SAMPIT – Ketua Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Siswanto, memprediksi jumlah pemudik khususnya pekerja atau karyawan pada Lebaran Idulfitri 1444 Hijriah ini mengalami peningkatan bahkan bisa lebih dari dua kali lipat.
“Karena tahun sebelumnya tidak bisa mudik karena pandemi Covid-19, sehingga tahun ini baru bisa mudik ke kampung halaman,” kata Siswanto, Rabu 5 April 2023. Namun ditegaskan olehnya, meski mengalami peningkatan, namun tidak membuat penumpukan penumpang terjadi.
Apalagi jika itu disebutkan dari para pekerja perkebunan kelapa sawit, tidak akan terjadi seperti yang dikhawatirkan. Hal itu karena pekerja sudah diingatkan untuk tidak cuti dan datang ke pelabuhan jika belum mengantongi tiket. Imbauan itu telah disampaikan ke masing-masing perusahaan untuk mengingatkan karyawannya.
“Bagi karyawan atau anggota GPPI yang ingin mudik sudah merencanakan jauh sebelumnya, dalam artian ketersediaan tiket, uang saku dan izinnya. Jadi tidak ada dadakan karena pasti sudah direncanakan sebelumnya. Jadi tidak ada penumpukan karena mereka membeli tiket jauh hari sebelumnya sehingga pasti armadanya sudah tersedia,” terangnya.
Ditambahkan, sistem pada perusahaan berbeda dengan pemerintahan. Sehingga peraturan cuti juga berbeda dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jika jadwal cuti PNS sesuai cuti bersama yang ditetapkan pemerintah, sedangkan cuti karyawan didasarkan pada usulan dan izin yang disetujui.
“Cuti sesuai permohonan yang direncanakan dan sesuai izin perusahaan. Masing-masing perusahaan sudah diminta menanyakan ketersediaan tiket. Kalau tidak dapat tiket maka tidak mungkin mereka mau cuti dan mudik. Jadi semua sudah dijadwalkan,” papar Siswanto.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post