PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memperluas pemerataan akses pendidikan, termasuk ketersediaan listrik dan internet di wilayah pelosok. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, M. Reza Prabowo, saat membuka kegiatan Kemenkeu Mengajar 10 bertema “Mengenal Uang Kita, Membangun Masa Depan” di SMA Negeri 4 Palangka Raya, melalui Zoom meeting.
Menurut Reza, meski berbagai kemajuan telah dicapai, tantangan pendidikan di Kalteng masih erat kaitannya dengan keterisolasian dan keterbatasan infrastruktur. “Kalau ditanya apakah Indonesia sudah merdeka sepenuhnya, saya rasa belum. Masih ada sekolah-sekolah yang belum tersentuh listrik dan internet,” ujarnya.
Dia menyebut, berkat dukungan pemerintah provinsi, sejumlah sekolah di wilayah perbatasan kini mulai terkoneksi internet melalui teknologi Starlink dan panel surya, membuka akses baru bagi siswa untuk belajar secara digital. “Alhamdulillah, hari ini Kalimantan Tengah mulai merdeka dari penjajahan teknologi, meskipun belum sepenuhnya,” katanya.
Namun, Reza menegaskan bentuk “penjajahan” yang kini dihadapi bukan lagi fisik, melainkan kemiskinan, kebodohan, dan keterisolasian. “Kalau dulu para pahlawan berjuang dengan senjata, hari ini adik-adik berjuang dengan pena, buku, dan teknologi. Itulah senjata untuk memajukan bangsa,” ucapnya.
Dia mendorong para pelajar untuk terus meningkatkan kemampuan dan semangat belajar agar bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Reza juga menambahkan, Dinas Pendidikan bersama Gubernur Kalteng akan terus melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk memantau proses pembelajaran.
“Kami tahu apa yang kalian butuhkan. Banyak siswa kini aktif melaporkan kondisi sekolahnya kepada kami. Itu artinya, semangat kolaborasi mulai tumbuh,” ujarnya. Sementara itu, Kepala SMA Negeri 4 Palangka Raya, Sudiro, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kementerian Keuangan dan Dinas Pendidikan yang menunjuk sekolahnya sebagai kolaborator kegiatan.
Dia menilai, Kemenkeu Mengajar menjadi wadah penting bagi siswa memahami pengelolaan keuangan negara dan menumbuhkan minat belajar di bidang ekonomi. “Kegiatan ini penghargaan luar biasa bagi kami, karena jarang sekali dilakukan secara bersama dan melibatkan seluruh Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Sudiro juga berpesan agar siswa tidak beranggapan sekolahnya lebih unggul, melainkan menjadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk memperluas wawasan dan motivasi belajar. “Siapa tahu ada di antara siswa kita yang terinspirasi untuk melanjutkan pendidikan ke STAN. Karena itu, persiapkan diri sebaik mungkin, terutama dalam matematika,” tutupnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post