SAMPIT – Ancaman masyarakat kepada pemerintah daerah terkait kerusakan jalan bukan main-main, salah satunya jalan rusak yang ada di Jalan Kapten Mulyono, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Dimana masyarakat mengancam akan menanam pohon pisang di tengah jalan dan menebar bibit ikan lele, jika jalan tersebut tidak kunjung diperbaiki.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotim daerah pemilihan (dapil) I SP Lumban Gaol mengatakan, hampir merata di jalan vital terjadi kerusakan yang sangat parah akibat dilewati oleh kendaraan bermuatan berat.
“Tentu hal ini membuat masyarakt geram dan sangat terganggu, terlebih lagi seperti di Jalan Kapten Muloyono, Jalan Pelita dan Jalan HM Arsyad,” ujarnya, Senin 8 Maret 2021.
Bahkan ujar Legislator Demokrat ini, di jalan Kapten Mulyono sudah memakan korban hingga meninggal dunia akibat ada lobang besar di jalan. Sehingga sangat perlu dilakukan pernaikan jalan segera di wilayah tersebut, mengingat jalannya rusak parah bahkan lobang di jalan berukuran besar dan dalam.
“Masyarakat juga mengatakan jika dalam waktu dekat ini lobang besar itu tidak di tambal, mereka akan menanam pohon pisang di jalan dan menebar bibit ikan lele,” terangnya.
Kondisi tersebut ujarnya, tentu akan mengganggu kenyamanan dan membahayakan pengguna jalan tersebut. Kecelakaan seringkali terjadi karena pengendara tidak mampu mengontrol dan mengantisipasi jalan yang rusak tersebut, bahkan bisa merengut nyawa pengendara.
Kerusakan jalan juga dapat mempengaruhi laju roda perekonomian. Jalan yang rusak menjadikan arus transportasi barang dan manusia terhambat, juga dapat mengakibatkan biaya operasional kendaraan menjadi bertambah karena kerusakan bagian kendaraan akibat beban dan jalan yang bergelombang dan berlubang.
Dimana secara teknis, kerusakan jalan menunjukkan suatu kondisi dimana struktural dan fungsional jalan sudah tidak mampu memberikan pelayanan optimal terhadap lalu lintas yang melintasi jalan tersebut.
Kondisi lalu lintas dan jenis kendaraan yang akan melintasi suatu jalan sangat berpengaruh pada desain perencanaan konstruksi dan perkerasan jalan yang dibuat.
“Untuk itu kami berharap agar hal ini dapat diprioritaskan oleh pemerintah melalui instansi terkait dan kami harapkan bupati dan wakil bupati yang baru memasukkan ini dalam program prioritasnya,” demikian Gaol.
(dia/matakalteng.co.id)






















Discussion about this post