• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Ancaman Ganda Mulai Terasa, Karhutla dan Kekeringan Mengintai Kotim

Ancaman Ganda Mulai Terasa, Karhutla dan Kekeringan Mengintai Kotim

Jumat, 27 Maret 2026
in Kotawaringin Timur
A A
Foto:BPBD/MATA KALTENG - Kondisi karhutla di Desa Bangkuang Makmur.

Foto:BPBD/MATA KALTENG - Kondisi karhutla di Desa Bangkuang Makmur.

Share on FacebookShare on Twitter

SAMPIT – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Multazam, mengungkapkan bahwa daerah mulai memasuki fase rawan bencana seiring menurunnya intensitas hujan pasca Lebaran, yang memicu potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.

“Di bulan Maret setelah Lebaran ini intensitas hujan sudah mulai menurun. Dari hasil monitoring alat titik muka air tanah kami sudah menurun hampir minus 20, kemudian di beberapa lokasi pantauan pada drainase di desa-desa juga mengalami penurunan hampir 1 meter,” ujar Multazam, Kamis, 26 Maret 2026.

Baca juga berita lainnya

Kotim Kekurangan Ratusan Relawan Damkar, Disdamkarmat Target Bentuk REDKAR di Seluruh Kecamatan

Peresmian REDKAR Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kebakaran di Kotim

Pancasila dan Data Ekonomi Jadi Fondasi Membangun Kotim yang Lebih Maju

Turnamen Mandiri Jadi Panggung Pembinaan Pemain Muda dan Penggerak Ekonomi Warga

Ia menjelaskan, kondisi tersebut berdampak langsung pada ketersediaan air, khususnya untuk sektor pertanian dan perkebunan. Di sejumlah wilayah, terutama Desa Lampuyang, para petani mulai dihadapkan pada potensi kekeringan di tengah masa panen yang akan segera berlanjut ke musim tanam berikutnya.

“Sekarang masih posisi siap panen, setelah itu mereka akan masuk masa tanam berikutnya yang bertepatan dengan musim kemarau. Ini tentu menjadi perhatian kita bersama,” jelasnya.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di Kalimantan Tengah diperkirakan mulai terjadi pada minggu ketiga Mei, diawali dari wilayah Kapuas dan Pulang Pisau.

Namun, dampak kekeringan di Kotim diperkirakan bisa dirasakan lebih cepat.
Menurut Multazam, kondisi geografis Kotim, khususnya wilayah selatan, sangat rentan terhadap kekeringan. Bahkan, tanpa hujan selama tujuh hari saja sudah dapat memicu kekeringan ekstrem dan meningkatkan risiko kebakaran.

“Di wilayah selatan, tidak hujan selama tujuh hari saja itu kekeringannya cukup luar biasa. Tanaman gulma atau rumput liar sudah mulai mengering sehingga sangat mudah terbakar,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, hingga 25 Maret 2026 terpantau lima titik hotspot, ditambah satu titik pada hari berikutnya. Selain itu, telah terjadi dua kejadian kebakaran sebelumnya, dan satu kejadian kembali terjadi yang mengharuskan tim BPBD turun langsung ke lapangan.

“Kemarin kami melakukan pemadaman di Desa Bangkuang Makmur dengan menurunkan delapan personel. Lokasinya cukup jauh, sekitar 4,5 kilometer dari jalan provinsi, sehingga harus estafet menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua. Luasan kebakaran diperkirakan sekitar 4 sampai 5 hektare,” paparnya.

Multazam menilai, berdasarkan berbagai parameter yang ada, Kotim sebenarnya sudah memasuki status siaga bencana. Namun, pihaknya masih menunggu kepastian dari indikator tinggi muka air tanah yang menjadi salah satu acuan utama.

“Titik muka air tanah di minus 20 itu sudah masuk kategori waspada, sementara di angka 40 sampai 60 itu sudah masuk risiko tinggi. Memang sempat ada hujan pada 17 Maret, tetapi intensitasnya rendah dan tidak merata, sehingga ancaman karhutla tetap ada,” jelasnya.

Selain karhutla, ancaman kekeringan juga menjadi perhatian serius, terutama terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kualitas air yang menurun dapat memicu masalah kesehatan, seperti diare dan penyakit lainnya.

“Kekeringan ini tidak hanya berdampak pada tanaman pangan, tetapi juga pada kebutuhan air bersih masyarakat. Kalau air yang disuplai kualitasnya tidak baik, maka akan berdampak pada kesehatan,” tegasnya.

Ia menambahkan, wilayah selatan Kotim juga berpotensi menghadapi masalah intrusi air laut, terutama saat musim kemarau panjang, yang dapat mempengaruhi kualitas air di Sungai Mentaya hingga ke wilayah Bagendang.

Meski saat ini belum ada laporan krisis air bersih, BPBD tetap melakukan langkah antisipasi dengan menyiapkan skenario penanganan, termasuk kemungkinan distribusi air bersih secara manual ke wilayah terdampak.

Di sisi lain, Multazam mengakui masih terdapat keterbatasan sarana dan prasarana penanganan bencana, terutama peralatan yang sudah mulai usang. Untuk itu, pihaknya akan berupaya menggandeng pihak ketiga guna mendukung kesiapsiagaan di lapangan.

“Peralatan memang tidak sepenuhnya bisa kami penuhi karena ada yang sudah usang. Kita akan upayakan bantuan dari pihak ketiga agar penanganan bisa berjalan optimal,” katanya.

Saat ini, BPBD juga tengah menghimpun data sebagai dasar penyusunan rencana kontinjensi, yang nantinya akan menjadi acuan dalam menentukan langkah penanganan serta evaluasi menghadapi potensi bencana ke depan.

“Kami akan merancang terlebih dahulu sambil menghimpun data agar parameter dalam rencana kontinjensi bisa terpenuhi sebelum melakukan rapat evaluasi,” pungkasnya.

Dengan berbagai indikator yang ada, BPBD mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini terhadap ancaman karhutla dan kekeringan yang diprediksi akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan.

(dia/matakalteng)

Share2Tweet1SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Efisiensi Anggaran Menguat, Pemotongan TPP ASN Jadi Opsi Terakhir

Next Post

Tak Hanya Kebun, Realisasi Plasma Bisa Lewat Skema Ekonomi Produktif

Berita Terkait

Kotawaringin Timur

Kotim Kekurangan Ratusan Relawan Damkar, Disdamkarmat Target Bentuk REDKAR di Seluruh Kecamatan

Senin, 1 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Peresmian REDKAR Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kebakaran di Kotim

Senin, 1 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Pancasila dan Data Ekonomi Jadi Fondasi Membangun Kotim yang Lebih Maju

Senin, 1 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Turnamen Mandiri Jadi Panggung Pembinaan Pemain Muda dan Penggerak Ekonomi Warga

Minggu, 31 Mei 2026
Kotawaringin Timur

Tantangan Era Digital Jadi Sorotan, Pesantren Dinilai Benteng Pembentukan Karakter Generasi Muda

Sabtu, 30 Mei 2026
Kotawaringin Timur

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026
Load More
Next Post

Tak Hanya Kebun, Realisasi Plasma Bisa Lewat Skema Ekonomi Produktif

Kasus Pemukulan Camat Masih Berproses, Pemda Pastikan Terus Kawal Penanganan

Pendinginan Karhutla di Mentawa Baru Ketapang Tuntas, Hampir 1 Hektare Lahan Terbakar

Dana Hibah KONI Menggantung, Cabor di Kotim Dibiarkan dalam Ketidakpastian

Polda Kalteng Gelar Syukuran Sederhana Rayakan HUT Ke-31

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK