SAMPIT – Juru Bicara Fraksi PAN DPRD Kotawaringin Timur Muhammad Kurniawan Anwar mengatakan, dalam pelaksanaan APBD 2023 pemerintah Kotim sudah memprioritaskan pembangunan pendidikan, kesehatan, kesejahteraan guru dan pengembangkan UMKM serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini membuktikan komitmen pemerintah dalam manfaat pembangunan.
“Namun yang menjadi pertanyaan, mengapa realisasi pendapatan asli daerah mengalami penurunan, begitu juga pendapatan pajak daerah di Kotim. Hanya setengah yang dapat direalisasikan,”ujarnya, Senin 10 Juni 2024
Disebutkannya, realisasi pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp.374.879.069.055,27 atau sebesar 69,67% dari target sebesar Rp.538.077.621.136,00. Dan realisasi pajak daerah sebesar Rp.190.852.763.606,00 dengan persentase 52,49% dari target sebesar Rp. 363.591.294.050,00.
Kemudian lanjutnya, realisasi retribusi daerah sebesar Rp.13.395.246.190,00 dengan persentase 67.11% dari target sebesar Rp.19.959.018.386,00. Serta realisasi pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp.1.812.069.557,91 dengan persentase 16.07% dari target sebesar Rp11.276.788.600,00.
“Penurunan ini harus mendapat perhatian terkait untuk peningkatan retribusi dan pajak daerah. Dan harus menjadi kajian bersama apa penyebabnya apakah persoalan sumber daya manusia, atau sistem teknologi yang belum merata atau ada kendala eksternal yang menunjukkan belum adanya aturan jelas terkait pemungutan tersebut,”tegasnya.
Apalagi ujarnya, pada tahun 2022 lalu meski capaian realisasi PAD Kotim sedikit mengalami penurunan dampak pandemi COVID-19, yakni Rp302,89 miliar. Namun dengan membaiknya perekonomian Kotim pasca pandemi capaian realisasi PAD pun kembali meningkat menjadi Rp371,98 miliar.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post