PALANGKA RAYA – Situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Kalimantan Tengah selama arus mudik Idulfitri 2026 terpantau relatif kondusif. Meski demikian, tingginya angka fatalitas kecelakaan menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
Direktur Lalu Lintas Polda Kalteng, Kombes Pol Yusep Dwi Prastiya, menyampaikan bahwa secara umum aktivitas masyarakat, baik untuk mudik, berwisata, maupun perayaan hari raya, berjalan aman dan lancar.
“Secara umum situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas relatif kondusif. Aktivitas masyarakat berjalan dengan aman,” ujarnya, Kamis 26 Maret 2026. Dia menjelaskan, sesuai kebijakan Kapolda Kalteng, pelaksanaan Operasi Ketupat resmi berakhir pada hari tersebut.
Namun, mengantisipasi kemungkinan perpanjangan arus mudik akibat kebijakan work from home (WFH), kepolisian tetap melanjutkan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD). “KRYD akan dilaksanakan mulai Kamis hingga Minggu, dengan tetap menempatkan personel di sejumlah pos untuk menjaga stabilitas situasi,” jelasnya.
Dari sisi data kecelakaan lalu lintas, Yusep mengungkapkan bahwa secara kuantitatif terjadi penurunan dibandingkan tahun 2025, yakni sebanyak 28 kejadian. Namun, jumlah korban meninggal dunia justru meningkat signifikan.
“Korban meninggal dunia mencapai 14 orang, atau naik sekitar 50 persen dibanding tahun sebelumnya. Ini menjadi evaluasi penting bagi kami,” tegasnya. Dia mencontohkan kejadian kecelakaan di wilayah Barito Timur yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dalam satu peristiwa.
Sementara itu, dari sisi pergerakan arus mudik, terjadi penurunan pada moda transportasi darat dan udara. Transportasi darat tercatat turun dari sekitar 21.700 penumpang pada 2025 menjadi sekitar 21.200 pada 2026. Sebaliknya, moda transportasi laut mengalami lonjakan signifikan.
“Transportasi laut meningkat hampir 100 persen. Ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam memilih moda transportasi,” ungkapnya. Untuk transportasi udara, penurunan juga terjadi di sejumlah bandara di Kalteng, termasuk di Palangka Raya, Kotawaringin Timur, dan Kotawaringin Barat.
Pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan dinas perhubungan untuk mengkaji faktor penyebabnya. Menghadapi puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada Jumat hingga Sabtu, Yusep mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara.
“Dengan tingginya mobilitas, potensi kerawanan juga meningkat. Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan kendaraan dalam kondisi baik, menjaga kesehatan, serta mematuhi rambu lalu lintas,” pungkasnya. Dia berharap seluruh masyarakat dapat kembali dari perjalanan mudik dengan selamat dan aman.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post