• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Sabtu, 25 Juli 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Perlunya Pemerataan Fasilitas Baca di Pelosok Kalimantan Tengah

Perlunya Pemerataan Fasilitas Baca di Pelosok Kalimantan Tengah

Sabtu, 10 Desember 2022
in Opini
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Mega Asri Lestari ***

MEMBACA merupakan suatu proses memahami tulisan untuk menganalisa, merepresentasi dan memberikan persepsi terhadap informasi yang disajikan oleh sumber. Budaya membaca sangat perlu diterapkan agar kualitas Sumber Daya Manusia meningkat. Salah satu indikator kemajuan suatu negara adalah memiliki SDM yang unggul dan berkualitas. Maka dari itu, perlunya meningkatkan kuantitas intelektual bangsa salah satunya dengan cara menggaungkan budaya gemar membaca. 

Baca juga berita lainnya

Pendidikan Tinggi Kg_pdik.="jeg_m 3 Rakyat Kg_pdTerbatas

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wk.=i Penguasa!

MBG Berulangjeglarm Kelalaian Negara?

Indeks alibaca (aktivitas literasi membaca) provinsi Kalimantan Tengah menurut data dari Kemdikbud RI menunjukkan angka 33,86% dan urutan ke-22 dari 34 provinsi per tahun 2019. Mengetahui hasil tersebut, ada dua pandangan. Di satu sisi, indeks literasi Kalteng tidak berada pada 10 provinsi dengan indeks terendah, akan tetapi posisi tersebut hampir mendekati 10 provinsi dengan indeks literasi terendah.

Membudayakan gemar membaca pada masyarakat kota, khususnya dengan adanya kemudahan teknologi internet untuk bisa membaca apa saja, kapan saja, dimana saja dengan cepat sangat mudah untuk dilakukan. Kampanye gemar membaca pada masyarakat kota juga mudah dijumpai melalui media massa ataupun media sosial.

Fasilitas baca di kota juga cukup memadai, seperti banyaknya jenis perpustakaan, seperti perpustakaan sekolah, perpustakaan kota, perpustakaan daerah, serta adanya taman baca masyarakat. Selain itu, akses internet di kota tidak terbatas dan bebas sehingga masyarakat kota bisa mendapatkan informasi melalui internet maupun perpustakaan. 

Berbeda dengan masyarakat yang tinggal di pelosok, ada banyak faktor yang menghambat budaya gemar membaca pada masyarakat desa. Beberapa desa yang berada di pelosok, masyarakatnya mengalami kendala dalam proses penerimaan informasi karena kesulitan akses internet, perangkat digital seperti gawai, dan listrik.

Selanjutnya, faktor lainnya adalah tidak adanya fasilitas baca atau koleksi buku, perpustakaan yang tidak  terawat, kurangnya fasilitas baca yang memadai serta terbatasnya akses transportasi untuk menjangkau daerah pelosok. Maka dari itu, tidak asing jika masyarakat yang tinggal di pelosok ada yang anaknya putus sekolah karena bekerja membantu orang tua, atau tidak melanjutkan studi karena terdoktrin oleh stereotype ”buat apa sekolah tinggi-tinggi, ujung-ujungnya nasib kamu sama aja kaya kita (orang tua)”.

Seperti halnya, desa Tanjung Pusaka yang berada di Kabupaten Pulang Pisau, yang letaknya tidak jauh dari ibukota Provinsi Kalteng yaitu Palangka Raya, walaupun dekat dengan ibukota provinsi ternyata tidak menjamin adanya fasilitas perpustakaan yang memadai. Sehubungan dengan kondisi tersebut, terjadi dikarenakan untuk akses ke desa Tanjung Pusaka tidak mudah, yaitu hanya bisa dilalui oleh jalur air atau menggunakan perahu/klotok dan sejenisnya. Hal itulah yang bisa jadi penghambat proses pendistribusian fasilitas baca di desa tersebut. 

Hal serupa terjadi di desa Baun Bango, Kabupaten Katingan yang sebelum mendapatkan donasi dari komunitas literasi di Kalteng, desa tersebut belum memiliki perpustakaan desa. Padk.="jemenurut data Badan Pusat Statistik Kabupaten Katingan, per tahun 2016 ada 667 jiwa yang bertempat tinggal di desa tersebut. Sungguh sangat disayangkan, apabila masyarakat sekitar tidak diberikan fasilitas baca yang memadai.

Setelah desa-desa tersebut dikunjungi oleh komunitas literasi bernama Donasi Literasi, ternyata menimbulkan perspektif baru. Sebenarnya, karena akses internet terbatas menjadikan masyarakat desa itu tingkat keinginan dan semangat membacanya tinggi, hanya saja tidak ada fasilitas baca yang memadai bahkan parahnya lagi ada desa yang tidak terdapat perpustakaan sama sekali.

Pemerintah pusat khususnya pemerintah daerah harus ambil langkah untuk meningkatkan minat baca masyarakat dan melakukan pemerataan fasilitas baca di pelosok yang akses transportasi nya sulit dijangkau. Bukan hanya pembangunan infrastruktur kota saja yang diperhatikan, terlebih memusatkan perhatian kepada masyarakat dan desa yang berada di pelosok. 

Berangkat dari .=" tersebut, perlunya optimalisasi pemerataan fasilitas baca untuk daerah pelosok agar dapat membiasakan anak-anak di pelosok untuk gemar membaca. Dengan gemar membaca, memungkinkan anak-anak di pelosok untuk memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar dan menggapai cita-citanya.

Ada segudang manfaat yang ditawarkan apabila seseorang rajin membaca buku, diantaranya berwawasan luas, berpikiran terbuka, termotivasi untuk terus belajar, memiliki kemampuan menganalisa, memiliki kemampuan problem solving, kemampuan public speaking yang baik, mempunyai pembendaharaan kosakata yang banyak dan dapat menjadi sosok pemikir yang kritis.

Dengan terbatasnya akses internet dan terbatasnya pengguna gawai pada masyarakat pelosok, harusnya pemerintah cermat dalam .=" ini. Justru .=" tersebut bisa menjadi peluang bagi kita semua. Mungkin biasanya anak-anak pelosok hanya menghabiskan waktunya untuk bermain dengan teman sebayanya saja. Coba bayangkan, apabila di suatu desa terdapat perpustakaan yang menyenangkan bagi masyarakat. Otomatis masyarakat akan rajin ke perpustakaan untuk membaca buku dan mencari informasi. 

Berlandaskan UUD Republik Indonesia tahun 1945 pada alinea keempat yang berbunyi Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umumjemencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Maka dari itu, setiap elemen pemerintahan juga bertanggung jawab untuk mencerdaskan bangsa Indonesia. Peran dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat pelosok sangat diperlukan. Setidaknya mata rantai kesenjangan pengetahuan yang ada dapat diminimalisir atau dikurangi melalui kebijakan-kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah.

Fokus pada perbaikan sarana dan prasarana, penambahan koleksi buku dan memastikan bahwa semua masyarakat memiliki akses yang sama terhadap pengetahuan. Kita perlu sadari, bahwa perpustakaan bukan hanya sarana untuk mentransmisikan pengetahuan, tetapi lebih luas daripada itu. Perpustakaan merupakan ruang untuk mencapai perubahan melalui potensi generasi bangsa di masa yang akan datang.

(Mega Asri Lestari adalah mahasiswa program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, IAIN Palangka Raya).

Share2Tweet1SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Ancaman Krisis Pangan Dipengaruhi Pertumbuhan Penduduk

Next Post

Minta Pemerintah Antisipasi Bencana

Berita Terkait

Opini

Pendidikan Tinggi Kg_pdik.="jeg_m 3 Rakyat Kg_pdTerbatas

Minggu, 14 Juni 2026
Opini

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Jumat, 24 April 2026
Opini

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wk.=i Penguasa!

Minggu, 8dikret 2026
Opini

MBG Berulangjeglarm Kelalaian Negara?

Minggu, 22 Februari 2026
Opini

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Sabtu, 14 Februari 2026
Opini

Menimbang Arah Diplomasi Perdamaian dan Keberpihakan Kemanusiaan

Senin, 9 Februari 2026
Load More
Next Post

Minta Pemerintah Antisipasi Bencana

Mayoritas Kebun Kelapa Sawit Kurangi Lahan Pertanian

Ulangan Semester Berakhir, Guru Bersiap Sampaikan Nilai Siswa

Engga Kerja Lalu Jual Sabu, Pemuda Ini Ditangkap Polisi

Yuk Ikut!! Ada Lomba Video Pendek di Terowongan Nur Mentaya dari Bupati Kotim

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Galian C Ilegal di Talekoi, Diduga Ada Ormas Terseret

Sabtu, 25 Juli 2026

PT PIR Diduga Gunakan Material Ilegal untuk Pemeliharaan Jalan Houling Tambang  PT Hasnur

Jumat, 24 Juli 2026

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

Kamis, 23 Juli 2026

Tabligh Akbar Bersama Ning Umi Laila, Irawati Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiyah

Selasa, 21 Juli 2026

Kotim Sepakati Raperda Penanganan Kawasan Kumuh, Perkuat Dasar Hukum Penataan Permukiman

Senin, 20 Juli 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12235 shares
    Share 4894 Tweet 3059
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5952 shares
    Share 2381 Tweet 1488
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4269 shares
    Share 1708 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3807 shares
    Share 1523 Tweet 952
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3618 shares
    Share 1447 Tweet 905
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2790 shares
    Share 1116 Tweet 698
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2367 shares
    Share 947 Tweet 592
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK