SAMPIT – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), M Abadi mengatakan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kotim diperkirakan akan meningkat.
Karena menurutnya, dengan kondisi cuaca belakangan ini semakin panas dan rawan membuat kering semak belukar di lahan kosong dan menyebabkan mudah terbakar.
“Dengan cuaca yang begitu panas ini sangat rentan membuat lahan-lahan kosong menjadi terbakar. Karena panas luar biasa ini membuat gambut cepat kering dan sedikit saja kena api maka akan terbakar,” ujarnya, Senin 21 September 2020.
Lanjutnya, ditengah kondisi pemerimntah sedang fokus untuk penanganan Covid-19. Disaat itu juga harus bersiap menghadapi karhutla yang sudah mulai terjadi belakangan ini. Namun demikian, menurutnya karhutla tahun ini tidak akan separah tahun sebelumnya.
“Karena ini sudah penghujung musim kemarau, Semoga saja bulan Oktober sudah masuk dalam musim penghujan. Sehingga tidak terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan dalam skala yang luas,” ujarnya.
Diketahui, Empat kebakaran lahan terjadi di Kotim beberapa waktu lalu di beberala titik. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, Yephi H.P menjelaskan, titik kebakaran lahan itu diantaranya terjadi di Kecamatan Cempaga.
Berdasarkan titik koordinat, kebakaran lahan itu terjadi di Desa Jemaras. Untuk memadamkan api, sebuah helikopter dikerahkan untuk memadamkan api dari udara dengan sistem water bombing karena lokasinya cukup luas.
Tim di darat juga bergerak menuju lokasi untuk memastikan api benar-benar padam. Belum dipastikan apakah kebakaran tersebut masuk dalam areal perusahaan perkebunan atau tidak.
Namun dari foto udara terlihat kebakaran terjadi dalam satu hamparan dengan luas tanah yang terbakar diperkirakan mencapai enam hektare. Kebakaran lainnya terjadi di Kecamatan Telawang.
Ada sekitar dua hektare lahan terbakar di kecamatan ini. Selain itu ada pula kebakaran lahan terjadi di Jalan HM Arsyad km 7 dengan luas lahan terbakar tidak sampai satu hektare.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post