SAMPIT – Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun, menegaskan bahwa rencana pengembangan Pulau Hanibung di Kecamatan Kota Besi yang akan mulai dilaksanakan pada 2026 harus dipersiapkan dengan konsep dan perencanaan yang benar-benar matang.
Hal ini disampaikan sebagai bentuk dukungan sekaligus pengawasan agar program besar tersebut tidak bernasib sama seperti beberapa kegiatan sebelumnya yang dinilai mangkrak atau tidak berjalan maksimal.
Rimbun mengatakan, pengalaman terhadap sejumlah program, baik skala besar maupun kecil, menjadi pelajaran penting agar pemerintah daerah tidak mengulang kesalahan yang sama.
“Yang pasti karena kita punya mata dan pengalaman terkait kegiatan-kegiatan, baik program besar ataupun kecil. Ada kegiatan yang kita anggap mangkrak, setengah gagal, bahkan gagal,”ujarnya, Rabu 19 November 2025.
Maka dari itu, Ia minta Pemerintah Daerah supaya punya konsep dan perencanaan yang matang, atau lebih matang lagi, bagaimana program itu bisa berkesinambungan, bisa berlanjut, dan benar-benar bermanfaat untuk masyarakat, terutama di objek wisata itu.
Ia menekankan bahwa pengembangan Pulau Hanibung memiliki nilai strategis bagi daerah mengingat Kotim masih minim destinasi wisata alam yang dapat diandalkan.
Karena itu, program ini harus dimaksimalkan agar bukan hanya memperindah kawasan, tetapi juga menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
“Terkait kegiatan ini, bagaimanapun kita di Kabupaten Kotim kurang destinasi alamnya. Maka ini kita genjot supaya objek-objek wisata bisa memberikan PAD bagi daerah kita. Masyarakat dari luar Kabupaten Kotim atau mancanegara juga bisa melirik Kotim,” tegasnya.
Rimbun menyinggung bahwa hingga kini banyak orang luar daerah, bahkan mancanegara, lebih mengenal Kotim dari tragedi besar pada 2021 silam, yakni peristiwa Sampit. Hal ini harus diubah dengan menghadirkan pembangunan positif yang memberi citra baru bagi daerah.
“Selama ini kebanyakan orang luar hanya mengetahui Kotim melalui tragedi tahun 2021, yaitu tragedi Sampit. Kita berharap ini bisa berubah karena daerah kita sekarang kondusif, bahkan sangat kondusif. Kita bersama-sama mengawal bagaimana pembangunan ini bisa berjalan baik, masyarakat bisa sejahtera, dan narkoba tidak beredar lagi,” sambungnya.
Rimbun memastikan DPRD Kotim akan mengawal pengembangan Pulau Hanibung secara serius, termasuk memastikan pemerintah melakukan perencanaan teknis yang komprehensif, analisis manfaat yang jelas, serta kesinambungan program agar investasi yang dikeluarkan benar-benar menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Harapan kita pembangunan ini tidak hanya selesai dibangun, tapi berfungsi, berkembang, dan menjadi kebanggaan Kotim,” tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post