PALANGKA RAYA – Suasana hangat menyambut kedatangan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah, Palangka Raya. Kehadirannya disambut jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Kementerian Agama Kalteng, serta dihadiri Wakil Gubernur Edy Pratowo dalam kegiatan Silaturahmi dan Pembinaan ASN Kemenag Kalteng di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng.
Mewakili Gubernur, Wagub Edy Pratowo menyampaikan terima kasih atas kunjungan Menag dan rombongan. Dia menilai kehadiran Menteri menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat pengabdian dan integritas ASN, khususnya di lingkungan Kementerian Agama.
“ASN Kementerian Agama memiliki peran vital dalam menjaga harmoni umat, memperkuat moderasi beragama, serta menanamkan nilai toleransi dan kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Tengah,” ujar Edy. Dia mengajak seluruh ASN menjadikan kegiatan pembinaan ini sebagai sarana introspeksi dan peningkatan profesionalisme.
“Melalui pembinaan seperti ini, kita bisa memperkuat semangat pelayanan dan tanggung jawab sebagai pelayan publik,” tambahnya. Pemerintah Provinsi Kalteng, lanjutnya, akan terus mendukung langkah strategis Kementerian Agama dalam membangun karakter ASN yang berintegritas dan memperluas peran keagamaan yang inklusif di daerah.
Sementara itu, Menag Nasaruddin Umar mengaku kagum dengan kekayaan budaya dan keindahan Palangka Raya yang tercermin dalam penampilan seni penyambutan. Ia menyebut, keindahan tersebut merupakan cerminan harmoni keberagaman Indonesia. Dalam arahannya, Nasaruddin menekankan bahwa tantangan ASN Kementerian Agama ke depan semakin kompleks.
“Pertama, masyarakat menaruh ekspektasi tinggi agar ASN Kemenag tidak boleh melakukan kesalahan sekecil apa pun. Kedua, ASN harus adaptif terhadap perkembangan zaman, terutama di era digital dan ekonomi uang. Ketiga, ASN harus mampu memadukan nilai adat dan agama, bukan mempertentangkannya,” tegasnya.
Ia juga memperkenalkan konsep Ekoteologi, sebuah pendekatan teologis yang menempatkan pelestarian alam sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab spiritual manusia sebagai khalifah di bumi sebuah nilai yang sejalan dengan filosofi hidup masyarakat Dayak.
Selain itu, Menag mengusung gagasan Trilogi Kerukunan Jilid II, yang mencakup tiga dimensi: kerukunan antar sesama manusia, kerukunan dengan lingkungan hidup, dan kerukunan dengan Tuhan. “Ketiganya harus berjalan beriringan agar bangsa ini tetap damai dan sejahtera,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Nasaruddin mengajak seluruh aparatur Kementerian Agama menjadi teladan dalam menjaga kerukunan umat beragama. “Ajak umat semakin dekat dengan agamanya. Sebab, semakin dekat seseorang dengan ajaran agamanya, semakin damai negeri ini,” pungkas Menag.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post