SAMPIT – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Dadang Siswanto, mengungkapkan temuan mengejutkan saat dirinya turun langsung mengikuti kegiatan sosialisasi bahaya narkoba di kawasan belakang eks Golden, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Dalam kegiatan tersebut, Dadang menyebut sempat melihat indikasi kuat adanya dugaan transaksi jual beli narkoba yang terjadi di lokasi hingga membuat sejumlah orang kabur dan kocar-kacir.
“Kehadiran kami dalam kegiatan sosialisasi itu bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk keseriusan DPRD Kotim dalam mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus melihat kondisi riil di lapangan,”ujarnya, Senin 12 Januari 2026.
Ia menyebut, kawasan belakang eks Golden memang selama ini memiliki citra kurang baik dan kerap dikaitkan dengan peredaran narkoba.
“Saat kami masuk untuk melaksanakan sosialisasi di kampung ini, tadi memang ada beberapa orang, entah warga sini atau bukan, tapi indikasinya mengarah ke sana, dalam artian sedang terjadi transaksi. Kami coba ikuti, tetapi mereka kabur dan sempat kocar-kacir,” ungkap Dadang.
Menurutnya, kejadian tersebut semakin menguatkan cerita dan keluhan masyarakat selama ini terkait maraknya peredaran narkoba di wilayah mereka. Dadang menilai, apa yang selama ini disampaikan warga bukanlah isu tanpa dasar, melainkan fakta yang benar-benar terjadi di lapangan.
“Dan ternyata memang apa yang diceritakan orang-orang itu benar adanya. Kita melihat secara langsung. Ini tentu tidak bisa kita biarkan dan harus kita tanggapi secara serius,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Dadang juga menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi bahaya serta dampak narkoba kepada masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama mengambil peran dalam upaya pencegahan, mulai dari lapisan masyarakat paling bawah hingga aparatur pemerintah.
“Edukasi dan sosialisasi bahaya dampak narkoba kepada masyarakat sekaligus mengajak bahwa ini tugas kita semua, tugas kita bersama. Mulai dari lapisan masyarakat paling ujung sampai kepada aparatur pemerintah,” ujarnya.
Dadang menambahkan, dalam dialog bersama warga, muncul aspirasi kuat agar didirikan posko bersama di kawasan belakang eks Golden. Posko tersebut diharapkan dapat menjadi pusat pemantauan dan koordinasi guna menekan peredaran narkoba di lingkungan mereka.
“Tadi sudah kita dengar bersama bahwa keinginan warga di sini dibuatkan posko. Maka kami dari DPRD berharap ada tindak lanjutnya,” katanya.
Ia menegaskan, DPRD Kotim siap memberikan dukungan, termasuk dari sisi anggaran, agar rencana pendirian posko tersebut bisa segera direalisasikan. Dadang juga menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kotim untuk segera merumuskan konsep posko secara jelas dan terstruktur.
“Kita juga sudah sampaikan kepada BNK agar rencana ini segera dirumuskan, mulai dari siapa saja yang terlibat dalam posko itu. Nanti juga berkaitan dengan anggaran, kami dari DPRD siap mensupport hal yang dimaksud,” jelasnya.
Menurut Dadang, poin terpenting dari kegiatan sosialisasi tersebut adalah adanya tindak lanjut yang nyata, bukan hanya berhenti pada pertemuan dan dialog semata. Ia menilai, tanpa langkah lanjutan yang konkret, permasalahan narkoba di kawasan tersebut akan sulit ditekan.
“Poinnya adalah perlu adanya tindak lanjut dari pertemuan hari ini. Ini tidak bisa hanya selesai di sosialisasi,” tegasnya.
Terkait penindakan hukum terhadap pelaku peredaran narkoba, Dadang menegaskan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan aparat penegak hukum sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Sementara itu, DPRD dan BNK hadir dalam konteks membangun kesadaran, edukasi, serta mendorong kolaborasi lintas sektor.
“Yang jelas kami hadir di sini dalam konteks bersama BNN untuk membangun edukasi. Adapun terkait dengan penindakan, saya pikir itu merupakan kewenangan dari kawan-kawan yang sesuai dengan tupoksinya,” pungkas Dadang.
Dengan adanya temuan langsung di lapangan dan aspirasi kuat dari masyarakat, Dadang berharap kawasan belakang eks Golden tidak lagi dikenal sebagai wilayah rawan narkoba, melainkan bisa bertransformasi menjadi lingkungan yang lebih aman dan sehat melalui kerja bersama seluruh pihak.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post