SAMPIT – Menjelang rotasi dan pelantikan pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), DPRD mengingatkan agar langkah tersebut disertai evaluasi menyeluruh terhadap kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
Anggota Komisi I DPRD Kotim, Muhammad Abadi, menilai evaluasi perlu dilakukan karena masih banyak kepala OPD yang belum menunjukkan kinerja maksimal.
“Bupati harus berani mengevaluasi total jajarannya. Kami melihat masih ada OPD yang lemah dalam menjalankan program,” kata Abadi, Selasa 29 Juli 2025.
Ia menekankan pentingnya menempatkan orang yang tepat dalam jabatan, bukan sekadar loyal secara pribadi kepada kepala daerah.
“Hindari memilih pejabat yang hanya bisa menyenangkan atasan tapi lemah dalam kerja. Karena pembangunan daerah ini sangat bergantung pada tangan-tangan kepala OPD,” ujarnya.
Menurutnya, kepala daerah hanyalah penggerak utama, sementara daya dorong utama kemajuan terletak pada masing-masing kepala dinas dan perangkat kerja lainnya. Jika mereka lemah, maka program pun akan berjalan di tempat.
Abadi juga menyinggung sejumlah posisi strategis yang saat ini masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt), seperti Kepala Dinas Perhubungan, Direktur RSUD Murjani Sampit, Kepala Dinas Kominfo, dan Camat Teluk Sampit. Isu perombakan pejabat diprediksi akan terealisasi usai Bupati Halikinnor kembali dari ibadah umrah.
“Yang kita harapkan, sistem meritokrasi benar-benar dijalankan. Jangan sampai ASN yang berprestasi malah tak dapat kesempatan karena sistem yang tak adil,” tegasnya.
Ia menambahkan, sebagai mantan ASN, Bupati Halikinnor diyakini memahami pentingnya prinsip profesionalisme dan keadilan dalam karir birokrasi.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post