PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menegaskan pentingnya peran generasi muda, khususnya para pengusaha muda, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara nyata dan berkelanjutan. Hal itu disampaikan dalam sambutannya saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XVIII BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Tengah di Aula Jayang Tingang, Senin 28 Juli 2025.
Menurut Gubernur, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan sumber daya alam seperti batu bara, emas, dan bijih besi. Dibutuhkan pula sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di tengah tantangan global. “Kita punya potensi besar, tapi semua itu tak berarti tanpa SDM yang mumpuni dan aktif. Komitmen dan semangat generasi muda untuk berkontribusi adalah aset besar bagi bangsa,” tegas Agustiar.
Dia menekankan bahwa menjadi pengusaha bukan perkara instan, melainkan proses panjang yang menuntut keberanian dan ketekunan. Oleh karena itu, pemerintah mendorong forum-forum seperti HIPMI sebagai ruang edukasi untuk melahirkan inovator dan pemimpin ekonomi baru.
Selain mengapresiasi perjuangan masyarakat yang terus bertahan di tengah berbagai keterbatasan, Gubernur juga menyoroti pentingnya inisiatif lokal dan semangat gotong royong dalam pembangunan. “Pemerintah tidak bisa hadir di semua tempat, tapi masyarakat tidak boleh menunggu. Kita semua harus bergerak bersama,” ujarnya.
Agustiar juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan antarwilayah, terutama dalam mendorong pembangunan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. “Kalau desa maju, kota pasti ikut tumbuh. Kami mendorong pembangunan menyeluruh di lebih dari 1.400 desa, termasuk infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, dan teknologi,” katanya.
Lebih jauh, Gubernur menekankan pentingnya efisiensi dan efektivitas kebijakan pembangunan, bukan sekadar kegiatan populis seperti pasar murah, tetapi menyentuh akar persoalan ekonomi desa secara komprehensif. “Kami ingin desa jadi basis kekuatan ekonomi baru, termasuk memanfaatkan potensi digital dan sosial. Pengusaha lokal harus berani ambil bagian,” tegasnya.
Dia juga menyinggung pentingnya pengendalian populasi dan kesejahteraan keluarga, yang menurutnya merupakan fondasi bagi negara yang kuat. “Setiap rumah harus punya sejarah, punya akses pada pendidikan dan kesehatan. Kalau keluarga sehat dan sejahtera, maka negara ini akan kuat,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Gubernur meminta dukungan semua pihak agar visi Indonesia Emas 2045 dapat terwujud dengan partisipasi generasi muda yang progresif. Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Kalimantan Tengah, Deden Agustiar Sabran, menegaskan bahwa Musda kali ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan forum strategis untuk konsolidasi gagasan dan penguatan organisasi.
“Kami terus berusaha membangun organisasi yang matang secara identitas dan substansi. Ini bukan perjalanan yang mudah, tapi kami tetap hadir dan berkontribusi untuk masyarakat,” kata Deden. Dia mengajak seluruh anggota HIPMI untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktor utama dalam menciptakan perubahan.
Menurutnya, HIPMI harus menjadi ruang pertumbuhan mental, intelektual, dan spiritual generasi muda Kalimantan Tengah. “Mari kita jadikan forum ini sebagai tempat belajar bersama dan menciptakan program-program kreatif yang membawa dampak nyata,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post