• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
ad-space

Beranda » Bungkamnya Negara Dunia, Matinya Rasa Kemanusiaan atas Palestina

Bungkamnya Negara Dunia, Matinya Rasa Kemanusiaan atas Palestina

Jumat, 20 Juni 2025
in Opini
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nur Rahmawati, S.H ***

Larangan mendekati pusat distribusi bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Jalur Gaza yang diberlakukan oleh otoritas militer Israel kembali menelanjangi wajah sejati rezim Zionis: kejam, tak berperikemanusiaan, dan tanpa ampun. Perlakuan ini kian menegaskan bahwa yang dihadapi rakyat Palestina bukan sekadar penjajahan, melainkan proyek pemusnahan manusia yang terus dibiarkan oleh dunia (Beritasatu.com, 4/6/2025).

Baca juga berita lainnya

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Kapitalisme: Akar Matinya Nurani Kemanusiaan

Penderitaan rakyat Palestina bukanlah tragedi yang baru kemarin sore. Lebih dari tujuh dekade, mereka hidup di bawah bayang-bayang penjajahan, kekerasan, dan pengusiran. Namun dunia tetap memilih bungkam. Bahkan ketika bayi-bayi meregang nyawa karena kelaparan, ketika rumah sakit dan tempat ibadah dihantam bom, suara negara-negara besar hanya sebatas kecaman diplomatik tanpa satu pun tindakan nyata.

Kekejaman yang terus berlangsung kini bahkan menjelma menjadi genosida perlahan. Kelaparan dijadikan senjata pembunuh yang tak kalah mengerikan dari rudal dan senapan. Hak Asasi Manusia yang kerap dielu-elukan negara-negara Barat ternyata tak lebih dari jargon kosong, tak berlaku bagi Palestina.

Tragedi ini tentu tak terjadi di ruang hampa. Diamnya negara-negara besar, bahkan hanya berani beretorika tanpa langkah konkret, menjadi cermin hilangnya rasa kemanusiaan dari pemimpin dunia. Seolah empati sudah sirna. Padahal, naluri untuk membela sesama, terlebih anak-anak yang tak berdosa, adalah bagian tak terpisahkan dari fitrah manusia.

Tumpulnya nurani ini sejatinya bersumber dari sistem kapitalisme global yang memengaruhi arah kebijakan negara-negara di dunia. Kapitalisme menempatkan keuntungan materi dan dominasi kekuasaan di atas nilai-nilai kemanusiaan. Dalam sistem ini, keadilan tak lebih dari alat tawar-menawar, dan kepedulian hanya berlaku jika ada kepentingan yang menyertainya.

Sudah menjadi rahasia umum: kapitalisme tak hanya menciptakan ketimpangan, tetapi juga menjadi mesin pembunuh umat Islam di berbagai penjuru dunia. Palestina hanyalah satu dari sekian luka yang dibiarkan menganga.

Di Mana Para Pemimpin Muslim?

Yang lebih menyayat hati, dunia Islam pun tak mampu menjawab jeritan rakyat Palestina. Tak satu pun pemimpin negeri-negeri Muslim yang berani mengerahkan pasukan bersenjata untuk membela saudara mereka yang tertindas. Padahal, Islam jelas menegaskan bahwa membela sesama Muslim adalah kewajiban. Rasulullah bersabda:
“Barang siapa tidak peduli terhadap urusan kaum Muslimin, maka ia bukan bagian dari mereka.” (HR. Thabrani).

Namun, seruan jihad untuk membebaskan Palestina justru dianggap tabu. Para pemimpin Muslim lebih sibuk menjaga sekat nasionalisme warisan penjajah, yang memecah belah umat dan menghambat persatuan. Lebih tragis lagi, sebagian dari mereka justru menjalin hubungan mesra dengan penjajah Zionis, mengabaikan jeritan rakyat Palestina yang kian sekarat.

Jihad, Jalan Pembebasan Palestina

Fakta ini harus membawa kita pada satu kesimpulan: tak ada jalan lain untuk membebaskan Palestina selain jihad. Dan jihad bukan sekadar gerakan perorangan, melainkan seruan negara. Hanya institusi khilafah, sebuah negara Islam yang berdaulat dan independen yang memiliki otoritas dan keberanian untuk mengirimkan pasukan guna membebaskan tanah suci itu dari penjajahan.

Namun, khilafah tak akan lahir di tengah sistem kapitalisme-sekular yang telah mencengkeram dunia Islam hari ini. Sebab, penguasa yang tunduk pada kepentingan negara-negara besar tak akan pernah memilih jalan jihad. Mereka lebih takut pada sanksi dan tekanan politik daripada pada kemurkaan Allah. Padahal Allah telah menjanjikan dalam firman-Nya:

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa.” (QS. An-Nur: 55).

Maka, perjuangan untuk membebaskan Palestina harus dimulai dari perjuangan menegakkan khilafah. Perjuangan ini bukan tugas satu-dua orang, melainkan proyek besar umat yang dipimpin oleh jamaah dakwah ideologis yang konsisten menyeru pada perubahan sistemik.

Jamaah ini bertugas menyadarkan umat, menumbuhkan kesatuan visi, serta memimpin langkah-langkah strategis untuk membangun kembali peradaban Islam yang adil dan mulia. Sudah saatnya umat merapatkan barisan, menjawab seruan dakwah ini, dan bersama-sama menjemput pertolongan Allah (nashrullah).

(Penulis adalah Pendidik di Kabupaten Kotawaringin Timur)

Share3Tweet2SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

RPJMD Jadi Panduan Strategis Wujudkan Visi Misi Kepala Daerah

Next Post

Barak Militer untuk Remaja Bermasalah, Solusikah?

Berita Terkait

Opini

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Jumat, 24 April 2026
Opini

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

Minggu, 8 Maret 2026
Opini

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Minggu, 22 Februari 2026
Opini

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Sabtu, 14 Februari 2026
Opini

Menimbang Arah Diplomasi Perdamaian dan Keberpihakan Kemanusiaan

Senin, 9 Februari 2026
Opini

Ketimpangan Global: Wajah Nyata Kegagalan Kapitalisme

Minggu, 18 Januari 2026
Load More
Next Post

Barak Militer untuk Remaja Bermasalah, Solusikah?

Bupati Kotim Himbau Ibu Hamil dan Orang Tua Balita Aktif ke Posyandu

Bupati Halikinnor Bakal Kumpulkan Pengusaha, Tekankan Komitmen Tangani Stunting

Wabup Irawati Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Basirih Hulu

Wabup Kotim Apresiasi Penandatanganan MoU RMU dengan Tiga Desa di Cempaga

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK