PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menerima kunjungan kerja Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur. Kunjungan tersebut bertujuan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
Kunjungan diterima oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekeubang) Yuas Elko, yang mewakili Gubernur Agustiar Sabran. Dalam sambutannya, Yuas menyampaikan apresiasi atas perhatian DPD RI terhadap sektor pangan di Kalimantan Tengah, sekaligus menyebut kunjungan ini sebagai momen penting untuk menyampaikan aspirasi dan isu strategis daerah, khususnya terkait pengelolaan sumber daya alam dan ekonomi daerah.
“Kalimantan Tengah memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Kami ingin mendorong pengelolaannya secara optimal dan berkelanjutan demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Yuas saat dikonfirmasi, Rabu 12 November 2025.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen untuk mendukung sepenuhnya Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, dengan mengawal pelaksanaan program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, serta Koperasi Merah Putih.
Selain itu, Yuas menekankan bahwa ketahanan pangan menjadi fokus penting bagi Kalteng, yang saat ini menjadi daerah prioritas untuk program cetak sawah baru dan optimalisasi lahan. Gubernur melalui Yuas juga berharap Komite II DPD RI dapat menyalurkan aspirasi daerah ke pemerintah pusat, terutama dalam memperkuat kebijakan pembangunan di sektor pangan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalteng.
Sementara itu, Pimpinan Komite II DPD RI La Ode Umar Bonte menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi DPD RI dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi daerah. “Kami ingin memastikan program Presiden RI yang berkaitan dengan ketahanan pangan dapat berjalan dengan baik di daerah. Karena itu, penting bagi kita semua untuk terus berkomunikasi dan bersinergi,” ujarnya.
La Ode juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum tersebut sebagai ruang dialog konstruktif, guna memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat pembangunan sektor pertanian di Kalimantan Tengah.
(nra/matakalteng)





















Discussion about this post