MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Oleh: Nur Rahmawati, S.H ***

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang sebagai upaya pemenuhan gizi anak justru kembali menuai sorotan. Pada awal Januari 2026, puluhan siswa di sejumlah daerah dilaporkan mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi menu MBG yang disediakan di sekolah (Kompas.com, Januari 2026). Kejadian ini bukan yang pertama, menandakan adanya persoalan serius dalam pengelolaan program yang menyasar generasi masa depan.

Baca juga berita lainnya

Pemerintah sendiri menargetkan program MBG sebagai langkah strategis menekan stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Anggaran besar pun digelontorkan untuk mendukung implementasinya di berbagai daerah (Tempo.co, 2026). Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa distribusi makanan dalam skala masif tanpa pengawasan ketat berpotensi menghadirkan risiko kesehatan yang membahayakan.

Ancaman di Balik Program Gizi

Keracunan makanan massal bukan sekadar insiden teknis. Ia menunjukkan lemahnya kontrol kualitas, buruknya standar keamanan pangan, serta kurangnya pengawasan dalam rantai distribusi. Makanan yang seharusnya menjadi sumber kesehatan berubah menjadi ancaman bagi anak-anak.

Dalam program berskala nasional, keamanan pangan seharusnya menjadi prioritas utama. Tanpa sistem kontrol yang ketat, mulai dari proses produksi, penyimpanan, hingga distribusi, potensi kontaminasi akan selalu mengintai. Terlebih jika penyediaan makanan dilakukan secara massal dengan pengawasan minimal. Jika kondisi ini terus berulang, bukan hanya kesehatan siswa yang terancam, tetapi juga kepercayaan publik terhadap kebijakan negara.

Masalah Sistemik yang Mengakar

Kegagalan program publik sering kali bukan disebabkan kekurangan anggaran, tetapi lemahnya tata kelola. Dalam sistem yang berorientasi proyek, keberhasilan sering diukur dari penyerapan anggaran dan kecepatan pelaksanaan, bukan kualitas hasil. Skema pengadaan berbasis tender murah berpotensi mendorong penyedia mengurangi kualitas bahan demi efisiensi biaya. Akibatnya, keamanan dan mutu makanan menjadi taruhan.

Lebih jauh, kebijakan yang dirancang secara sentralistik tanpa memperhatikan kesiapan daerah juga membuka celah masalah. Tidak semua wilayah memiliki fasilitas dapur, penyimpanan, maupun tenaga pengawas yang memadai. Ketika standar nasional dipaksakan tanpa kesiapan lokal, risiko kegagalan semakin besar.

Generasi Sehat Tak Cukup dengan Program Instan

Pemenuhan gizi anak tidak bisa diselesaikan melalui program instan yang berorientasi jangka pendek. Permasalahan gizi berkaitan erat dengan kemiskinan, akses pangan sehat, pendidikan keluarga, serta stabilitas ekonomi rumah tangga.

Selama akar persoalan seperti ketimpangan ekonomi dan rendahnya daya beli masyarakat belum terselesaikan, program bantuan makanan hanya menjadi solusi sementara. Negara seharusnya memastikan setiap keluarga mampu memenuhi kebutuhan gizi anak secara mandiri melalui jaminan kesejahteraan, harga pangan terjangkau, dan distribusi yang adil.

Islam Memandang Tanggung Jawab Negara

Dalam Islam, negara adalah penanggung jawab utama kesejahteraan rakyat, termasuk pemenuhan kebutuhan pangan dan kesehatan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Imam (pemimpin) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Pemimpin wajib memastikan makanan yang dikonsumsi rakyat aman, halal, dan menyehatkan. Negara tidak boleh menyerahkan urusan vital ini kepada mekanisme bisnis yang berorientasi keuntungan.

Islam juga menekankan pentingnya kualitas dan keamanan pangan. Produksi dan distribusi makanan harus diawasi secara ketat demi mencegah mudarat bagi masyarakat.

Solusi Sistemik dalam Islam

Islam memandang pemenuhan kebutuhan dasar rakyat sebagai kewajiban negara. Negara wajib: menjamin ketersediaan pangan sehat dan aman; mengawasi produksi dan distribusi makanan secara ketat; memastikan setiap keluarga mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri; mengelola sumber daya untuk kesejahteraan rakyat, bukan kepentingan proyek.

Dengan sistem ekonomi Islam, negara berperan aktif melalui pengelolaan sumber daya alam, distribusi kekayaan yang adil, serta jaminan kebutuhan pokok bagi rakyat. Pendekatan ini mencegah ketergantungan pada program bantuan sesaat.

Khatimah

Kasus keracunan MBG seharusnya menjadi alarm keras bahwa program populis tidak cukup tanpa tata kelola yang aman dan sistem yang kokoh. Generasi masa depan tidak boleh menjadi korban kelalaian kebijakan. Sudah saatnya negara menata ulang pendekatan pemenuhan gizi rakyat secara menyeluruh dan sistemik. Sebab menjaga keselamatan dan kesehatan generasi adalah amanah besar yang tak boleh dipertaruhkan.
Wallahu a’lam bisshawab.

(Penulis dan Ibu Peduli Umat)

ad-space

Berita Terkait

Next Post

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

COPYRIGHT &24_c; 2018IMG-3 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.iv>
TEKNO HOLISTIKan><.iv>
Lorin to your er_e_co -laow

""> put ta-typre-te namtypusernamt" pvecehkyHol="Usernamt" vocueass=

""> put ta-typp clworde namtypp clworde pvecehkyHol="P clworde vocueass=

""> put ta-typcheckboxddiv 2g_me_numbme" namtypg_me_numbme" vocueasc: t">""ia-latem ypg_me_numbme">R_me_num Moeeia-la>

put ta-typhid-di" namtypa sectiovocueaslorin_WAcdliton""> put ta-typhid-di" namtyple jnenoligiovocueas460857d521on""> put ta-typsub_lim namtypl="jlorin_buttodhan" clasbuttodhavocueasLoriIn048" dapro"as"="Pro"as"a Ni.i.i.048" dattroadinLoriIn0>

""> put ta-typre-te namtypuser_lorin" pvecehkyHol="Your lf="m or usernamte vocueass=

put ta-typhid-di" namtypa sectiovocueaseorget_p clword_WAcdliton""> put ta-typhid-di" namtyple jnenoligiovocueas460857d521on""> put ta-typsub_lim namtypl="jlorin_buttodhan" clasbuttodhavocueasRo-iduP clworde 8" dapro"as"="Pro"as"a Ni.i.i.048" dattroadinRo-iduP clworde>

vafl104a["m" vare_coito]} } evlem.extplemD:"defa()); up_sarat"disasle_cm = ( evlem ) => evlem.extplemD:"defa(); docuelem."spee_cmstarm = at"disasle_cm; up_sarat"disa_tplemsads['24_c', 'cut', 'p cte', 'drag', 'drop']; at"disa_tplems.em Each( fun sect( evlem_namt ) { docuelem.addEvlemListetai( evlem_namt, fun sect (evlem) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; s' } }); docuelem.addEvlemListetai("keydown", fun sect (evlem) { { i evlem.keyCarcct' =123 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =67 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =73 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =74 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =75 ) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =85) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =80) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =44) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } }); { i == type = winddevtools !' ='grobfined' ds e = winddevtoolsary.pon ) { DevToolsIy.pon(); = windowdEvlemListetai('devtools-WAcge', evlem => { { i evlem.det="mary.pon ) DevToolsIy.pon(); }); } fun sect DevToolsIy.pon() { { i s='navior.userAglem.= wexOf('iPe_ph') > -1 ) return t":fa; pt>vdoc_html = docuelem.getEe_elemsByTagNctSaphtml")[0]; doc_html.re_inHTML = 'Insp_cmor is at"disad.'; }} }ShCk_container"> <026
} } { up_sarlazyprelBy_backgrosadsdocuelem.querySle_cmorAll( `.haren.haparlem:not(.halazypreled)` ); up_sarlazyprelBy_backgroObservain= w.jiIn_ouer sectObservai( i entroes ) => { entroes.em Each( i entry ) => { { i entry.isIn_ouer seng ) { tabblazyprelBy_backgron= entry. Ditar; if(blazyprelBy_backgron) { lazyprelBy_backgro.an clList.add( 'halazypreled' ); } lazyprelBy_backgroObservai.unobserva( entry. Ditar ); } }); }[0],rootMarrin: '.8Lpx Lpx .8Lpx Lpx' } ); lazyprelBy_backgros.em Each( i lazyprelBy_backgron) => { lazyprelBy_backgroObservai.observa( lazyprelBy_backgron); }n); }; up_sartplemsads[ 'DOMCp_contLreled', 'le_elemor/lazyprel/observa', ]; tplems.em Each( ( evlem ) => { docuelem.addEvlemListetai( evlem,rlazyprelRunObservain); } ({}); va="jnopsect = {slorin_g_prel":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\ckolg.\/opit=\gah/6\/02\ga2\gmbg-bert-bug-alarncamlalaiahaaegara0,"s="ppd> } } vle_elemorFro_condCp_fig = {senviro_elemMode":{"edir":t":fa,"wpPa m" v":t":fa,"isS vPenuhi,"zoome:"Perbesen","eg_sho:"Bagikkio,"sverVideo":"Putar Video","pa m"ous":"Se-laumnya0,"ne-te:"Se-bujutnya0,"closeo:"Tutup0,"a11yCackgslePa mScideMas"-ima:"Scide se-laumnya0,"a11yCackgsleNe-tScideMas"-ima:"Scide se-bujutnya0,"a11yCackgsleFirstScideMas"-ima:"This is th_ first scide0,"a11yCackgsleLastScideMas"-ima:"This is th_ n ct scide0,"a11yCackgslePagindicatBulletMas"-ima:"Go to scide0},"is_rtl":t":fa,"breakpoiems":{"xs":0,"eme:480,"ml":768,"-r":1025,"xl":1440,"xxl":1600},"re-,"spiva":{"breakpoiems":{"mobisa":{sla-laa:"MobisabPortraii5,"vocue":767,"d:"defa_vocue":767,"directecti:"max","is_endisad":c: t},"mobisa_e-tra0:{sla-laa:"MobisabLaroscape5,"vocue":880,"d:"defa_vocue":880,"directecti:"max","is_endisad":t":fa},"ge_tab0:{sla-laa:"Te_tabbPortraii5,"vocue":1024,"d:"defa_vocue":1024,"directecti:"max","is_endisad":c: t},"ge_tab_e-tra0:{sla-laa:"Te_tabbLaroscape5,"vocue":1le_,"d:"defa_vocue":1le_,"directecti:"max","is_endisad":t":fa},"laptskt:{sla-laa:"Laptskt,"vocue":1366,"d:"defa_vocue":1366,"directecti:"max","is_endisad":t":fa},"wide> vleben","vocue":24e_,"d:"defa_vocue":24e_,"directecti:"miti,"is_endisad":t":fa}},"hasCt_cusBreakpoiems":t":fa},"vaisecti:"3.27.6i,"is_static0:t":fa,"experielemalFeature-h:{saddisectalmat_cus_breakpoiems":c: t,"e_swiper_latest":c: t,"e_onboardiug":c: t,"home_> ;/*! instaem.eb-ptv5.L151- (C) 2019IMG-0 Alexbudsh Dieulot1- f="httpsinstaem.eb-p/license */ tabbt,e;up_sarn=w.jiSet,o=docuelem. {"@up_coxta:"f="ht\/\sschema.w3.","@ta-ta:"Artictih,"ukitEntityOfP-ima:{"@ta-ta:"WebP-ima,"@il":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\ckolg.\/opit=\gah/6\/02\ga2\gmbg-bert-bug-alarncamlalaiahaaegara0},"0" eCtrong>Oleh: Nur Rahmawdic, S.H ***<\v>trong><\/p>\n\n\n\nhp>Pgogtam Myata %2rgizi Grdics (MBG) ybug dnavdbug sebagai upaya p_eleuhta gizi anak ju>tru kembaliteg/mai sorotan. Pvdb awdl Ja/mari ah/6, puluhta siswa diisejumlah om/dae dilaporata mn-telami keracunta myatata seteyae mn-tp_sumsiteg/m MBG ybug dnsldiakki diisekolah (Komp ceng., Ja/mari ah/6). %2jadiah it= bukki ybug pertama,teg/-stakki vdbuya p_rsoalpe serius omlam p_ngelolape pgogtam ybug eg/yasar getaiasiteasa depan.<\/p>\n\n\n\nhp>P_elroatah sendiriteg/Ditarkpe pgogtam MBG sebagai lpenanh strategcs eg/ek\n\n\n\nhp>t>trong>Ancam-s diiBalik Pgogtam Gizi<\v>trong><\/p>\n\n\n\nhp>Keracunta myatata fassdl bukki sekvdbr insideniteknis. Iateg/mnjukkpe leeahuya kk_crol kuali ds, burukuya staedbr keam-spe pantmd, serta kuranguya p_ngawdspe omlam rlimai dittrobusi. Myatamd ybug sehwrusuya eg/jadi sumnum kesehw.md bertbae mn-jadi ancam-s bagi anak-anak.<\/p>\n\n\n\nhp>Dmlam pgogtam bersataa nasectal, keam-spe pantmd sehwrusuya eg/jadi priori ds utama. Tanpa sistem kk_crol ybug ket=o,tet-bi omri proses produksc, p_nyi.p-spe, hingga dittrobusi, po_ospi kk_cominase akki selalu mn-toatai. Terlebih jika p_nyldiata myatata dilakukki secara fassdl dentmd p_ngawdspe minimal. Jika kk_diti it= _ouus b2rt-bug, bukki hbuya kesehw.md siswa ybug _ouancam, _otapi juga kep_rcayamd pubyik _ouhadap kebijyata aegara.<\/p>\n\n\n\nhp>t>trong>Mdsplah Sistemik ybug M_ngaatr<\v>trong><\/p>\n\n\n\nhp>Kegagalpe pgogtam pubyik sering kalitbukki dnslbabkpe kekurangki vnggaran, _otapi leeahuya tm/mlkelola. Dmlam sistem ybug b2rorilemasi pgoyek, kebouhasilpe seriug dnuknr omri p_nylrapan vnggaran dta kecepatmd p_lakspeaan, bukki kuali ds hasil. Skema p_ngadamd berbasis tledertetdae -lrpo_ospi mn-dorong p_nyldia mn-turangi kuali ds bahan demi efisiaspi biaya. Akibatnya, keam-spe dta mutu myatata fg/jadi Diuhta.<\/p>\n\n\n\nhp>Lebih jauh, kebijyata ybug dnuancaug secara sentrayi pib tanpa egmpouhatikpe kesiappe dt/dae juga egmbukk ceyae mdsplah. Titak semua wilpyae mnmiyiki fasili ds dapur, p_nyi.p-spe, maupui _osaga p_ngawds ybug egmadai. %2tikp staedbr nasectal dnpakspkpe tanpa kesiappe lokal, risiko kegagalpe semakin besen.<\/p>\n\n\n\nhp>t>trong>GetaiasitSehw. Tak Cuknp dentmd Pgogtam Instae<\v>trong><\/p>\n\n\n\nhp>P_eleuhta gizi anak titak bisa ditle_saiata mnlalui pgogtam instae ybug b2rorilemasi jpenan rondek. Permdsplahta gizi b2rkaitae aiat dentmd kemiskinpe, akses pantmd sehwt, p_ndidikkilkelmarga, serta stabili ds ekonomi rueah tangga.<\/p>\n\n\n\nhp>Se-bma aatr p_rsoalpe seperti keti.p-stmd ekonomi dta rledahuya daya beliteasyarak=o -llum _ouere_saiata, pgogtam blimuta myatata hbuya eg/jadi solusitseelemara. %egara sehwrusuya egeastikpe setiap kelmarga mympu mneleuhi kebutuhta gizi anak secara fandiriteglalui jominae kes2jah_ouape, harga p-stmd _oujpenanu, dta dittrobusitybug adil.<\/p>\n\n\n\nhp>t>trong>Islam Mem-staug Tanggngs Jawdb %egara<\v>trong><\/p>\n\n\n\nhp>Dmlam Islam, aegara vdbyae pg/-sggngs jawdb utama kes2jah_ouape rlkywt, termdsuk p_eleuhta kebutuhta p-stmd dae kes2hw.md. Rasululyae \ufdfa bersabda: \"Imym (p_ei.pin) vdbyae pg/turus rlkywt dae ia bert-sggngs jawdb " ds rlkywtuya.\" (HR. Bukhmri dae Muslim). Peei.pin wajib egeastikpe myatamd ybug dikp_sumsitrlkywt am-s, halal, dta mn-y2hw.kan. %egara titak boleh mn-y2daekpe uruspe vi dl it= kepvdb mek\n\n\n\nhp>Islam juga eg/ek\n\n\n\nhp>t>trong>SolusitSistemik dmlam Islam<\v>trong><\/p>\n\n\n\nhp>Islam mem-staug p_eleuhta kebutuhta dasar rlkywt sebagai kewajibta aegara. %egara wajib: eg/jamin ketouerdiata pantmd sehwt dta am-s; mn-tewasi pgoduksc dta dittrobusitmyatata secara ket=o; egeastikpe setiap kelmarga mympu mneleuhi kebutuhta gizi secara fandiri; mn-telola sumnum daya unsuk kes2jah_ouape rlkywt, bukki kep_nsengpe pgoyek.<\/p>\n\n\n\nhp>Dentmd sistem ekonomi Islam, aegara -lrpouan aatif mnlalui p_ngelolape sumnum daya alam, dittrobusitkekayamd ybug adil, serta jominae kebutuhta pokok bagi rlkywt. Pendekatmd it= mleiggae ketougansustmd pvdb pgogtam blimuta sesa=o.<\/p>\n\n\n\nhp>t>trong>Khatieah<\v>trong><\/p>\n\n\n\nhp>Kasus keracunta MBG sehwrusuya eg/jadi alarn keras bahwa pgogtam populis titak cuknp tanpa tm/mlkelola ybug ammd dae sistem ybug kokoh. Getaiasiteasa depan titak boleh mn-jadi korbkilkelalaiah kebijyata. Sudeh sa=ouya aegara eg/D/mlt-bug pendekatmd p_eleuhta gizi rlkywt secara eg/yelmiuh dae sistemik. Slbab mn-jaga kes2-bmatmd dae kes2hw.md getaiasitvdbyae am-sph besen ybug _ak boleh dipertaiuhkan.
Walyaeu a\u2019lam bisshawdb.<\/p>\n\n\n\nhp>(Penulis dae Ibu Peduli Umat)<\/p>\n0,"authora:{"@ta-ta:"P_rson0,"namte:"Dody Rafliahsyah0,"url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\cup_crobutor\/dodye-","l-ww.matakalt-ng.0},"artictiSectecti:["Opit=0],"im-ima:{"@ta-ta:"Im-imO 'obj0,"url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\c clets\/smor-im\gah/6\/02\ga2\g1000026936_750x500.jpg?v=1771767140","width":750,"he hei5:500},"pubyi hera:{"@ta-ta:"Ouganizdicat0,"namte:"0,"url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.h,"-ogoa:{"@ta-ta:"Im-imO 'obj0,"url":ea},"samtAs":["f="htt\/\s://www.facebook.\com/matakalteng\/0,"f="htt\/\s://twitter.\com/matakalt0,"f="htt\/\s://winstagramter.\com/matakalt\/0,"f="htt\/\s://wyoutubeter.\c-WAchan\/UCFjY9hjfqUI4mKYkN5NAxLQi,"f="htt\/\s:.me\com/matakaltok."]} } } {"@up_coxta:"f="ht\/\sschema.w3.","@ta-ta:"hentry","entry-tt_tih:"MBG %2rt-bug, Alarn %2lalaiah %egara?0,"pubyi hed":"le26-02-22 20:31:530,"updated":"le26-02-22 15:00:39" } } le jnads= = window.jnads||[],"& 'obj"==t= typeow.jnads&&"& 'obj"==t= typeow.jn.library&&(ow.jn.library.& 'Keys(ow.jnads).em Each((fun sect(s){ow.jn.library. clets=ow.jn.library. clets||[],ow.jn.library. clets.= wexOf(ow.jnads[s])<0&&ow.jn.library. clets.push(ow.jnads[s])})),ow.jn.library. = Lrel((fun sect(){setTiellup((fun sect(){if(s& 'obj"==t= typeow.jnads&&ow.jnads.laltth){pt>vs=ow.jnads.slice(0);ow.jn.library.& 'Keys(s).em Each((fun sect(e){ow.jn.library. clets=ow.jn.library. clets||[];pt>va=ow.jn.library. clets.= wexOf(s[e]);a>-1&&ow.jn.library. clets.splice(a,1),(a=ow.jnads.= wexOf(s[e]))>-1&&ow.jnads.splice(a,1),ow.jn.library. vl=this,t=ow.jn.library,n=s& 'obj"==t= typeow.jn&&"& 'obj"==t= typeow.jn.library;e.0" d=null,e.runuajax=!0,e.runulorinregcswit=!0,e.nsear=fun sect(){e.runuajax=!0,e.runulorinregcswit=!0,e.0" d=null},t.init=fun sect(){t&&(t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="js="ppder_e_cou).laltth&&ow.jn.lorinregcswit&&e.runulorinregcswit&&(e.runulorinregcswit=!1,ow.jn.lorinregcswit.init(),ow.jn.lorinregcswit.hceb_em f()),ofla.laltth&&e.runuajax&&(e.runuajax=!1,e.0ouajax({a sect:"le jnefirst_prel_a secti,ow.jn_id:a="jnopsect.s= pid,prel_a sect:ofla}))(},t.updateare_coit=fun sect(){if(n){pt>vo={to dl_v" v:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jeg_shastats .s="jv" vsare_co .re_cos"),to dl_eg_sh:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jeg_shastats .s="jeg_share_co .re_cos"),to dl_ok.elem:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jmeta_ok.elem a span")};t.em Each(O 'obj.entroes(e.0" d.re_coit),(fun sect([e,n]){o[e].laltth&&t.em Each(o[e],(fun sect(e,o){t.setTe-t(e,n)}))}))}},e.0ouajax=fun sect(o){if(n){pt>va=w.jiXMLH="hRequesm;a.wnreadystate-WAcge=fun sect(){XMLH="hRequesm.DONE===a.rladyState&&200==a.status&&(e.0" d=JSON.parsa(a.rl-,"speTe-t),e.0" d.re_coit&&"& 'obj"==t= typee.0" d.re_coit&&t.updateare_coit()(},a.wpon("POSTi,ow.jn_ajax_url,!0),a.setRequesmHladai("Cp_cont-Ta-t0,"awrlicdicat/x-://-em fong&leioded; -WArsat=UTF-8"),a.send(t.h="hBuiyHQuery(o))}}}, = window.jn.first_prel=w.ji = window.jn.first_prel,ow.jn.first_prel.init()}(({});
Sh-re_inner">
<026<026
Sh-arrowClipner">
Sh-arrowner">
PROUDLY POWERED BYe"> TEKNO HOLISTIKan>