• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Sabtu, 25 Juli 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Barak Militer untuk Remaja Bermasalah, Solusikah?

Barak Militer untuk Remaja Bermasalah, Solusikah?

Jumat, 20 Juni 2025
in Opini
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Herliana Tri M ***
 
Barak militer akhir-akhir ini menjadi ramai perbincangan publik.   Masyarakat awam yang tak tahu menahu akhirnya mencoba mencari informasi tentang barak militer ini.  Barak militer merupakan gagasan baru Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang kebijakan baru tersebut banyak menuai kontroversial dan kritik, yaitu pendidikan karakter di barak militer (radarbogor, 13/06/2025)

Seolah mendapat angin segar atas solusi kenakalan remaja di kota Bogor, Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengunjungi barak militer Yonif 315 di Gunung Batu, Kota Bogor, Minggu (1/6/2025) yang dipersiapkan sebagai tempat bagi siswa ‘spesial’ yang membutuhkan penanganan khusus.   Barak militer yang berada di kawasan Gunung Batu Bogor, akan dijadikan lokasi pendidikan karakter bagi para siswa bermasalah.  Kapasitas awal mencapai 100 peserta, 80 anak laki-laki dan 20 anak perempuan.

Baca juga berita lainnya

Pendidikan Tinggi Kian Mahal, Akses Rakyat Kian Terbatas

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Barak militer merupakan fasilitas tempat tinggal prajurit yang dirancang untuk mendukung operasi, pelatihan, dan kegiatan militer.  Barak militer tak sekedar tempat beristirahat militer, tetapi juga pusat pelatihan yang menanamkan disiplin, kerjasama, dan ketahanan fisik.  Barak militer di bawah komando TNI sering menjadi simbol ketertiban dan keteguhan.

Asal Usul Barak Militer Bagi Remaja

Barak  militer dianggap sebagai solusi saat ini untuk mengatasi permasalahan kenakalan remaja.  Salah satu kenakalan remaja yang sering meresahkan masyarakat adalah tawuran pelajar.  Tawuran ini tak hanya beresiko bagi pelajar yang sedang berantem, tetapi juga membahayakan nyawa warga yang melintas. 

Tawuran pelajar tak hanya adu mulut dan adu jotos, tetapi membawa senjata tajam seperti golok, celurit, parang serta benda tajam lainnya. Tak jarang, tawuran ini mengancam nyawa dan ada korban jiwa baik dari kelompok yang ikut tawuran maupun warga yang melintas dan turut menjadi korban amukan tawuran.   Selama bulan April hingga Juni 2025 saja, polresta telah menangkap 32 remaja kasus penganiayaan dan perkelahian (radarbogor, 03/06/2025).

Seolah tak ada solusi untuk masalah ini, usulan dan akhirnya menjadi kebijakan keberadaan barak militer disetujui pemerintah daerah dan disambut lapang dada oleh orantua yang merasa sudah ’angkat tangan’ menghadapi kenakalan buah hatinya.
 
Barak untuk Remaja, Solusikah?

Sebagai kebijakan yang diambil, patut menjadi pertanyaan, apakah solusi ini efektif menyelesaikan kenakalan remaja saat ini?  Kenakalan tak biasa bahkan mengancam nyawa diri dan orang lain.   Apakah solusi ini sudah sesuai dengan pangkal permasalahan dan ketepatan solusinya?

Sebagai masalah yang saling terkait, kompleksnya masalah remaja harus melibatkan keefektifan  kebijakan negara, kurikulum pendidikan serta peran orangtua.  Tiga peran ini yang harusnya menjadi perhatian khusus untuk dioptimalkan guna menyelesaikan masalah remaja.  Sehingga melibatkan militer untuk solusi masalah, rasanya jauh panggang dari api.

Kebijakan yang menjauhkan masalah dengan solusi.  Kenapa bisa demikian? Militer sebagai penjaga keamanan negara baik dari darat, laut dan udara pasti memiliki kurikulum pembelajaran yang berbeda dengan apa yang dibutuhkan oleh pelajar. 

Tentara sebagai garda terdepan bangsa punya peran yang sangat besar melindungi bangsa dari serangan musuh.  Tentu kedisiplinan, kewaspadaan, keahlian serta kecakapan khusus yang dibutuhkan dan diramu dalam kurikulum militer levelnya tak sama dengan solusi yang dibutuhkan untuk menangani kenakalan remaja. 

Andai masalah remaja adalah kedisiplinan secara fisik, solusi militer ini ’mungkin’ dianggap tepat.  Tetapi saat remaja yang dianggap bermasalah ini berasal dari keluarga ’broken home’ karena perceraian orangtua, yang berdampak pada masalah psikis anak, atau adanya ’luka pengasuhan’ akibat minimnya ilmu parenting orangtua, atau kesibukan orangtua dan minimnya interaksi dengan anak, maka solusi militer ini tentu tak tepat. 

Pada saat anak merasa gersang akan kasih sayang, maka keberadaan psikolog untuk mengurai masalah anak serta pendampingan dan curahan perhatian orangtua lebih dibutuhkan untuk menyembuhkan dan mengembalikan keharmonisan hubungan anak dan orangtua.

 Disamping itu, kurikulum pendidikan yang bertujuan membentuk karakter, kepribadian siswa didik haruslah menjadi perhatian utama bagi output pendidikan.  Permasalahan yang muncul dalam dunia pendidikan saat ini adalah perubahan yang sering terjadi dalam kurikulum. Seolah-olah, opini  ganti menteri maka ganti kurikulum benar adanya. 

Tak mantap dan punya pegangan kurikulum seolah nyata bagi pendidikan di negeri ini.  Pihak sekolah sibuk beradaptasi dengan kurikulum yang baru dan bahan ajarnya, sehingga perhatian dalam membenahi karakter ini kurang mendapat porsinya. Disisi lain, keberadaan rohis sekolah, sebagai wadah keagamaan siswa justru mendapat stigma negatif seolah menjadi sarang berkembangnya terorisme. 

Pemberitaan yang pernah mengemuka tentang bibit terorisme pada Rohis (Rohani Islam), menjadikan wadah siswa untuk berada dalam lingkungan Islami yang terbina menjadi takut dan menghindari aktivitas tersebut.  Akhirnya, menjadi pertanyaan besarnya, dimana remaja ini mendapatkan tempat membina karakter dan tsaqofahnya?  Pada saat keluarga tak hadir, lingkungan yang kondusif juga hilang?

Kondisi ini diperparah dengan kebijakan negara yang setengah -setengah memandang kenakalan remaja. Tak secara tegas dalam sanksi hukum bagi remaja yang sudah baligh.  Remaja dianggap masa transisi menuju dewasa dengan sanksi tak tegas saat ’kenakalan remaja’ berbuah petaka.  Berlindung atas nama remaja, hukum tak mampu hadir memberikan sanksi yang bisa membuat jera.

Berbagai peran yang tak optimal berjalan, menjadikan masalah remaja tak menemukan jalan keluar.  Solusi tambal sulam bak benang kusut tak memberi solusi nyata.  Bahkan solusi bisa menghadirkan masalah baru.  Semoga negara ini mau mendengarkan suara kebaikan dari berbagai pihak.  Selama kebaikan itu memberikan jalan keluar, maka sudah sepantasnya diambil demi perbaikan generasi.

(Penulis adalah pegiat literasi di Kota Bogor)

Share2Tweet1SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Bungkamnya Negara Dunia, Matinya Rasa Kemanusiaan atas Palestina

Next Post

Bupati Kotim Himbau Ibu Hamil dan Orang Tua Balita Aktif ke Posyandu

Berita Terkait

Opini

Pendidikan Tinggi Kian Mahal, Akses Rakyat Kian Terbatas

Minggu, 14 Juni 2026
Opini

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Jumat, 24 April 2026
Opini

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

Minggu, 8 Maret 2026
Opini

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Minggu, 22 Februari 2026
Opini

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Sabtu, 14 Februari 2026
Opini

Menimbang Arah Diplomasi Perdamaian dan Keberpihakan Kemanusiaan

Senin, 9 Februari 2026
Load More
Next Post

Bupati Kotim Himbau Ibu Hamil dan Orang Tua Balita Aktif ke Posyandu

Bupati Halikinnor Bakal Kumpulkan Pengusaha, Tekankan Komitmen Tangani Stunting

Wabup Irawati Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Basirih Hulu

Wabup Kotim Apresiasi Penandatanganan MoU RMU dengan Tiga Desa di Cempaga

Pemkab Kotim Beri Penghargaan kepada Perusahaan Peduli Kesehatan dan Penurunan Stunting

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

Kamis, 23 Juli 2026

Tabligh Akbar Bersama Ning Umi Laila, Irawati Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiyah

Selasa, 21 Juli 2026

Kotim Sepakati Raperda Penanganan Kawasan Kumuh, Perkuat Dasar Hukum Penataan Permukiman

Senin, 20 Juli 2026

PAN Kotim Tancap Gas Usai Terima SK, Abdul Hafid Bidik Tambah Kursi DPRD dan Perkuat Ranting

Minggu, 19 Juli 2026

Kotim Siaga Ganda Hadapi Karhutla dan Kekeringan, Dampaknya Mengancam Kesehatan dan Pertanian

Rabu, 15 Juli 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12235 shares
    Share 4894 Tweet 3059
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5952 shares
    Share 2381 Tweet 1488
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4269 shares
    Share 1708 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3807 shares
    Share 1523 Tweet 952
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3618 shares
    Share 1447 Tweet 905
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2790 shares
    Share 1116 Tweet 698
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2367 shares
    Share 947 Tweet 592
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK