SAMPIT – Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi menjadi pondasi utama dalam mendorong kemajuan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) di tengah pesatnya arus globalisasi dan transformasi digital.
Pemerintah Daerah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan, sebagai bentuk investasi jangka panjang yang paling strategis.
Plt Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Nursalim, menyampaikan bahwa tantangan masa depan tidak cukup dihadapi hanya dengan ijazah. Diperlukan kerja keras, ketekunan, serta kesadaran akan pentingnya integritas dan profesionalitas dalam setiap langkah.
“Kalian adalah generasi muda yang kelak menjadi penggerak pembangunan dan pelopor perubahan di tengah masyarakat. Ilmu yang diperoleh harus diimplementasikan secara nyata untuk kemajuan bangsa, terutama di Kotawaringin Timur,” tegas Nursalim.
Dia menambahkan, kesuksesan bukan hanya ditentukan oleh capaian akademik, namun juga bagaimana individu mampu mengasah dirinya di tengah persaingan global yang semakin ketat. “Wisuda bukan akhir dari proses belajar, justru di sanalah awal perjalanan baru di dunia nyata dimulai,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Habaring Hurung Sampit, Rusdianto. Ia menekankan bahwa lembaga pendidikan tinggi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan terus mencetak lulusan yang tangguh, produktif, serta memiliki kepekaan terhadap perubahan.
“Perkembangan digitalisasi mengharuskan generasi muda bersikap responsif, adaptif, kolaboratif, dan fleksibel. Dunia kerja saat ini menuntut lebih dari sekadar gelar akademik, tapi juga inovasi dan keunggulan personal,” jelasnya.
Rusdianto mengajak seluruh elemen civitas akademika untuk bersama-sama merawat dan membanggakan lembaga pendidikan agar terus menjadi wadah lahirnya ide-ide cemerlang bagi pembangunan bangsa.
“Perguruan tinggi harus berdiri di depan dalam mencetak lulusan yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki kepribadian Indonesia. Budaya riset, disiplin, dan kualitas menjadi kunci menghadapi era disrupsi,” tegasnya. Dia juga berpesan agar para alumni selalu menjaga nama baik almamater dimanapun berada.
“Setiap pencapaian kalian akan menjadi cermin kualitas lembaga. Bagi yang sudah bekerja, tunjukkan profesionalitas dan integritas. Bagi yang belum, jangan menunggu, ciptakan peluang sendiri dengan keberanian dan kreativitas,” tambahnya.
Menurut Rusdianto, keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari posisi yang dicapai, namun bagaimana kontribusi yang diberikan untuk keluarga, masyarakat, dan bangsa. “Patuhilah orang tua, bahagiakan mereka, karena keberhasilan kalian bermula dari doa dan restu mereka,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post