SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor berencana mengumpulkan seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayahnya guna membahas kontribusi mereka dalam penanganan stunting.
Hal ini disampaikan sebagai bentuk keprihatinan atas minimnya keterlibatan pelaku usaha dalam mendukung program pengentasan stunting yang saat ini menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
“Ke depan saya akan kumpulkan seluruh gabungan pengusaha di Kabupaten Kotim. Entah itu nanti pertemuannya kita lakukan di Kotim atau di Jakarta. Saya ingin mereka duduk bersama dan betul-betul serius membantu,” tegas Halikinnor, Sabtu 21 Juni 2025.
Ia mengungkapkan, selama ini sudah beberapa kali dilakukan pertemuan antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan. Namun dari sekian banyak perusahaan, hanya satu dua saja yang benar-benar aktif dan berkomitmen dalam membantu menekan angka stunting.
“Setelah beberapa kali kita adakan pertemuan, hanya satu dua perusahaan yang aktif berkontribusi. Sementara yang lainnya masih belum maksimal. Padahal, sektor swasta memiliki peran besar dalam mempercepat penurunan stunting,” lanjutnya.
Bupati menegaskan bahwa masalah stunting tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Perlu sinergi lintas sektor, termasuk dari dunia usaha, yang bisa berperan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Ia berjanji akan lebih tegas dalam pertemuan mendatang. Perusahaan akan diminta menunjukkan komitmen nyata, baik dalam bentuk dukungan langsung ke lapangan, pengadaan gizi tambahan bagi balita dan ibu hamil, hingga pembangunan sarana penunjang Posyandu.
“Saya akan tekankan agar semua terlibat. Tidak boleh ada yang berpangku tangan. Supaya penurunan stunting ini bisa lebih maksimal, dan anak-anak kita tumbuh sehat dan cerdas,” tandas Halikinnor.
Dirinya berharap dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan dunia usaha, upaya menekan prevalensi stunting di Kotim bisa berjalan lebih cepat dan efektif, demi menciptakan generasi masa depan yang unggul dan berkualitas.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post