SAMPIT – Meski baru pertama kali tampil di ajang grasstrack tingkat regional, empat pembalap asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sukses menorehkan prestasi membanggakan. Mereka berhasil naik podium pada Event Grasstrack Hanau yang digelar di Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), pada 10–11 Januari 2026.
Keempat pembalap tersebut yakni Agung Purnomo, Septo Tirta Nugraha, Agus Nugroho W, serta Pito Ramadhan Arianto, pembalap belia berusia 14 tahun yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP.
Menariknya, Pito Ramadhan Arianto tampil untuk pertama kalinya di event grasstrack resmi. Meski demikian, ia mampu bersaing dengan pembalap lain yang lebih berpengalaman. Pito berhasil finis peringkat keempat di kelas Bebek Standar Pemula, serta peringkat kelima di kelas Trail Standar 4 Langkah 155 CC Pemula.
Capaian tersebut menjadi catatan positif mengingat Pito baru pertama kali turun di lintasan balap. Selama ini, kemampuannya terus diasah melalui latihan rutin dengan pendampingan langsung dari sang ayah, Anto, serta dibantu mekanik andalan Igoen, yang dikenal sebagai salah satu legenda grasstrack di Kotim.
Sementara itu, prestasi gemilang juga ditorehkan oleh pembalap Kotim di kelas Adventure 30 Tahun Non SE/Non Pembalap. Agung Purnomo tampil dominan dengan finis posisi pertama, disusul Septo Tirta Nugraha di posisi kedua, dan Agus Nugroho W yang mengamankan posisi kelima.
Salah satu penggerak sekaligus pecinta otomotif grasstrack Kotim, Igoen, mengaku bersyukur atas hasil yang diraih para pembalap tersebut, meskipun mereka baru pertama kali tampil di event besar.
“Alhamdulillah, ini perdana kami tampil di event grasstrack dan hasilnya cukup memuaskan. Namanya juga perdana, tentu masih banyak evaluasi, tapi ini jadi motivasi besar ke depan,” ujar Igoen. Selasa 13 Januari 2026.
Hal senada disampaikan Anto, orang tua dari Pito Ramadhan Arianto. Ia berharap prestasi anak-anak Kotim ini bisa menjadi perhatian bagi pemerintah daerah maupun pihak terkait.
“Kami berharap Kotim ke depan bisa menggelar event grasstrack sendiri. Selain itu, potensi pembalap lokal juga perlu diperhatikan dan dibina. Termasuk fasilitas sirkuit, agar anak-anak daerah punya tempat untuk berkembang,” ungkapnya.
Dengan hasil tersebut, para pembalap Kotim berharap prestasi ini menjadi awal kebangkitan dunia grasstrack di daerah, sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet balap motor yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
(gus/matakalteng)





















Discussion about this post