Sistem Kapitalisme, Mengincar Untung dari Lumpur Bencana

Oleh: Pita***

Banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir November 2025 kini menyisakan luka yang mendalam bagi masyarakat Aceh. Sebagian besar wilayah tersebut beberapa infrastrukturnya dan layanan publik banyak yang rusak, menurut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), ada 439 bangunan sekolah yang rusak.

Baca juga berita lainnya

Bahkan dikutip dari (kompas.com, 6-1-2026), dalam rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) pemulihan bencana Sumatera yang di gelar DPR RI di Aceh, terdapat sebanyak 4.839 rumah warga yang hilang akibat tersapu banjir.Pasca banjir di Aceh, kini menyisakan lumpur tebal setinggi betis orang dewasa dan menutupi pemukiman warga. Jalan-jalan yang juga dipenuhi lumpur mengakibatkan sulitnya akses transportasi, bahkan ribuan kayu gelondongan yang ikut terbawa banjir kini mulai dibersihkan secara perlahan.

Namun disisi lain, Presiden mengungkap bahwa tumpukan lumpur di wilayah yang terdampak bencana Aceh tersebut menarik minat beberapa pihak Swasta, sehingga Presiden pun dengan sedia mempersilahkan pihak swasta untuk memanfaatkan lumpur tersebut sebagai upaya membantu pendapatan daerah, karena daerah Aceh sendiri pun ekonominya masih belum benar-benar pulih, sehingga peluang dari pemanfaatan lumpur dengan sedia dilakukan.

Upaya pemerintah dalam menangani masalah ekonomi yang ada di Aceh hari ini sudah mulai dilakukan, termasuk lumpur menjadi peluang untuk menghasilkan keuntungan. Namun sungguh ironi, di balik lumpur yang masih berada di wilayah tersebut alih-alih di selesaikan dengan jalan bantuan pembersihan secara keseluruhan namun justru kini lumpur pun menjadi soroton tersendiri oleh pihak swasta untuk diambil manfaatnya. Alhasil tanggapan serius dari pemerintah pun dilakukan.

Watak Buram Kapitalis dalam Menangani Bencana

Upaya yang dilakukan pemerintah justru menjadi tanda tanya besar, apakah ini adalah bentuk pemerintah dalam melemparkan tanggung jawab kepada pihak swasta? karena pada faktanya sistem Kapitalis yang bercokol di negeri ini tidak memandang musibah sebagai upaya perenungan diri, tapi justru bagaimana bisa mengambil manfaat dari musibah tersebut demi segelintir keuntungan.

Aceh belum pulih total, tapi justru keadaan ini dimanfaatkan sebaik mungkin, alih-alih membantu pendapatan daerah namun justru boleh jadi jatuh kepada para penguasa maupun pengusaha, yang mana masyarakatnya masih menjerit kelaparan diatas sebuah kebijakan. Kebijakan sistem sekuler Kapitalis yang sering kali salah prioritas menjadikan bantuan yang harusnya lebih utama dilakukan namun justru terabaikan.

Masyarakat Aceh yang belum sepenuhnya dapat bekerja kini satu-satunya jalan untuk bertahan hidup hanya berharap dari bantuan yang datang. Sehingga prioritas dari kebijakan terhadap kebutuhan masyarakat Aceh harusnya lebih dulu dilakukan. Kemana peran pemerintah dalam mengkaji masalah tersebut?, harusnya memberikan solusi tapi justru solusi yang dihadirkan pun bersifat pragmatis, tidak disertai aturan yang jelas sehingga memungkinkan pihak swasta justru akan melakukan eksploitasi besar-besaran dan sering kali berujung kepada kerusakan dan merugikan banyak orang.

Negara adalah Ra’in dan Junnah
Berbeda dengan negara yang berlandaskan sistem Islam. Negara adalah pengurus dan pelindung bagi masyarakatnya, yang mana negara harus bertanggungjawab penuh pada masyarakat terlebih dalam penanggulangan bencana.

Kebijakan pembangunan yang dilakukan oleh negara Islam tentu mempunyai strategi yang teratur demi kemaslahatan ummat bukan mendahulukan kepentingan meterill saja. Seorang pemimpin dalam negara Islam akan segera mengutamakan urusan masyarakatnya. Apalagi terkait swastanisasi sumberdaya alam yang menjadi kepemilikan umum, hal ini sudah jelas dilarang.

Upaya penanggulangan bencana tidak dengan mudah diserahkan kepada pihak swasta begitu saja, karena negara punya upaya tersendiri untuk masyarakatnya. Beberapa upaya yang dilakukan negara Islam dalam hal menangani bencana yaitu:

Pertama, Respon Spritual dan Sosial
Pemimpin dalam Islam akan segera memimpin masyarakatnya untuk berdoa kepada Allah atas apa yang terjadi. Pemimpin yang mempunyai empati luar biasa kepada masyarakatnya, bahkan ikut serta langsung terjun kelapangan agar bisa merasakan apa yang diderita oleh masyarakatnya.

Kedua, Mobilisasi Sumber Daya Negara
Bencana yang terjadi akan segera ditangani dengan pemanfaatan dana baitul mal ( kas negara), zakat, sedekah dan lainnya untuk segera membeli barang yang dibutuhkan dan segera didistribusikan kepada daerah yang terdampak, tidak hanya sembako, pakaian tetapi juga kebutuhan pokok lainnya.

Ketiga, Tindakan Praktis dan Mitigasi
Pembangunan infrastruktur segera dilakukan untuk mengatasi bencana yang berulang, seperti halnya membangun irigasi, tanggul, dan lainnya. Tidak hanya itu, bahkan upaya penanggulangan sebelum bencana yang terjadi dilakukan untuk mencegah bencana besar lainya.

Begitulah kepemimpinan dalam Negara Islam, kesadaran akan kewajiban terhadap pengurus rakyat segera dilakukan, pemimpin dalam Islam akan sadar bahwasanya kepemimpinan yang ia lakukan akan diminta pertanggungjawaban diakhirat kelak. Rasulullah SAW pernah menyampaikan: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Begitupula Nasihat menonjol oleh Ibnu Khaldun memuat surat Thir bin Al-Husain kepada Putranya, Abdullah bin Tahir, ketika Khalifah Al-Makmun Ar-Rasyid mengangkat Putranya itu menjadi Gubernur di Riqqah, Mesir dan sekitarnya, ” Amma ba’du. Berpeganglah engkau pada ketakwaan kepada Allah Yang Esa, yang tiada Sekutu bagi-Nya, merasa diawasi-Nya, dan jauhilah murka-Nya. Jagalah rakyatmu siang dan malam. Peliharalah keselamatan yang dikenakan oleh Allah kepadamu dengan cara memgingkat tempatmu kembali, dimana engkau menghadap-Nya dan meminta pertanggungjawabanmu terhadapnya”.

Hanya negara yang menerapkan sistem Islam lah yang mampu mengatasi segala persoalan negeri ini terlebih bencana yang terjadi. Maka kembali kepada sistem yang menerapkan Islam secara Kaffah adalah solusi yang hakiki.

(Penulis berprofesi sebagai tenaga pendidik d Kabupaten Kotim)

ad-space

Berita Terkait

Next Post

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

pody-","cladiv class="posemp":"l-":"defa swarle swarle wp-phis pid-le_198 swarle em format-standoad embednto-,"spivable jtoggoogl heig_3 jewarle_tpl_2cle jncle jn-":"disa-O" st-tdisablscrce_nor le_elemor-":"defa le_elemor-kit-4708">
COPYRIGHT &24_c; 2018IMG-3 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.iv>
TEKNO HOLISTIKan><.iv>
Lorin to your er_e_co -laow

""> put ta-typre-te namtypusernamt" pvecehkyHol="Usernamt" vocueass=

""> put ta-typp clworde namtypp clworde pvecehkyHol="P clworde vocueass=

""> put ta-typcheckboxddiv zg_me_numbme" namtypg_me_numbme" vocueasc: t">""ia-latem ypg_me_numbme">R_me_num Moeeia-la>

put ta-typhid-di" namtypa sectiovocueaslorin_WAcdliton""> put ta-typhid-di" namtyple jnenoligiovocueas88d90f12f9on""> put ta-typsub_lim namtypl="jlorin_buttodhan" clasbuttodhavocueasLoriIn048" dapro"as"="Pro"as"leti.i.i.048" dattroadinLoriIn0>

""> put ta-typre-te namtypuser_lorin" pvecehkyHol="Your lf="m or usernamte vocueass=

put ta-typhid-di" namtypa sectiovocueaseorget_p clword_WAcdliton""> put ta-typhid-di" namtyple jnenoligiovocueas88d90f12f9on""> put ta-typsub_lim namtypl="jlorin_buttodhan" clasbuttodhavocueasRo-iduP clworde 8" dapro"as"="Pro"as"leti.i.i.048" dattroadinRo-iduP clworde>

vafla = ["m" vare_coito]} } evlem.extplemD:"defa()); up_sarat"disasle_cm = ( evlem ) => evlem.extplemD:"defa(); docuelem."spee_cmstarm = at"disasle_cm; up_sarat"disa_tplemsads['24_c', 'cut', 'p cte', 'drag', 'drop']; at"disa_tplems.em Each( fun sect( evlem_namt ) { docuelem.addEvlemng Letai( evlem_namt, fun sect (evlem) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; s' } }); docuelem.addEvlemng Letai("keydown", fun sect (evlem) { { i evlem.keyCarcct' =123 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =67 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =73 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =74 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =75 ) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =85) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =80) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =44) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } }); { i == type = winddevtools !' ='grobfined' ds e = winddevtoolsary.pitm) { DevToolsIy.pit(); = windowdEvlemng Letai('devtools-WAcge', evlem => { { i evlem.det="mary.pitm) DevToolsIy.pit(); }); } fun sect DevToolsIy.pit() { { i s='navior.userAglem.= wexOf('iPe_ph') > -1m) return t":fa; pt>vdoc_html = docuelem.getEe_elemsByTagNctSaphtml")[0]; doc_html.re_inHTML = 'Insp_cmor is at"disad.'; }} }ShCk_container"> <026
} } { up_sarlazyprelBy_backgrosadsdocuelem.querySle_cmorAll( `.haren.haparlem:not(.halazypreled)` ); up_sarlazyprelBy_backgroObservain= w.jiIn_ouer sectObservai( i entroes ) => { entroes.em Each( i entry ) => { { i entry.isIn_ouer seng ) { tabblazyprelBy_backgron= entry.tarret; if(blazyprelBy_backgron) { lazyprelBy_backgro.an clng L.add( 'halazypreled' ); } lazyprelBy_backgroObservai.unobserva( entry.tarret ); } }); }[0],rootMarrin: '.8Lpx Lpx .8Lpx Lpx' } ); lazyprelBy_backgros.em Each( i lazyprelBy_backgron) => { lazyprelBy_backgroObservai.observa( lazyprelBy_backgron); }n); }; up_sartplemsads[ 'DOMCp_contLreled', 'le_elemor/lazyprel/observa', ]; tplems.em Each( ( evlem ) => { docuelem.addEvlemng Letai( evlem,rlazyprelRunObservain); } ({}); va="jnopsect = {slorin_g_prel":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\ckolg.\/opit=\gah/6\/01\/13\/sg Lem-kapitalismekan-gincar-untngsukh-dalumpur-bencana0,"s="ppd> } } vle_elemorFro_condCp_fig = {senviro_elemMode":{"edir":t":fa,"wpPa m" v":t":fa,"isS vPenuhi,"zoome:"Perbesen","eg_sho:"Bagikano,"sverVideo":"Putar Video","pa m"ous":"Se-laumnya0,"ne-te:"Seopgjutnya0,"closeo:"Tutup0,"a11yCackgslePa mScideMas"-ima:"Scide se-laumnya0,"a11yCackgsleNe-tScideMas"-ima:"Scide seopgjutnya0,"a11yCackgsleFirstScideMas"-ima:"This is th_ first scide0,"a11yCackgsleLastScideMas"-ima:"This is th_ n ct scide0,"a11yCackgslePagindicatBulletMas"-ima:"Go to scide0},"is_rtl":t":fa,"breakpoiems":{"xs":0,"eme:480,"ml":768,"or":1025,"xl":1440,"xxl":1600},"re-,"spiva":{"breakpoiems":{"mobisa":{sla-laa:"MobisabPortraii5,"vocue":767,"d:"defa_vocue":767,"directecti:"max","is_endisad":c: t},"mobisa_e-trah:{sla-laa:"MobisabLaroscape5,"vocue":880,"d:"defa_vocue":880,"directecti:"max","is_endisad":t":fa},"ge_tabh:{sla-laa:"Te_tabbPortraii5,"vocue":1024,"d:"defa_vocue":1024,"directecti:"max","is_endisad":c: t},"ge_tab_e-trah:{sla-laa:"Te_tabbLaroscape5,"vocue":1.8L,"d:"defa_vocue":1.8L,"directecti:"max","is_endisad":t":fa},"laptskt:{sla-laa:"Laptskt,"vocue":1366,"d:"defa_vocue":1366,"directecti:"max","is_endisad":t":fa},"wide> vleben","vocue":248L,"d:"defa_vocue":248L,"directecti:"miti,"is_endisad":t":fa}},"hasCt_cusBreakpoiems":t":fa},"vaisecti:"3.27.6i,"is_static0:t":fa,"experielemalFeature-h:{saddisectalmat_cus_breakpoiems":c: t,"e_swiper_latest":c: t,"e_onboardigs":c: t,"home_> ;/*! instaem.eb-ptv5.L151- (C) 2019IMG-0 Alexpgdsh Dieulot1- f="httpsinstaem.eb-p/license */ tabbt,e;up_sarn=w.jiSet,o=docuelem. {"@up_coxta:"f="ht\/\sschema.w3.","@ta-ta:"Artictih,"maitEntityOfP-ima:{"@ta-ta:"WebP-ima,"@il":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\ckolg.\/opit=\gah/6\/01\/13\/sg Lem-kapitalismekan-gincar-untngsukh-dalumpur-bencana0},"0" eCtrong>Oleh: Pita***<\v>trong><\/p>\n\n\n\n2"nBanjir b-stags khn longsor yags meopgdmldabueaten Aceh Tamiags padmlakhir Nle-_num ah/5 kit=tegeyisyata luka yags megdmlam b-g=teasyaryatt Aceh.iSeb-g=ta besen wilayah _ouerbuo -lnumapa infra>trukturnya khn layanhn publik b-syak yags rusya,tegeuruo Dinas nmndidikan khn Krbudayahn (Disdikbud), adml439 b-sgunhn sekolah yags rusya. <\/p>\n\n\n\n2"nBahkan dikutip kh-d (komp ceng., 6-1IMG-6), dmlam mapat koordigasi Satuan Tugas (Satgas) pemulihta bencana Suww.uma yags di geopr DPR RI di Aceh, _oudapat erb-syak 4.839 ruwwh warra yags hilags akibat _oueapu b-sjir.Pasca b-sjir di Aceh, kit=tegeyisyata lumpur trb-l ersengg=tbrses orags dewasa khn egeutupi pemukkali warra. Jalpe-jalpe yags juga dipenuhi lumpur an-gakibatata sulitnya akses tragsportasi, b-hkan ribuan kayu geoo wietmd yags ikut _oubawa b-sjir kit=teulai dibaisehkan er ary perlahan.<\/p>\n\n\n\n2"nNamun disg i lait, Presiden egegungkap b-hwa tumpuata lumpur di wilayah yags _oudamp k bencana Aceh _ouerbuo egeh-dk mindi -lnumapa pihtk Swasta, erhengga Presiden pun deetmd sldia egmpaisel-hkan pihtk swasta untnk egmanfaatata lumpur truerbuo erb-gai ueaya egmb-stu rondapatan kh/dae, karlea kh/dae Aceh smndi-d pun ekonominya easih -laum benar-benpr pulih, erhengga plauags kh-d pgmanfaatta lumpur deetmd sldia del-kuata.<\/p>\n\n\n\n2"nUeaya pgmerintae dmlam egehetmd=teasalah ekonomi yags admldi Aceh hh-d it=tsudahteulai dil-kuata, _oueasnk lumpur an-jadi plauags untnk egnghasilata keuntngsta. Namun sngsguh iro_i, di b-lik lumpur yags masih -lradmldi wilayah _ouerbuo -lih-alih di sle_saikan keetmd jalpe b-stuan p-_numsihta er ary keseluruhta namun ju>tru kit=tlumpur pun an-jadi sorotodd_ouerndi-d oleh pihtk swasta untnk diambis manfaatnya. Alhasil taltga \n\n\n\n2"nt>trong>Ww.ma Buram %2pitalis dmlam Mgehetmd=t%2ncana<\v>trong><\/p>\n\n\n\n2"nUeaya yags dil-kuata pgmerintae ju>tru an-jadi tpgdmlt-sya besen, ap kae it=tadalah bentnk pgmerintae dmlam ege_eparata taltgngs jawab kepadmlpihtk swasta? karlea padmlfakt-sya sg Lem %2pitalis yags berupkol di nege-d it=ttidak egmantags musibah erb-gai ueaya perlengsta di-d, _2pi ju>tru b-gai",na bisy an-gambis manfaat kh-d musibah _ouerbuo demi slgeointir keuntngsta.<\/p>\n\n\n\n2"nAceh -laum pulih total, _2pi ju>tru keadahn it=tdimanfaatata erb-dk mungkit, -lih-alih egmb-stu rondapatan kh/dae namun ju>tru boleh jadi jatuh kepadmlpary pegsu-sy aaupun pegsusaha, yags manateasyaryattnya easih an-je-dt keopparya di" ds erbuah kebijyata. Krbijyata sg Lem sekulum %2pitalis yags sering ah/k salah priori ds an-jadikpe b-stuan yags harusnya lrbih utama del-kuata namun ju>tru .umabaikan.<\/p>\n\n\n\n2"nMasyaryatt Aceh yags beaum sepenuhnya khpdi -lkerja kit=tsatu-satunya jalpe untnk bertahan hidup hasya berharap kh-d b-stuan yags 0" dlteiSehengga priori ds kh-d kebijyata .umhadmp kebutuhan easyaryatt Aceh harusnya lrbih dulu del-kuata. Krmanatperta pgmerintae dmlam egegkaj=teasalah _ouerbuo?, harusnya me_numikpe solusi _2pi ju>tru solusi yags dihadirata pun numsiftt pragww.is,ttidak diserta=taturpe yags jeops erhengga me_ungkitkan pihtk swasta ju>tru yata meopkuata eksploi dsi besen-besenan khn sering ah/k numujngs kepadmlkerusyata khn egrugikpe b-syak orags.<\/p>\n\n\n\n2"nNegary adalah Ra'ia khn Junnah
Berbedmldeetmd negary yags beropgdmsata sg Lem Islam. Negary adalah pegsurus kha pgoindngs b-g=teasyaryattsya, yags manatnegary harus bertaltgngsjawab penuh padmleasyaryatt _oulrbih dmlam pgehetgpopgsta bencana.<\/p>\n\n\n\n2"nKrbijyata pgmb-sgunhn yags dil-kuata oleh negary Islam contu egmpunya=tstrategi yags _ouatur demi krmaslahatan ummdi -uata megdmhuluata kepgesletmd me_ouill eajaeiSeorags pgmimpia khlam negary Islam yata sege-y an-gutamaata urusan easyaryattnya. Apalpgi _oukadt swastanisys=tsu_numdaya hlam yags megjadi kepgmilikpe umum, hal it=tsudahtjeops dil-rags.<\/p>\n\n\n\n2"nUeaya pgehetgpopgsta bencanattidak deetmd mudahtdiser-hkan kepadmlpihtk swasta begitu eaja, karlea negary punya ueaya _ouerndi-d untnk easyaryattnya. Blnumapa ueaya yags dil-kuata negary Islam khlam hal egehetmd=tbencanatya=tu:<\/p>\n\n\n\n2"nPertama, Re-,"s Spritual kha Sossocabr \/>Pgmimpia khlam Islam yata sege-y anmimpia easyaryattnya untnk berdoa kepadmlAllah " ds apa yags _oujadi. Pgmimpia yags mempunya=t_epat=tlupr bi-sy kepadmleasyaryattsya, b-hkan ikut serta opgssngs _oujun keoppaetmd -gar bisy anrasyata apa yags dideri d oleh easyaryattnya.<\/p>\n\n\n\n2"nKrdua, Mobisisys=tSu_num Daya Negary
Bencanatyags _oujadi yata sege-y dithetmd=tdeetmd pgmanfaatta d,na ba=tus mal ( kas negary), zyatt, erdekae dmn laitnya untnk sege-y anmbead b-rags yags dibutuhata khn sege-y didistribusikan kepadmlkh/dae yags _oudamp k,ttidak hasya sgmb-ko, p kaita .u_2pi juga kebutuhan ppkok laitnya.<\/p>\n\n\n\n2"nKrtiga, Tindyata Pryatis kha Mitigasiabr \/>Pgmb-sgunhn infra>truktur sege-y dil-kuata untnk egnga dsi bencanatyags numuopgs, sepert=thalnya egmb-sgun irigasi, taltgnl, dmn laitnya. Tidak hasya =tu, b-hkan ueaya pgehetgpopgsta se-laum bencanatyags _oujadi dil-kuata untnk egncegah bencanatbesen laitya.<\/p>\n\n\n\n2"nBegitulah kepgmimpiaaa khlam Negary Islam, kesadmnan akan kewaj=bta .umhadmp pegsurus ryayat erge-y dil-kuata, pgmimpia khlam Islam yata sadmn b-hwasasya kepgmimpiaaa yags ia opkuata yata kimintatpertaltgngsjawabya di"khirat keopk. Rasulullah SAWtpernah an-yamp ikan: \"Srtimp kh/kta ydalah pemimpia, khn setimp pgmimpia yata kimintaitpertaltgngsjawabya " ds yags dipimpia-ya\" (HR. Al-Bukhh-d kha Muslim).<\/p>\n\n\n\n2"nBegitu"pop Nasihto egeonjol oleh Ibnu Khaldun anmuat surat Thir bia Al-Husain kepadmlPutragya, Abdullah bia Tahir, ketika Khalifth Al-Makmun Ar-Rasyid egngaegkatlPutragya =tu megjadi Gunumnur di Riqqae, Mesir dhn sekithrgya, \" Ammd b-'du. Blrpegaeglah eegkau padmlke.mawaan kepadmlAllah Yags Esa, yags timdmlSekutu b-gi-Nya, anrasy di"wasi-Nya, dmd jauhilahteuuka-Nya. Jagalah ryayatmu eiags khn malam. Pelihtralah keseopmatta yags dikgehata oleh Allah kepadmmu deetmd ary anmgiegkatlt_epatmu kemb-li,tdimana eegkau egnghadmp-Nya khn egmintatpertaltgngsjawabyamu .umhadmp-ya\".<\/p>\n\n\n\n2"nHagya negary yags metaiapata sg Lem Islam lah yags mampu egnga dsi ergalatpersoalpe nege-d it=ttoulrbih bencanatyags _oujadi. Maka kemb-li kepadmlsg Lem yags metaiapata Islam er ary Kaffth ydalah solusi yags htkiki.<\/p>\n\n\n\n2"n(Penulis numprofesi erb-gai conaga plndidik dldabueaten Kotim)<\/p>\n0,"authora:{"@ta-ta:"Person0,"namte:"Dody Raf/ktasyah0,"url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\cup_cributor\/dodye-","l-ww.matakalt-ng.0},"artictiSectecti:["Opit=h],"im-ima:{"@ta-ta:"Im-imO 'obj0,"url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\c clets\/smor-im\gah/6\/01\/13\/1000015796_750x500.jpg?v=1768267937","width":750,"he hei5:500},"publishera:{"@ta-ta:"Ortmd=zdicat0,"namte:"0,"url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.h,"oogoa:{"@ta-ta:"Im-imO 'obj0,"url":ea},"samtAs":["f="htt\/\s://www.facebook.\com/matakalteng\/0,"f="htt\/\s://twitter.\com/matakalt0,"f="htt\/\s://winstagramter.\com/matakalt\/0,"f="htt\/\s://wyoutubeter.\c-WAchan\/UCFjY9hjfqUI4mKYkN5NAxLQi,"f="htt\/\s:.me\com/matakaltok."]} } } {"@up_coxta:"f="ht\/\sschema.w3.","@ta-ta:"hentry0,"entry-tt_tih:"Sg Lem %2pitalisme, Mn-gincar Untngs kh-d Lumpur %2ncana0,"publishel":eah/6-01-13 08:31:110,"updatel":eah/6-01-13 01:34:17" } } le jnads= = window.jnads||[],"& 'obj"==L= typeow.jnads&&"& 'obj"==L= typeow.jn.library&&(ow.jn.library.& 'Keys(ow.jnads).em Each((fun sect(s){ow.jn.library. clets=ow.jn.library. clets||[],ow.jn.library. clets.= wexOf(ow.jnads[s])<0&&ow.jn.library. clets.push(ow.jnads[s])})),ow.jn.library. = Lrel((fun sect(){setTiellur((fun sect(){if(s& 'obj"==L= typeow.jnads&&ow.jnads.ln-gth){pt>vs=ow.jnads.slice(0);ow.jn.library.& 'Keys(s).em Each((fun sect(e){ow.jn.library. clets=ow.jn.library. clets||[];pt>va=ow.jn.library. clets.= wexOf(s[e]);a>-1&&ow.jn.library. clets.splice(a,1),(a=ow.jnads.= wexOf(s[e]))>-1&&ow.jnads.splice(a,1),ow.jn.library. vl=this,t=ow.jn.library,n=s& 'obj"==L= typeow.jn&&"& 'obj"==L= typeow.jn.library;e.0" d=null,e.runuajax=!0,e.runulorinregiswit=!0,e.nsear=fun sect(){e.runuajax=!0,e.runulorinregiswit=!0,e.0" d=null},t.init=fun sect(){t&&(t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="js="ppjer_e_co").ln-gth&&ow.jn.lorinregiswit&&e.runulorinregiswit&&(e.runulorinregiswit=!1,ow.jn.lorinregiswit.init(),ow.jn.lorinregiswit.hceb_em f()),ofla.ln-gth&&e.runuajax&&(e.runuajax=!1,e.0ouajax({a sect:"le jnefirst_prel_a sect",ow.jn_id:a="jnopsect.s= pid,prel_a sect:ofla}))(},t.updateare_coit=fun sect(){if(n){pt>vo={total_v" v:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jeg_shastats .s="jv" vsare_co .re_cos"),total_eg_sh:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jeg_shastats .s="jeg_share_co .re_cos"),total_ok.elem:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jmeta_ok.elem mlspan")};t.em Each(O 'obj.entroes(e.0" d.re_coit),(fun sect([e,n]){o[e].ln-gth&&t.em Each(o[e],(fun sect(e,o){L.setTe-t(e,n)}))}))}},e.0ouajax=fun sect(o){if(n){pt>va=w.jiXMLH="hRequesm;a.wnreadystate-WAcge=fun sect(){XMLH="hRequesm.DONE===a.rladyState&&200==a.status&&(e.0" d=JSON.parse(a.rl-,"speTe-t),e.0" d.re_coit&&"& 'obj"==L= typee.0" d.re_coit&&t.updateare_coit()(},a.wpit("POST",ow.jn_ajax_url,!0),a.setRequesmHladai("Cp_cont-Ta-t0,"awrlicdicat/x-://-em fong&2ncoded; -WArset=UTF-8"),a.send(t.h="hBuiyHQuery(o))}}}, = window.jn.first_prel=w.ji = window.jn.first_prel,ow.jn.first_prel.init()}(({});
Sh-re_inner">
<026<026
Sh-arrowClipner">
Sh-arrowner">
nROUDLY POWERED BYe"> TEKNO HOLISTIKan>