menjadi momentum pembenahan menyeluruh, baik dari sisi tata kelola maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Syahbana, menyikapi komposisi baru jajaran pimpinan rumah sakit milik daerah tersebut.
Syahbana menekankan pentingnya membangun komunikasi dan harmonisasi internal sebagai langkah awal yang harus dilakukan manajemen baru. Menurutnya, soliditas di lingkungan internal rumah sakit menjadi kunci utama dalam menjalankan berbagai agenda perbaikan ke depan.
“Yang pertama tentu kita menyarankan agar menjalin komunikasi di internal. Dengan komposisi direktur yang baru dan wakil direktur yang baru, semangatnya juga harus baru. Harmonisasi di dalam itu yang sangat kita inginkan,” ujarnya, Kamis 5 Februari 2026.
Ia menilai, perubahan struktur manajemen seharusnya tidak sekadar bersifat administratif, tetapi harus diiringi dengan semangat pembenahan yang nyata. Komisi III DPRD Kotim berharap manajemen baru mampu melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap berbagai persoalan yang selama ini masih membebani kinerja rumah sakit.
“Pembenahan-pembenahan, baik secara manajemen maupun pelayanan, itu sangat diharapkan dari ibu direktur yang baru,” tegas Syahbana.
Menurutnya, RSUD dr Murjani Sampit masih menghadapi sejumlah persoalan yang memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan. Mulai dari tata kelola internal hingga standar pelayanan kesehatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai pengguna layanan.
“Memang kita akui, masih banyak problem di dalam RSUD ini. Karena itu dengan semangat baru, dengan direktur yang sekarang sudah definitif, harapan kita beliau punya visi dan misi yang jelas untuk memperbaiki standar pelayanan rumah sakit,” katanya.
Syahbana menambahkan, DPRD Kotim khususnya Komisi III akan terus melakukan pengawasan dan memberikan dukungan agar proses pembenahan di RSUD dr Murjani dapat berjalan optimal.
Ia berharap kepemimpinan baru mampu membangun kerja sama yang solid dengan seluruh tenaga medis dan nonmedis, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa semakin meningkat.
“Pada akhirnya yang kita harapkan adalah pelayanan kepada masyarakat. Manajemen boleh berganti, tetapi tujuan utamanya tetap sama, yakni memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat Kotim,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post