SAMPIT – Fenomena gim online yang semakin masif di kalangan anak-anak mendapat perhatian serius DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Aktivitas bermain game yang tidak terkontrol dinilai berpotensi menimbulkan dampak buruk, mulai dari kecanduan hingga paparan konten negatif di ruang digital.
Ketua Komisi III DPRD Kotim, Dadang Siswanto, menegaskan bahwa pengawasan terhadap aktivitas digital anak harus diperketat, terutama oleh orang tua dan lingkungan sekolah sebagai garda terdepan. Menurutnya, ruang digital saat ini tidak bisa dilepaskan dari kehidupan anak, sehingga perlu pendampingan yang tepat.
“Anak-anak sekarang sangat dekat dengan dunia digital. Kalau tidak diawasi dengan baik, ini bisa berdampak buruk. Karena itu pengawasan orang tua dan sekolah harus diperkuat, dibarengi dengan literasi digital,” ujarnya, Selasa 6 Januari 2026.
Dadang menilai, penguatan literasi digital menjadi langkah penting agar anak tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami risiko yang ada di baliknya. Selain itu, pendekatan personal dan psikologis kepada anak dinilai perlu agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh konten yang menyimpang.
“Pemerintah juga memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan tersebut, baik melalui lembaga vertikal maupun perangkat daerah,”tegasnya.
Di tingkat daerah, terdapat Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) yang dapat dilibatkan secara aktif dalam perlindungan anak di ruang digital.
“Ini tidak bisa dibebankan ke satu pihak saja. Harus ada kerja bersama antara keluarga, sekolah, dan pemerintah supaya anak-anak kita terlindungi dari dampak negatif dunia maya,” ucapnya.
Terkait wacana pengaturan penggunaan digital bagi anak melalui regulasi daerah, Dadang menyatakan DPRD pada prinsipnya mendukung, selama kebijakan tersebut disusun secara proporsional dan tidak menghambat kebutuhan pendidikan yang kini juga berbasis digital.
“Pengaturannya harus seimbang. Kita mencegah dampak buruk, tapi jangan sampai mematikan akses anak terhadap pendidikan dan perkembangan teknologi,” katanya.
Ia menegaskan, langkah paling awal dan paling efektif tetap dimulai dari lingkungan terdekat anak, dengan pengawasan akun, pembatasan waktu bermain gim, serta komunikasi yang intens antara orang tua dan anak mengenai penggunaan ruang digital secara sehat.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post