SAMPIT – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Dadang Siswanto menilai persoalan layanan kesehatan di RSUD dr Murjani Sampit tidak bisa dilepaskan dari keterbatasan sarana, prasarana, serta ketimpangan jumlah tenaga kesehatan dengan lonjakan pasien yang terus meningkat.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi akar munculnya berbagai keluhan masyarakat.
“Kalau mau jujur, dari hasil RDP kami kemarin, untuk meningkatkan sarana prasarana, tenaga kesehatan, dan seluruh penunjang layanan di RSUD dr Murjani Sampit itu dibutuhkan anggaran sekitar Rp60 miliar. Kalau anggaran itu tidak terpenuhi, mau tidak mau keluhan masyarakat ke depan pasti tetap ada,” ujar Dadang Siswanto, Selasa 6 Januari 2026.
Ia menjelaskan, beban layanan RSUD dr Murjani Sampit saat ini sudah jauh melampaui kapasitas ideal. Jumlah pasien terus bertambah, sementara ketersediaan tenaga medis dan fasilitas belum sebanding.
“Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan anggaran daerah, sehingga peningkatan pelayanan belum bisa dilakukan secara maksimal,”tegasnya.
Dadang menegaskan, dalam situasi seperti ini, tidak adil jika seluruh kesalahan dibebankan kepada fasilitas kesehatan yang ada. Menurutnya, RSUD dr Murjani Sampit sudah bekerja dalam tekanan tinggi karena selain melayani warga Kotim, rumah sakit tersebut juga menerima pasien rujukan dari luar daerah.
“Pasien terlalu banyak, tenaga kesehatan dan fasilitas tidak seimbang. RSUD Murjani ini juga melayani masyarakat dari luar daerah. Jadi kita tidak bisa menyalahkan faskes yang ada. Kita harus akui, pelayanan memang masih kurang karena keterbatasan itu,” katanya.
Untuk mengurai persoalan jangka panjang, Komisi III DPRD Kotim mendorong adanya persaingan sehat di sektor pelayanan kesehatan. Salah satunya dengan membuka peluang seluas-luasnya bagi pihak swasta untuk mendirikan rumah sakit atau fasilitas kesehatan baru di Kotim.
“Tidak harus semua lewat pemerintah daerah. Kita perlu undang investor, ayo dari pihak swasta bangun rumah sakit atau fasilitas kesehatan baru. Ini penting sebagai pesaing yang sehat sekaligus membantu pelayanan kesehatan masyarakat Kotim,” tegasnya.
Namun hingga kini, Dadang mengakui belum ada tindak lanjut konkret terkait masuknya investor di sektor kesehatan. Padahal, dengan kondisi RSUD dr Murjani Sampit yang sudah kewalahan, kehadiran fasilitas kesehatan baru dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih optimal.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post