PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melakukan pemantauan harga dan ketersediaan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan 1447 Hijriah Tahun 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan di Pasar Besar Palangka Raya, Kamis 5 Januari 2026 dengan melibatkan unsur Forkopimda, Kepala Bulog Kalimantan Tengah, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, mengatakan pemantauan difokuskan pada komoditas pangan strategis yang masuk dalam daftar SP-2KP Pemerintah Pusat.
Komoditas tersebut antara lain beras, cabai rawit dan cabai aneka, bawang merah dan bawang putih, ikan, daging ayam, telur, daging sapi, tepung, garam, serta beras lokal Kalimantan Tengah. “Hasil pantauan di lapangan menunjukkan secara umum harga bahan pokok masih relatif stabil. Untuk beras lokal Kalteng, harganya masih berada di kisaran standar sekitar Rp13.500 per kilogram,” ujar Yuas.
Meski demikian, ia mengakui adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas, terutama cabai merah yang mengalami lonjakan sekitar Rp20.000 per kilogram. Cabai rawit juga terpantau mengalami kenaikan dari harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp85.000 per kilogram, sementara cabai keriting relatif masih stabil.
Untuk menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan dan Idulfitri, Yuas menyebutkan pemerintah daerah biasanya menggelar operasi pasar atau pasar penyeimbang. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh dinas atau badan terkait atas penugasan kepala daerah. “Operasi pasar ini penting untuk menahan gejolak harga dan diharapkan terus dilakukan menjelang hari-hari besar keagamaan,” jelasnya.
Selain itu, Yuas juga menyoroti harga minyak goreng curah yang masih berada di ambang batas ketentuan, meskipun terdapat perbedaan satuan penjualan antara kilogram dan liter. Sementara harga elpiji 3 kilogram di tingkat pengecer yang mencapai Rp35.000 menjadi perhatian serius.
“Secara ideal, harga elpiji di pangkalan sekitar Rp22.000. Di tingkat pengecer seharusnya dibatasi maksimal Rp25.000 agar harga seragam dan tidak memberatkan masyarakat,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Bulog Kalimantan Tengah, Budi Sultika, memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Kalteng dalam kondisi aman.
Saat ini, stok beras SPHP di gudang Bulog Kalteng mencapai sekitar 14.437 ton dan siap digelontorkan untuk menjaga stabilitas harga di pasaran. Namun, Budi mengingatkan bahwa beras premium masih perlu mendapat perhatian khusus karena sebagian besar pasokannya berasal dari luar daerah. Oleh karena itu, pengawasan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan instansi terkait akan terus diperkuat.
Menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, pemerintah daerah bersama Bulog dan Satgas Pangan berkomitmen menjaga ketersediaan serta stabilitas harga sembilan bahan pokok. Meski fluktuasi harga di awal Ramadan merupakan hal yang lazim, pengawasan dan penindakan akan terus dilakukan untuk mencegah lonjakan harga yang signifikan maupun praktik manipulasi di pasar.
(nra/matakalteng)





















Discussion about this post