SAMPIT – Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rinie Anderson menegaskan, dirinya mendukung langkah dan upaya dari pihak Polres Kotim untuk menindak dan memproses hukum bagi pelaku aksi balapan liar di daerah ini. Tindakan ilegal tersebut dinilai membahayakan diri sendiri dan masyarakat pengguna jalan.
“Saya sepakat dengan aparat untuk menindak tegas pelaku balapan liar, karena aksi-aksi ini memang sangat meresahkan. Bahkan yang terbaru ini pihak Rumah Sakit Terapung di Taman Kota Sampit bersurat resmi kepada kami, mengeluhkan aksi balapan liar yang terjadi hampir setiap malam,” ujarnya, Rabu 5 April 2023.
Ia meyakini, oknum remaja dan pemuda yang melakukan balapan liar di jalanan memang bertindak sengaja. Di satu sisi, pemerintah tidak kurangnya melakukan sosialisasi dan pelarangan. Bahkan pemerintah daerah juga sudah menyediakan kawasan di Dinas Perhubungan Kotim untuk menjadi arena olah raga adu kecepatan kendaraan itu.
“Pemerintah sudah berikan ruang untuk penggemar roadrace ini tetapi kenapa masih dilakukan di jalan umum. Jadi saya katakana, pelaku balapan liar ini sejatinya memang tidak bisa dikasih tahu dan harus ditindak tegas. Kalau perlu motor yang dipakai itu ditahan supaya ada efek jeranya,” tegasnya.
Dirinya pun mengaku, pernah melihat adanya aksi balapan liar dan pengendara motor ugal-ugalan saat larut malam di Jalan HM Arsyad Sampit. Menurutnya dalam aksi itu pelaku tidak memperdulikan keselamatan
pengguna jalan lain, dan seenaknya melakukan manuver berbahaya di jalan umum.
“Sebagian saya lihat adalah anak remaja. Hal ini juga harus kita rancang kedepan supaya diberlakukan saja jam malam. Misalkan jam 11 malam masih ada anak remaja dijalanan harus ditertibkan apalagi mereka yang nongkrong dengan motornya di badan jalan harus jadi perhatian bersama, supaya menekan bagi ruang pelaku balapan liar di daerah kita ini,”pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post