• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 28 Juli 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Karhutla Mulai Ganggu Transportasi Kotim, Penerbangan Sempat Delay Dua Jam

Karhutla Mulai Ganggu Transportasi Kotim, Penerbangan Sempat Delay Dua Jam

Selasa, 28 Juli 2026
in Kotawaringin Timur
A A
Foto:Kepala Dishub Kotim Raihansyah.

Foto:Kepala Dishub Kotim Raihansyah.

Share on FacebookShare on Twitter

SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai memberikan dampak terhadap sektor transportasi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Selain berpotensi mengganggu penerbangan, kabut asap juga dikhawatirkan memengaruhi aktivitas pelayaran kapal di Sungai Mentaya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur, Raihansyah mengatakan kondisi karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah perlu menjadi perhatian serius karena dampaknya dapat meluas terhadap mobilitas masyarakat dan perekonomian daerah.

Baca juga berita lainnya

Lima Desa di Kotim Masih Blank Spot, Pemkab Kejar Perluasan Akses Internet

Diskominfo Kotim Dorong Sekolah Siapkan Siswa Hadapi Dunia Kerja di Era Digital

Hampir 7 Jam Berselancar di Medsos, Diskominfo Kotim Dorong Warga Beralih ke Aktivitas Produktif

UMKM Kotim Didorong Naik Kelas, Digitalisasi Jadi Kunci Perluasan Pasar

Menurutnya, aktivitas penerbangan di Kotim sejauh ini masih berjalan normal. Namun, kebakaran di sekitar kawasan Lingkar Utara sempat menyebabkan penerbangan mengalami keterlambatan.

“Karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur sangat berdampak terhadap penerbangan. Kemarin sempat terjadi penundaan karena ada kebakaran di wilayah Lingkar Utara,” ujarnya, Senin 27 Juli 2026.

Ia menjelaskan, kebakaran tersebut berada di sekitar jalur yang digunakan pesawat untuk melakukan manuver pendaratan. Kondisi itu membuat proses landing harus menunggu hingga area tersebut dinyatakan aman.

Akibatnya, pesawat yang hendak berangkat dari Jakarta harus menunggu kepastian kondisi di Sampit sebelum melakukan penerbangan.

“Karena itu merupakan lintasan mereka untuk melakukan manuver landing, sebelum clear mereka tidak berani berangkat dari Jakarta,” jelasnya.

Penanganan cepat kemudian dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim. Pemadaman dilakukan untuk memastikan kondisi di sekitar jalur penerbangan kembali aman sehingga pesawat dapat melakukan pendaratan.

Meskipun demikian, penerbangan tersebut tidak sampai tertunda hingga berganti hari. Penundaan hanya terjadi pada jadwal penerbangan dan berlangsung sekitar dua jam.

“Kemarin sempat sekitar dua jam. Jadi tidak sampai menunda harinya, hanya menunda jamnya saja,” katanya.

Hingga saat ini, belum ada penerbangan yang dibatalkan akibat kabut asap. Pengaturan jadwal penerbangan masih dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan, terutama jarak pandang.

Menurutnya, kondisi jarak pandang sejauh ini masih memungkinkan penerbangan tetap beroperasi.

“Kalau sampai saat ini belum ada pembatalan penerbangan. Mudah-mudahan tidak sampai terjadi pembatalan. Kita masih melihat situasi dan kondisi, karena jarak pandang masih aman,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi tersebut dapat berubah apabila karhutla terus meluas dan kabut asap semakin pekat. Gangguan terhadap transportasi udara bukan tidak mungkin menjadi lebih serius jika jarak pandang mengalami penurunan signifikan.

Tidak hanya penerbangan, aktivitas transportasi sungai juga berpotensi terdampak. Kapal-kapal yang melintasi Sungai Mentaya dapat mengalami gangguan apabila kabut asap mengurangi jarak pandang dan mengganggu keselamatan pelayaran.

Dampak tersebut dinilai dapat berimbas langsung terhadap perekonomian masyarakat. Sebab, transportasi sungai memiliki peran penting dalam distribusi berbagai kebutuhan pokok ke Kotim.

“Kalau kapal yang membawa sembako sampai tertunda, dampaknya juga akan dirasakan masyarakat. Bisa berpengaruh terhadap harga maupun ketersediaan bahan-bahan pokok,” jelasnya.

Kondisi tersebut bahkan berpotensi memberikan tekanan terhadap inflasi apabila distribusi barang mengalami hambatan dalam waktu yang cukup lama.

Karena itu, masyarakat diminta turut berperan dalam mencegah meluasnya karhutla selama musim kemarau. Masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.

“Selama kemarau ini kita harus menjaga bersama. Jangan membakar hutan dan lahan. Kalau ada api kecil, segera padamkan dan segera laporkan agar bisa dilakukan penanganan bersama,” imbaunya.

Ia menegaskan, pencegahan karhutla tidak hanya penting untuk menjaga lingkungan dan kesehatan, tetapi juga untuk memastikan aktivitas transportasi serta roda perekonomian tetap berjalan.

Apabila kebakaran terus terjadi dan kabut asap semakin tebal, dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat yang menggunakan transportasi udara maupun sungai.

“Kalau tidak kita jaga bersama, dampaknya akan sangat merugikan masyarakat. Bukan hanya terhadap mereka yang bepergian, tetapi juga terhadap perekonomian dan distribusi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

(dia/matakalteng)

Share1Tweet1SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Lima Desa di Kotim Masih Blank Spot, Pemkab Kejar Perluasan Akses Internet

Next Post

Pemkab Barsel Gelar Audensi Bersama PT Asuransi Umum Bumida 1967

Berita Terkait

Kotawaringin Timur

Lima Desa di Kotim Masih Blank Spot, Pemkab Kejar Perluasan Akses Internet

Selasa, 28 Juli 2026
Kotawaringin Timur

Diskominfo Kotim Dorong Sekolah Siapkan Siswa Hadapi Dunia Kerja di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026
Kotawaringin Timur

Hampir 7 Jam Berselancar di Medsos, Diskominfo Kotim Dorong Warga Beralih ke Aktivitas Produktif

Selasa, 28 Juli 2026
Kotawaringin Timur

UMKM Kotim Didorong Naik Kelas, Digitalisasi Jadi Kunci Perluasan Pasar

Selasa, 28 Juli 2026
Kotawaringin Timur

Sekolah Milik PBS Makin Diminati, Pemkab Kotim Evaluasi SD yang Kehilangan Murid

Selasa, 28 Juli 2026
Kotawaringin Timur

Perkuat Koordinasi Penanganan Kecelakaan Kerja, BPJS Ketenagakerjaan dan Jasa Raharja Sosialisasikan Mekanisme CoB

Senin, 27 Juli 2026
Load More
Next Post

Pemkab Barsel Gelar Audensi Bersama PT Asuransi Umum Bumida 1967

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Karhutla Mulai Ganggu Transportasi Kotim, Penerbangan Sempat Delay Dua Jam

Selasa, 28 Juli 2026

Polres Barsel Lakukan Penyelidikan Terkait Dugaan Aktivitas Galian C di Desa Talekoi

Polres Barsel Lakukan Penyelidikan Terkait Dugaan Aktivitas Galian C di Desa Talekoi

Sabtu, 25 Juli 2026

Bapenda Barsel: “Aktivitas Galian C di Desa Talekoi Belum Kantongi Perizinan”

Bapenda Barsel: “Aktivitas Galian C di Desa Talekoi Belum Kantongi Perizinan”

Sabtu, 25 Juli 2026

Galian C Ilegal di Talekoi, Diduga Ada Ormas Terseret

Sabtu, 25 Juli 2026

PT PIR Diduga Gunakan Material Ilegal untuk Pemeliharaan Jalan Houling Tambang  PT Hasnur

Jumat, 24 Juli 2026

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12235 shares
    Share 4894 Tweet 3059
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5952 shares
    Share 2381 Tweet 1488
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4269 shares
    Share 1708 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3807 shares
    Share 1523 Tweet 952
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3618 shares
    Share 1447 Tweet 905
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2790 shares
    Share 1116 Tweet 698
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2367 shares
    Share 947 Tweet 592
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK