PALANGKA RAYA – Arus balik Lebaran 2026 di Bandara Tjilik Riwut masih menunjukkan kepadatan penumpang hingga H+6, meski secara total trafik mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Dinamika pergerakan penumpang yang berubah dari prediksi awal menjadi catatan tersendiri bagi pengelola bandara.
Pelaksana Tugas General Manager Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, menyampaikan bahwa aktivitas keberangkatan dan kedatangan masih ramai pada puncak arus balik. “Memasuki H+6, arus balik masih terpantau padat, baik penumpang keluar maupun masuk Palangka Raya. Polanya sedikit bergeser dari prediksi awal kami,” ujarnya, Senin 30 Maret 2026.
Ia menjelaskan, hingga H+5 masa angkutan Lebaran, jumlah penumpang tercatat mencapai 35.651 orang. Angka tersebut turun sekitar 8 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 39.051 penumpang. Penurunan ini, menurutnya, dipengaruhi pola mudik masyarakat yang lebih awal dari jadwal resmi posko angkutan Lebaran.
Pergerakan penumpang bahkan sudah terlihat meningkat sebelum 13 Maret 2026, seiring tingginya tingkat keterisian pesawat pada periode pra-mudik. “Sebagian masyarakat sudah berangkat lebih dulu sebelum masa posko dibuka. Ini yang membuat distribusi penumpang tidak terkonsentrasi di puncak arus seperti biasanya,” jelasnya.
Di sisi lain, pergerakan pesawat justru mengalami kenaikan sebesar 1,1 persen. Hal ini didorong adanya tambahan penerbangan ekstra dari Batik Air pada pertengahan Maret, serta pembukaan rute baru oleh Wings Air yang menghubungkan Palangka Raya dengan Banjarmasin.
Namun, keberlanjutan rute baru tersebut masih bergantung pada tingkat keterisian penumpang. Saat ini, minat masyarakat untuk rute tersebut mulai menurun karena adanya alternatif transportasi darat yang dinilai lebih ekonomis dan nyaman. “Harapan kami rute ini bisa bertahan dan menjadi jadwal reguler, karena sangat mendukung konektivitas dan ekonomi daerah,” tambahnya.
Dari sisi pergerakan penumpang, kondisi tidak seimbang juga terjadi antara arus keluar dan masuk. Tingkat keterisian penerbangan dari Palangka Raya (outbound) berada di kisaran 40–50 persen, sementara arus masuk (inbound) masih relatif rendah. Terkait operasional, pihak bandara mengakui adanya keterlambatan (delay) pada beberapa penerbangan selama periode mudik dan balik.
Meski demikian, kondisi tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan telah diantisipasi melalui koordinasi intensif antara posko, maskapai, dan ground handling. “Delay memang hal yang umum di penerbangan, tapi kami pastikan penanganannya berjalan sesuai prosedur agar penumpang tetap terlayani dengan baik,” tegasnya.
Sementara itu, ketersediaan tiket hingga saat ini masih terpantau aman. Tidak ditemukan lonjakan penumpang yang melakukan pembelian langsung (go-show) di bandara, yang menandakan distribusi tiket masih terkendali. Meski demikian, untuk rute tertentu seperti tujuan Surabaya menuju Palangka Raya, ketersediaan kursi mulai terbatas.
Penumpang disarankan menggunakan rute alternatif melalui Jakarta. Dengan kondisi tersebut, pengelola bandara memastikan terus melakukan pemantauan intensif hingga arus balik benar-benar berakhir, guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.
(nra/matakalteng)





















Discussion about this post