PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, menegaskan hingga kini belum ada penunjukan resmi terkait calon Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Pemprov Kalteng, menyusul (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, yang akan memasuki masa purna tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Beberapa nama yang disebut-sebut masuk bursa calon Sekda Kalteng antara lain Sutoyo selaku Kepala DPMPTSP, Agustan Saining Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, hingga Mokhammad Hilman, pejabat yang baru dimutasi dari Kalimantan Selatan. “Belum ada. gak ada terbicarakan dan belum ada diskusi. Sekarang kita bekerja saja dulu,” tegas Edy, kepada awak media, Jumat 16 Januari 2026.
Dia juga membantah adanya pembahasan khusus terkait nama-nama tersebut. “Enggak, enggak ada terbicarakan,” ujarnya singkat terkait kewenangan penunjukan Sekda, Edy menjelaskan hal tersebut merupakan hak prerogatif Gubernur Kalimantan Tengah dengan tetap mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku, termasuk koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri.
“User-nya kan Pak Gubernur. Belum ada penunjukan apa pun,” jelasnya terkait kewenangan penunjukan Sekda, Edy menjelaskan hal tersebut merupakan hak prerogatif Gubernur Kalimantan Tengah dengan tetap mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku, termasuk koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri. “User-nya kan Pak Gubernur. Belum ada penunjukan apa pun,” jelasnya.
Wagub Edy membeberkan kriteria calon Sekda, mencakup pemenuhan syarat kepangkatan, kinerja, serta kemampuan membangun kerja sama dan manajemen birokrasi. “Kita harapkan bisa bekerja sama, mengakomodir, dan membangun tim kerja yang baik,” ujarnya. Dia menegaskan jabatan Sekda memiliki peran strategis sebagai koordinator tertinggi birokrasi di lingkungan sekretariat daerah.
Karena itu, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengharapkan figur yang mampu menjalin komunikasi yang baik dan menciptakan iklim kerja yang harmonis. “Yang bisa bekerja sama dengan semua pihak, menjalin hubungan yang baik, dan menciptakan iklim kerja yang harmonis,” ungkapnya. Menanggapi isu adanya kriteria tertentu terkait latar belakang personal, Edy menegaskan seluruh ASN memiliki peluang yang sama. “Semua punya potensi yang baik dan kesempatan yang sama,” pungkasnya.
(nra/matakalteng)





















Discussion about this post