PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kehutanan (Dishut) terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), menyusul masuknya masa rawan kebakaran, Juli hingga September 2025.
Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, Agustan Saining, menyampaikan bahwa seluruh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di provinsi ini telah mengaktifkan Tim Pengendalian Karhutla (Dalkarhutla). Total terdapat 18 KPH yang tersebar di berbagai wilayah, dan seluruhnya kini dalam posisi siaga.
“Setiap KPH sudah mengaktifkan tim Dalkarhutla masing-masing. Selain itu, kami juga telah mengoordinasikan Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk bergerak di lapangan,” kata Agustan, Sabtu 2 Agustus 2025.
Ia menjelaskan bahwa jumlah personel yang disiagakan dari sektor kehutanan mencapai sekitar 10.000 orang, belum termasuk dukungan dari BPBD, TNI–Polri, tim serbu api, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Sejauh ini, daerah yang dinilai paling rawan Karhutla meliputi Kabupaten Katingan, Kapuas, dan Pulang Pisau. Namun, titik api juga mulai terdeteksi di wilayah Kotawaringin Timur (Kotim) dan Kotawaringin Barat (Kobar). Meski demikian, Agustan memastikan bahwa titik api yang muncul bersifat lokal dan belum meluas.
“Setelah dilakukan pengecekan, jumlah titik api yang muncul sangat terbatas, biasanya hanya satu atau dua lokasi kecil yang terbakar, dan area lainnya masih dalam kondisi aman,” jelasnya. Beberapa waktu lalu, pihaknya juga mendampingi Gubernur Kalimantan Tengah dalam rapat koordinasi bersama Menteri Kehutanan dan Kepala BNPB di tingkat pusat.
Dalam rapat tersebut ditegaskan bahwa periode puncak rawan Karhutla di Kalteng adalah Juli hingga September. Meski telah terjadi sejumlah kebakaran kecil, hingga saat ini Pemprov Kalteng belum menetapkan status Siaga Darurat, karena situasi di lapangan masih dinilai terkendali.
“Kondisi saat ini belum mengharuskan penetapan status siaga darurat. Namun, seluruh jajaran tetap siaga penuh dan terus melakukan pemantauan,” tegas Agustan.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post